5 Alternatif Pelatih Timnas Indonesia Selain Luis Milla atau Shin Tae-yong

Football5Star.com – Calon pelatih Timnas Indonesia belakangan kian abu-abu. Hal itu setelah Shin Tae-yong dilaporkan memilih klub China, sedang Luis Milla dianggap tak mau menargetkan gelar juara. Anda 5 alternatif pelatih lain yang bisa dicoba PSSI.

PSSI akhirnya sudah menemui dua kandidat yang sudah digadang-gadang melatih Skuat Garuda. Shin Tae-yong sudah berbincang dengan mereka di Malaysia. Lalu, Luis Milla bersua dengan PSSI di Filipina.

Akan tetapi, Shin Tae-yong dilaporkan sudah jengah menunggu kepastian PSSI karena sudah ada tawaran dari China. Sedang Luis Milla dianggap tak berani menargetkan juara pada Piala AFF 2020 mendatang.

Andai mentok, PSSI bisa mencoba alternatif lain untuk menangani Timnas Indonesia. Football5Star.com mencoba memberikan opsi buat mereka, siapa saja?

Stefano Cugurra Teco

Stefano Cugurra Teco

Teco bukan nama baru di sepak bola Indonesia. Sejak tiba di Indonesia dengan status pelatih, tiga tahun lalu berbagai prestasi diukir juru taktik asal Brasil itu. Dia sukses membawa Persija ke Asia, lalu juara Liga 1 2018. Kini, Teco juga di ambang gelar liga kedua bersama Bali United.

Nama Teco sendiri sempat diinginkan suporter Indonesia sebelum Simon McMenemy. Dengan CV yang lumayan bagus, tak ada salahnya PSSI mencoba Teco. Dengan di ambang dua gelar juara liga berturut-turut, Teco pasti tahu tipikal pemain Indonesia.

Roberto Carlos Mario Gomez

Mario Gomez - Borneo FC - @PusamaniaBorneo

Nama Mario Gomez juga bisa dijadikan opsi buat PSSI. Bersama Persib Bandung dan Borneo FC, Gomez menyulap tim-tim yang dipegangnya menjadi menakutkan. Dia membawa Persib sempat nyaris juara sebelum mendapat cobaan bertubi-tubi musim lalu. Kini, dia berhasil membawa Borneo FC tak disangka-sangka sukses menembus tiga besar.

Melihat CV-nya, Gomez pernah membawa Johor Darul Takzim juarai Liga Super Malaysia dan tentunya AFC Cup. Dia didaulat menjadi pelatih terbaik Malaysia. Pelatih asal Argentina itu juga sempat menolak melatih Timnas Malaysia pada 2017.

Rahmad Darmawan

Rahmad Darmawan - Amido Balde - PSM Makassar
Dok. Ilhamsins

Rahmad Darmawan memang baru saja dipecat Tira-Persikabo. Tapi, sosok yang jua merupakan anggota TNI AL itu mengubah wajah Tira dari yang nyaris degradasi hingga sempat menjalani 13 laga tak terkalahkan.

RD, sapaan akrabnya juga memiliki CV mengilap. Dia pernah membawa Persipura juara 2005, lalu Sriwijaya FC jadi raja Liga Indonesia 2007-2008, tiga kali rengkuh Piala Indonesia 2007-08, 2008–09, 2010, dan jadi pelatih terbaik Piala Indonesia 2009. RD juga berhasil membawa Indonesia dua kali raih medali perak pada SEA Games 2011 dan 2013.

Indra Sjafri

Indra Sjafri - Timnas U-23 Indonesia - @BolaBanget

PSSI bisa saja menaikkan pangkat Indra Sjafri menjadi pelatih timnas senior andai raih medali emas SEA Games 2019. Timnas U-23 di bawahnya juga gemilang, salah satunya berhasil mengalahkan 2-0 Thailand. Hasil itu tentu istimewa kala timnas senior justru dibantai tiga gol tanpa balas di SUGBK dari Thailand.

Semasa jadi pelatih berbagai kelompok usia di Timns Indonesia, Indra juga meraih sejumlah gelar. Dia membawa Timnas U-19 juara 2013, lalu dua kali meraih peringkat ketiga pada edisi 2017 dan 2018. Pada level U-23, dia juga sukses membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF U-22 2019.

Alfred Riedl

Alfred Riedl mengaku sulit memprediksi pemenang laga timnas U-23 Vietnam lawan timnas U-23 Indonesia.

Bila benar-benar mentok juga, PSSI bisa melirik kembali Alfred Riedl. Opa Riedl, sapaan yang khas dari wartawan, bukan orang baru di sepak bola Indonesia, khususnya Timnas senior. Opa pernah tga kali menangani Timnas Indonesia, yakni 2010, 2014, dan 2016.

Prestasinya di Timnas Indonesia juga tak buruk. Dia sukses mengantarkan Skuat Garuda dua kali jadi runner-up, yakni edisi 2010 dan 2016 di Piala AFF. Prestasi yang lebih baik ketimbang keikutsertaan Indonesia pada 2018 yang tak mampu lolos grup.

Comments
Loading...