5 Blunder di Perhelatan Piala Afrika 2019

Football5star.com, Indonesia – Perhelatan Piala Afrika 2019 telah selesai. Aljazair tampil sebagai juara kompetisi setelah mengalahkan Senegal di partai puncak, 19 Juli 2019 lalu.

Gelar ini jadi yang kedua bagi Aljazair sepanjang keikutsertaannya di Piala Afrika. Gelar pertama mereka raih pada 1990 saat mereka jadi tuan rumah.

Keluarnya Aljazair sebagai juara Piala Afrika 2019 tentu jadi salah satu kejutan tersendiri. Di Piala Afrika tahun ini sejumlah hal kocak memang terjadi. Berikut sejumlah blunder dan momen kocak yang terekam selama Piala Afrika 2019.

Blunder Knowledge Musona

Salah satu blunder yang terjadi di Piala Afrika tahun ini dan jadi sorotan banyak pihak ialah blunder dari Knowledge Musona. Pemain asal Zimbabwe itu melakukan blunder saat menghadapi Uganda di babak penyisihan grup.

Pada menit ke-51, saat kedua tim berada di skor imbang 1-1. Musona mendapat peluang emas. Umpan manis yang diberikan rekannya dan ia tinggal memasukkan bola ke gawang kosong justru berbuah pahit.

Gawang kosong dan tak ada kiper, Musona justru mendendang bola melewati mistar gwang. Aksi dari Musona ini pun jadi perhatian banyak pihak, sejumlah media Inggris bahkan menjadikan aksi Musona sebagi hal terbodoh di Piala Afrika 2019.

Kegagalan Ferjani Sassi

Gelandang timnas Tunisia, Ferjani Sassi pada menit ke-75 babak semifinal Piala Afrika melawan Senegal hampir menjadi pahlawan untuk negaranya tersebut, Ia jadi algojo penalti saat wasit menunjuk titik putih.

Skor kedua tim saat itu masih imbang 0-0. Sayang sepakan pemain klub Zamalek SC itu gagal membobol gawang Senegal. Tunisia pun tersingkir di babak semifinal dengan kondisi yang menyakitkan.

Bunuh diri Dylan Bronn

Kegagalan Tunisia melaju ke partai puncak Piala Afrika tahun ini tidak hanya disebabkan kegagalan Ferjani Sassi menjadi algojo penalti. Justru orang kedua yang patut di salahkan ialah bek mereka Dylan Bronn.

Bronn melakukan blunder fatal saat pertandingan Senegal vs Tunisia harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Pada menit ke-100, pemain dari klub KAA Gent ini melakukan gol bunuh diri.

Gol dari bek berusia 24 tahun ini jadi satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan tersebut. Kedua tim sendiri bermain imbang tanpa gol meski keduanya sama-sama mendapat kesempatan emas, mendapat hadiah penalti.

Kegagalan Henri Saivet

Sepanjang pertandingan semifinal Senegal vs Tunisia, memang banyak drama yang terjadi. Selain kegagalan penalti Sassi dan gol bunuh diri Bronn, pemain Senegal, Henri Saivet juga melakukan blunder.

Lima menit setelah kegagalan Sassi mengeksekusi penalti, Senegal yang gantian mendapat hadiah penalti. Saivet ditunjuk jadi algojo. Keputusan ini cukup mengherankan, pasalnya di skuat Senegal ada Sadio Mane yang lebih berpengalaman.

Benar saja ekseksui dari Saivet juga gagal menembus kiper Tunisia. Skor imbang tanpa gol di waktu normal akhirnya membuat pertandingan harus dilanjutkan lewat babak tambahan waktu.

Blunder William Troost-Ekong

Melajunya Aljazair sampai partai puncak tak lepas dari peran seorang bek tengah Nigeria, William Trosst-Ekong. Bagaimana tidak, bek berusia 31 tahun itu membuat gol bunuh diri di partai semifinal.

Pada menit ke-40, pemain yang bermain di Udinese ini membuat Aljazair unggul 1-0. Kegagalannya mengantisipasi skema serangan Aljazair berujung pada bergetarnya gawang Nigeria.

Meski Odion Ighalo sempat menyamakan kedudukan lewat titik putih. Free kick dari Riyad Mahrez pada menit ke 90+5 membuat Nigeria gagal melaju ke partai puncak.

Comments
Loading...