3 Makna Kemenangan PSG atas Atalanta pada 8-Besar Liga Champions

Football5Star.com, Indonesia – Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya memastikan satu tempat pada semifinal Liga Champions. Kepastian itu didapatkan setelah mereka menang dramatis 2-1 atas Atalanta pada laga perempat final di Stadion Da Luz, Kamis (13/8/2020) dini hari WIB.

PSG sempat tertinggal terlebih dahulu saat Mario Pasalic menjebol gawang Keylor Navas pada menit ke-72. Namun, mereka mampu membalikkan keadaan pada pengujung pertandingan. Marquinhos menyamakan skor pada menit ke-90. Lalu, Eric Maxim Choupo-Moting memastikan kemenangan berkat golnya saat injury time memasuki menit ke-3.

Kemenangan itu sangat berarti bagi PSG. Ada banyak makna di balik kemenangan atas Atalanta tersebut. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan tiga makna utama.

Semifinal Kedua pada Pentas Liga Champions

PSG berhadapan dengan AC Milan pada semifinal Liga Champions 1994-95.
Getty Images

Kemenangan 2-1 atas Atalanta dalam laga dramatis di Stadion Da Luz mengantar PSG lolos ke semifinal Liga Champions. Ini merupakan kali kedua Les Parisiens menembus babak 4-besar. Sebelumnya, hal serupa dilakukan pada musim 1994-95. Namun, kala itu, mereka disisihkan AC Milan dengan agregat 0-3.

Ada hal menarik dari kelolosan PSG ke semifinal Liga Champions. PSG selalu lolos ke babak 4-besar pada kelipatan 25 tahun. Kelolosan pertama pada 1994-95 terjadi saat klub itu berulang tahun ke-25. Adapun kelolosan kedua pada musim ini merupakan kado ultuk ultah ke-50.

Sudahi Kutukan Wakil Italia

Sebelum atas Atalanta, PSG mengalahkan wakil Italia untuk kali terakhir saat menang atas Parma pada 1996.
psg.fr

Kesuksesan menggebuk Atalanta adalah prestasi tersendiri bagi PSG. Ini menyudahi kutukan wakil Italia bagi mereka. Sebelum ini, Les Parisiens selalu gagal menang dalam 8 pertemuan terakhir dengan klub Italia pada ajang antarklub Eropa. Mereka dua kali kalah dari Juventus, lalu masing-masing dua kali imbang dengan AC Milan, Brescia, dan Napoli.

Kemenangan terakhir atas wakil Italia diraih PSG pada 21 Maret 1996. Melakoni laga leg II babak perempat final Piala Winners, mereka menang 3-1 atas Parma. Tiga gol Les Parisiens berasal dari brace penalti Rai Oliveira dan satu gol Patrice Loko. Sementara itu, gol balasan I Gialloblu dijaringkan Alessandro Melli.

Lanjutkan Tren Selalu Cetak Gol

Kali terakhir PSG tak mencetak gol pada laga Liga Champions adalah saat kalah 0-1 dari Manchester City.
nytimes.com

Dua gol yang dicetak pada pengujung laga melawan Atalanta pada perempat final Liga Champions memang berbau keberuntungan. Namun, itu sesungguhnya itu tidaklah mengherankan, apalagi mengejutkan. Mencetak gol pada laga Liga Champions adalah sebuah tradisi yang dimiliki PSG.

Partai perempat final melawan Atalanta adalah laga ke-33 secara beruntun yang mampu dihiasi gol oleh PSG. Kali terakhir mereka tak mencetak gol pada 12 April 2016. Saat itu, Les Parisiens kalah 0-1 pada perempat final. Mereka kini tinggal terpaut satu laga lagi dari rekor Real Madrid yang selalu menjebol gawang lawan dalam 34 laga beruntun Liga Champions dari Mei 2011 hingga April 2014.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More