5 Alasan Lionel Messi Gagal Bersinar bersama timnas Argentina

Football5star.com, Indonesia – Lagi dan lagi, Lionel Messi gagal membawa Argentina berprestasi. Di ajang Copa America 2019 ini, ia hanya mampu membawa negaranya finish di urutan ketiga setelah mengalahkan Cile 2-1.

Tentu ini menjadi kegagalan berkelanjutan Lionel Messi bersama negaranya. Kehebatannya selama ini bersama Barcelona pun seolah lenyap tiap berseragam Argentina, tanah kelahirannya.

Terus mengalami kegagalan bersama negara, bisa dikatakan bahwa dirinya sudah kenyang mendengar kata gagal. Praktis hanya status runner up Piala Dunia 2014 yang bisa Messi banggakan.

Untuk itu, Football5star.com sudah merangkum lima alasan Messi gagal bersinar saat membela Tim Tango selama ini.

  • Perbedaan Skema Permainan
lionel messi-argentina-qatar
@Argentina

Lain tim lain pula skema permainan yang digunakan. Mungkin ini menjadi salah satu faktor logis bagaimana Messi tidak mampu berbuat banyak untuk Argentina. Ia yang sudah sangat nyaman di Barcelona yang menerapkan permainan dari kaki ke kaki tidak menemukan itu saat bersama tim nasional.

Baik ketika tim diasuh Diego Maradona, Alejandro Sabella, Gerardo Martino, Jorge Sampaoli, hingga kini Lionel Scaloni, Tim Tango tak pernah menerapkan permainan dari kaki ke kaki ala Tiki-Taka nya Barcelona. 

Prestasi tertinggi La Pulga selama ini bersama timnas saat tampil di final Piala Dunia 2014 lalu mungkin jadi ajang terbaiknya. Selain mampu membawa negaranya tampil di partai puncak, ia juga sukses mencetak empat gol sepanjang turnamen.

  • Kurang Dimanjakan dari Lini Kedua
Messi y Iniesta
Getty Images

Bersama Barcelona, Messi selalu ditemain oleh pemain-pemain hebat dari lini kedua. Sebelumnya ia selalu dimanjakan lewat aksi-aksi Xavi Hernandez maupun Andres Iniesta. Sekarang, ada Ivan Rakitic, Arturo Vidal, atau bahkan Philippe Coutinho yang bisa membuat La Pulga superior di depan gawang lawan.

Faktor ini pula yang tidak ia rasakan bersama timnas. Ia kehilangan sosok-sosok di atas karena para gelandang Argentina punya tipe permainan berbeda. Praktis rekan yang mampu memanjakannya di lapangan hanyalah Angel Di Maria dan Sergio Aguero.

Tak ayal, faktor ini bukan hanya membuat sang bomber gagal mempersembahkan gelar untuk timnas, tapi juga berdampak besar pada produktivitasnya. Di Copa America 2019 ini saja ia gagal mencetak gol dan membuat assist.

  • Pelatih
lionel scaloni - copa america - espn
espn.com

Faktor pelatih diyakini menjadi faktor penting merosotnya performa sang bintang bersama negaranya. Ya, setelah Argentina gagal total bersama Jorge Sampaoli di Piala Dunia 2018, permainan mereka juga tidak membaik saat dilatih Lionel Scaloni yang sebelumnya diplot sebagai pelatih sementara.

Keberadaan pelatih ‘kelas dua’ ini dianggap tidak sepadan dengan kemampuan dan kebintangan yang dimiliki Messi. Mereka juga dianggap gagal memenuhi keinginan sang kapten dan tidak mampu menemui skema dan pemain lain yang bisa mengimbanginya.

Jika dilihat dari catatan gol selama Sampaoli dan Scaloni melatih, pemain yang mengaku ingin pensiun bersama Newells Old Boys tersebut hanya mampu mencetak 13 gol saja.

  • Tekanan Publik Argentina
Kemenangan timnas Argentina atas Qatar membuat Lionel Messi terhindar dari pesta ulang tahun yang buruk.
tn.com.ar

Kesuksesan yang diraih Messi bersama Barcelona selama ini tentu membuat harapan publik Argentina padanya sangat tinggi. Bahkan mereka sudah lama membayangkan bahwa titisan Diego Maradona sebenarnya sudah lahir sejak La Pulga melakoni debut 2005 silam.

Hal ini kemudian membuat publik berharap banyak dan menjadikan sang bintang sebagai tumpuan. Tidak hanya rakyat Argentina saja, media di sana pun tidak ketinggalan memberitakan segala hal soal pemain berkaki kiri tersebut.

Akan tetapi hal ini justru membuat Lionel Messi makin tertekan. Keadaan pun makin parah karena dia dianggap tidak mampu menghadapi tekanan besar dari negaranya itu. Faktor ini pula yang mungkin membuatnya sempat menyatakan pensiun dua kali beberapa waktu lalu.

  • Skuat Tim Tango yang Seadanya
Kekalahan timnas Argentina dan timnas Kolombia tidak dipandang sebagai kiamat oleh Lionel Messi.
clarin.com

Satu faktor penting kegagalan Lionel Messi bersama timnas Argentina belakangan ini tak lepas dari skuat seadanya yang mereka miliki. Ya, La Pulga yang selama di Barcelona dihuni pemain-pemain jempolan harus dihadapkan oleh pemain yang belum teruji kematangannya di tingkat internasional.

Bahkan hampir separuh dari skuat Tim Tango kali ini bukan pemain-pemain yang berasal dari klub raksasa. Praktis hanya Angel Di Maria (Paris Saint-Germain), Paulo Dybala (Juventus), Sergio Aguero, Nicolas Otamendi (Manchester City), dan Lautaro Martinez (Inter Milan), yang berasal dari tim raksasa Eropa.

Sedangkan pemain lainnya hanya memperkuat klub ‘kelas dua’ seperti Funes Mori (Villarreal), Nicolas Tagliafico (Aajx), Marcos Acuna (Sporting CP), Guido Pizarro (Tigre), Giovanni Lo Celso (Real Betis), Rodrigo De Paul (Udinese), dan lainnya. Nama-nama ini dianggap tak mampu melayani Messi dan meningkatkan performa tim.

Comments
Loading...