4 Situs Streaming Bola Ilegal Terancam 10 Tahun Penjara

Football5Star.com, Indonesia – Pelaku streaming sepak bola ilegal benar-benar bakal mendapatkan hukuman yang berat. Terbaru, ada empat situs penyedia streaming bola ilegal yang terancam 10 tahun penjara.

Keempat situs streming ilegal itu ialah bolasiar.live, bolasiar.net, bolasiar.xyz, dan 62.210.88.55. Mereka terancam pidana maksimal hingga 10 tahun penjara dan denda Rp4 miliar karena melanggar UU tentang hak cipta berdasarkan laporan dari Mola TV selaku pemegang lisensi MOLA TV Content & Channels.

Bahkan berkas para pelaku yang ada di balik empat situs tersebut sudah lengkap dan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Kanit I Subdit I Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng, Kompol Edi Purnomo, mengatakan telah menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah per 1 Oktober 2020.

Pelaku Streaming Ilegal Sepak Bola Ini Akhirnya Dibui 4 Tahun

“Hasil Penyidikan perkara website Bolasiar yang dilakukan oleh Penyidik Unit I Subdit I Ditreskrimsus Polda Jateng berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP Nomor: LP/B/253/VII/2020/Jateng/Ditreskrimsus tanggal 9 Juli 2020 dengan Terlapor Sdr. IW telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah,” tutur Edi Purnomo.

Tim kuasa hukum MOLA TV, Uba Rialin menerangkan, upaya hukum terpaksa diambil. Sejak awal pihaknya telah beritikad baik dengan mengumumkan hak atas tayangan MOLA Content & Channels di surat kabar nasional dan melakukan sosialisasi serta melakukan pendekatan persuasif kepada khalayak umum secara intensif kepada para penyedia situs streaming ilegal.

“Langkah ini sebagai bukti kalau kita harus berjuang dengan tindakan nyata khususnya terkait kasus pelanggaran Hak Cipta atas tayangan yang dimiliki secara sah ini,” tutur Uba Rialin.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena kami sudah berusaha bersikap kooperatif, di mana sebelum memulai suatu prosedur hukum atas kasus dugaan pelanggaran tertentu kami memastikan untuk selalu membuka pintu dialog dan kerjasama, namun apa daya usaha tersebut tidak diindahkan dan pelanggaran tetap terjadi,” tutup dia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More