5 Alasan Shin Tae-yong Lebih Baik Dibanding Luis Milla

Football5star.com, Indonesia – Pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong digadang-gadang bakal menjadi pelatih timnas Indonesia menggantikan Simon McMenemy. Nama Shin Tae-yong bersaing dengan Luis Milla sebagai kandidat terkuat menangani tim Garuda Senior.

Jika menilik dari rekam jejaknya, Shin Tae-yong bisa dibilang cukup menjanjikan sebagai pelatih muda. Ia sendiri mengawali kariernya sebagai pemain di tim muda Yeungnam University pada 1988.

Football Tribe

Pada 1992, Shin Tae-yong mengawali karier profesionalnya di klub Liga Korea Seongnam FC. Ia bermain cukup lama di klub tersebut dan baru hengkang pada 2004 silam. Setelah itu, ia membela klub milik Bakrier Grup Brisbane Roar FC.

Karier kepelatihannya dimulai dengan menjadi carataker di Seongnam Ilhwa Chunma pada 2009. Di level timnas, Tae-yong mengawali kariernya sebagai caretaker di Korea Selatan pada 2014.

Empat tahun kemudian, ia berhasil mengantarkan Korea Selatan di Piala Dunia 2018. Namun dengan catatan seperti ini, apakah memang layak Shin Tae-yong melatih timnas dibanding Luis Milla?

Berikut 5 alasan Shin Tae-yong lebih baik dibanding Luis Milla jika melatih timnas Indonesia untuk pembaca setia Football5star.com

Pengalaman di Piala Dunia

Faktanya Shin Tae-yong memiliki keunggulan dibanding Luis Milla jika bicara pengalaman bermain di Piala Dunia. Meski secara karier profesional pelatih, Shin Tae-yong kalah jauh dibanding Milla namun faktanya ia bisa antarkan Korsel ke perhelatan Piala Dunia 2018.

Di Piala Dunia 2018 lalu, Korsel mampu catatkan 1 kemenangan. Hebatnya mereka mampu menang dari Jerman dengan skor 2-0. Sayangnya justru Tae-yong mendapat banyak kritik dari media lokal Korea Selatan. Ia dianggap pelatih gagal karena dianggap tidak memiliki kapasitas dalam hal taktik dan formasi.

Catatan manis timnas bersama pelatih asal Asia

Timnas Indonesia memiliki catatan manis saat dilatih oleh pelatih asal Asia, tepatnya dari Singapura yakni Choo Seng Quee. Ia melatih timnas Indonesia pada periode 1951 hingga 1953.

tnp.sg

Choo menerapkan metode displin kepada pemain timnas Indonesia saat itu. Hasilnya pelatih yang akrab dipanggil Uncle Choo tersebut mampu membuat timnas mencetak 46 gol dan kebobolan 9 gol. Saat itu, timnas juga mampu lolos hingga babak perempat final Asian Games 1951.

Trend pelatih Asia Timur

Melihat rekam jejak sejumlah negara Asia Tenggara lain. Pelatih yang berasal dari Asia Timur mendapatkan hasil positif. Timnas Thailand misalnya yang dilatih oleh Akira Nishino mampu catatkan hasil bagus.

Selain itu ada Vietnam yang dilatih oleh pelatih asal Korea Selatan Park Hang-seo. Timnas Kambajo juga dilatih oleh eks gelandang AC Milan Keisuke Honda. Negara ini mencatatkan hasil positif bersama para pelatih asal Asia Timur tersebut.

Torehan di level Asia

Jika prestasi terbaik Luis Milla adalah meraih medali perak di SEA Games 2011 lalu. Maka Tae-yong memiliki rekor cukup apik dengan membawa Timnas Korsel U-23 melaju ke final Piala Asia U-23 2016. Sayang di laga final, Korsel menyerah dengan skor 2-3 dari Jepang.

Tae-yong juga berhasil membawa timnas Korsel U-23 melaju ke babak delapan besar Olimpiade Rio 2016. Namun langkah Korsel kalah dari Honduras 0-1.

Gaya melatih

Selama melatih Korsel, Shin Tae-yong lebih banyak mengandalkan formasi klasik 4-4-2. Namun di sejumlah pertandingan, ia beberapa kali bereksperimen dengan mengandalkan sistem tiga bek seperti yang diterapkan Guus Hiddink selama melatih Korsel.

taegukwarriors.com

Formasi 3-5-2 memang jadi alternatif kedua yang acapkali diterapkan Shin jika 4-4-2 tak bisa diterapkan secara maksimal. Yang jadi catatan positif dari Shin ialah dia termasuk pelatih dengan kemampuan mengubah taktik di tengah pertandingan.

Namun catatan dari The Guardian, menyebutkan bahwa seharusnya Shin mampu menciptakan taktik baru dibanding bergantung pada taktik klasik 4-4-2. Pasalnya di sejumlah pertandingan Korsel, agresifitas lini depan malah tumpul.

Comments
Loading...