33 Tahun Lalu, Klub Sepak Bola “Harry Potter” Alami Nasib Tragis

Football5star.com, IndonesiaKlub sepak bola yang dianggap memiliki kesamaan dengan Hogwarts School, tempat sekolah Harry Potter, Bradford City, 33 tahun lalu mengalami nasib tragis.

11 Mei 1985 silam, 56 orang tewas terpanggang di dalam stadion. Bagaimana peristiwa naas itu bisa terjadi?

Seperti dikutip football5star.com dari bbc, Sabtu (11/5/2019), kejadian itu bermula saat pertandingan antara Bradford City melawan Lincoln City di Valley Parade dalam lanjutan laga Divisi Tiga Liga Inggris.

Stadion Valley Parade yang berkapasitas 25 ribu tempat duduk itu pada sore naas itu dipadati oleh suporter Bradford dan Lincoln City. “Nyaris tak ada tempat kosong pada saat itu,” tulis John Helm dari Express.

Bagi suporter Bradford, laga melawan Lincoln City wajib mereka dukung karena ini menjadi tiket untuk klub kesayangan mereka naik kasta ke Divisi Dua.

Pada 40 menit babak pertama, papan skor masih menunjukkan 0-0. Suasana di sejumlah tribun stadion menurut laporan John Helm begitu penuh sesak.

Peristiwa kebakaran

Suara dukungan suporter Bradford mendadak berubah jadi jerit ketakutan memasuki 5 menit babak pertama akan usai. Api mendadak muncul dari belakang blok G, salah satu tribun stadion.

Semenit kemudian, asap membesar dan sejumlah penonton yang berada di lokasi api mulai berebut menyelamatkan diri. Dari mana asal api tersebut?

“Seorang pria dari Australia datang ke stadion bersama anak lelakinya menikmati pertandingan sambil menikmati rokok. Ia membuang puntung rokok itu sembarangan. Puntung rokok itu masih menyala,” tulis media lokal setempat.

Seorang saksi mata menuturkan bahwa putung rokok itu membakar sejumlah kertas dan kursi dudukan penonton yang terbuat dari kayu dengan sangat cepat.

“Itu menyambar seperti kilat. Saya belum pernah melihat api begitu cepat menyambar seperti itu,” kata seorang saksi mata.

33 Tahun Lalu, Klub Sepak Bola "Harry Potter" Alami Nasib Tragis
independent.co.uk

Pihak keamanan stadion terlambat mengantisipasi api yang sudah membesar. Pihak pemadam kebakaran yang dihubungi lewat radio pun terlembat merespon.

Parahnya lagi, stadion ini tak punya alat pemadam kebakaran dan pintu keluar dari tribun yang terbakar itu hanya satu. Akibatnya tentu sangat fatal.

“Ada kepanikan yang tercipta. Semua orang ingin menyelamatkan diri. Mengerikan karena ada seorang pria melempar anak kecil agar anak itu bisa hidup,” kata jurnalis BBC, Geoffrey Mitchell.

Akibat peristiwa naas ini, 56 orang meninggal dunia dan 265 orang lainnya mengalami luka-luka. Ini jadi bencana kebakaran terburuk di sejarah sepak bola Inggris.

Comments
Loading...