5 Blunder Fatal yang Terjadi di Laga AC Milan vs Inter Milan

Football5star.com, Indonesia – Serie A Italia akhir pekan ini akan dipanaskan laga AC Milan vs Inter Milan, Minggu (22/9/2019) dinihari WIB. Sudah banyak terjadi kejadian-kejadian mengejutkan yang tersaji di laga berjuluk Derby della Madonnina ini.

Kejadian-kejadian mengejutkan yang dimaksud bukan hanya soal gol-gol indah, momen-momen kontroversi, atau penyelamatan gemilang yang dilakukan seorang kiper. Tapi juga soal blunder-blunder yang membuat mereka menelan kekalahan.

Ya, kendati laga ini jadi yang salah satu terbesar di Eropa, tidak berarti pertandingan AC Milan vs Inter Milan minim dengan kesalahan yang dilakukan para pemainnya. Dan tidak hanya kiper saja yang membuat kesalahan atau blunder yang merugikan timnya. Para pemain belakang dan tengah juga tak lepas dari blunder.

Dari beberapa blunder yang dimaksud, Football5star sudah merangkum lima blunder fatal yang terjadi di laga AC Milan vs Inter Milan:

1. Paolo Maldini (2006-2007)

Blunder pertama datang dari legenda hidup Milan, Paolo Maldini. Kejadian tak wajar ini terjadi pada musim 2006-2007. Inter yang ketika berstatus sebagai tuan rumah tertinggal lebih dulu lewat gol mantan pemain mereka, Ronaldo.

Tapi setelah itu pertandingan berubah jadi milik I Nerazzuri. Berawal dari pergerakan Julio Cruz di sisi kiri pertahanan Milan membuat Paolo Maldini melakukan kesalahan fatal. Kesalah pahamannya dengan rekan setim membuat dirinya telat mengantisipasi gerakan Cruz.

Maldini pun terjatuh karena bolanya mampu direbut striker asal Argentina itu. Alhasil bola umpan sang bomber berhasil disambut Zlatan Ibrahimovic di mulut gawang untuk mencetak gol kemenangan 2-1.

2. Dida (2007-2008)

Selama ini Dida dikenal sebagai salah satu kiper terbaik AC Milan sepanjang sejarah. Tapi tidak jarang pula jika kiper asal Brasil membuat kesalahan elementer yang berdampak buruk pada klubnya.

Kesalahan Dida pada musim 2007-2008 mungkin jadi salah satu yang akan ia kenang sepanjang masa. Bagaimana tidak, kiper asal Brasil gagal menghalau bola hasil tendangan Esteban Cambiasso dari luar kotak penalti.

Tendangan kaki kiri Cambiasso sejatinya tidak terlalu kuat, bahkan bisa dibilang bola mengarah langsung ke Dida. Namun, yang terjadi kemudian justru Dida gagal menangkap bola yang berlalu di sela-sela kedua kakinya. Gol ini sekaligus membalikkan keadaan untuk Inter yang menang 2-1.

3. Patrick Vieira (2007-2008)

Masih di musim yang sama, laga Derby della Madonnina juga menghasilkan blunder fatal. Kali ini giliran dari kubu Inter Milan yang menempatkan nama Patrick Vieira sebagai pelakunya. Kesalahan sang gelandang terbilang cukup fatal.

Patrick Vieira yang dalam posisi menguasai bola gagal mengamankannya. Niat ingin memperlambat tempo permainan justru berbuah petaka saat bola mampu direbut Ambrosini. Imbasnya bola bergulir lagi ke kotak penalti La Benemata.

Di sana sudah ada Kaka yang menunggu bola. Kaka yang berdiri tanpa kawalan pun dengan dingin menceploskan bola ke gawang yang dikawal Julio Cesar. Pada akhir pertandingan Inter harus menelan kekalahan dengan skor 1-2.

4. Ignazio abate (2011-2012)

Musim 2011-2012 bisa dibilang sebagai musim penuh cobaan untuk kedua klub, terutama bagi Inter yang seakan kehilangan kekuatan setelah ditinggal pelatihnya, Jose Mourinho. Walau begitu bukan berarti mereka menyerah begitu saja saat bertemu saudara tuanya.

Dengan sedikit bantuan dari keteledoran pemain belakang AC Milan, Inter Milan sukses meraih kemenangan tipis 1-0. Gol semata wayang dicetak oleh bomber andalan mereka, Diego Milito yang masih bertaji.

Proses terjadinya gol Diego Milito berkat andil kesalahan bek I Rossoneri, Ignazio Abate. Ia gagal menahan menghalau umpan Javier Zanetti dari sisi kanan. Abate yang sudah melakukan pergerakan halauan justru gagal mendapatkan bola. Milito yang berada tepat di belakangnya pun dengan cerdik mengambil bola dan mencetak gol kemenangan.

5. Sebastian Frey (2000-2001)

Kesialan Inter pada musim 2000-2001 berlipat gandang. Terlempar dari empat besar di akhir musim, klub yang saat itu dilatih Marco Tardelli juga dibantai oleh tim sekota, Milan. Tidak tanggung-tanggung, enam gol langsung bersarang ke gawang Sebastian Frey.

Dari enam gol tersebut, ada satu gol yang tercipta karena blunder yang dilakukan Frey ketika mengantisipasi bola. Ia salah mengantisipasi tendangan bebas pemain Milan, Federico Giunti.

Sebastian Frey terkecoh dengan pergerakan pemain I Rossoneri yang ada di depannya. Alhasil bola pantulan Federico Giunti melesat mulus ke gawang Inter. Gol ketiga ini sekaligus meruntuhkan mental para pemain hingga akhirnya kalah 0-6.

Comments
Loading...