Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Cerita Unik di Balik Perjalanan Karier Yanto Basna

Football5Star.com – Rudolof Yanto Basna merupakan salah satu pemain muda bertalenta yang kini tengah menimba ilmu di negeri orang. Dalam perjalanan kariernya, ada beberapa kisah unik dari Yanto Basna.

Pemain berusia 24 tahun itu, sudah tiga musim terakhir berkarier di Thailand. Dia pertama kali pindah ke sana saat direkrut oleh Khon Kaen, lalu didatangkan Sukothai, dan kini memperkuat PT Prachuap.

Dalam perjalanan kariernya, Basna memiliki beberapa cerita dan fakta unik yang jarang diketahui. Apa saja? Berikut Football5Star.com coba rangkum:

Sempat Tak Didukung Orang Tua

Saat awal-awal berkarier, orang tua Yanto Basna kurang setuju anaknya bermain sepak bola. Dia menyebut kalau memang pikiran orang Papua lebih mengutamakan sekolah, setelah itu baru sepak bola.

Yanto Basna - Prachuap FC - @yanto_basna

“Lalu setelah akan ke Uruguay (ikut program SAD), orang tua kasih pilihan bola atau sekolah, saya pilih bola. Lalu bapak ngomong, kalau begitu kamu main bola 60 persen, sekolah 40 persen jadi seimbang, 2009 mulai didukung,” ungkap Basna dikutip dari Youtube BangBes.

Inspirasikan Boaz Solossa

Meski berposisi sebagai bek, Basna ternyata mengidolakan Boaz Solossa yang notabene merupakan striker. Memang, kata Basna, kebanyakan pemain dari Papua tentu menjadikan Boaz sebagai panutan.

“Saya tinggal satu kampung dengan kaka Boaz Solossa di Sorong. Jadi, saat bermain bola saya termovitasi dengan dia,” ujar Basna.

Awalnya Striker, Sempat Top Skorer

Tak salah kalau memang Yanto Basna sempat mengidolakan Boaz Solossa. Pemain yang pernah juarai Piala Jenderal Sudirman 2015 lalu itu ternyata sempat menjadi top skorer.

“Dulu saya saat di SSB posisinya striker lalu top skorer. Akhirnya ke sini-sini turun menjadi bek,” kata Basna.

Sempat Dibohongi Agen

Pada awal-awal mau bermain di Thailand banyak cobaan yang diterima pemain kelahiran Sorong, Papua itu. Ada agen yang menjanjikannya main di Bangkok Glass (sekarang BG Panthum).

“Ada agen yang menjanjikan saya ke Bangkok Glass, itu kan tim bagus. Dia sudah kirim saya gambar apartemen, mobil, tapi setelah sampai di Thailad hoax, dia tipu saya. Akhirnya ya mau gimana lagi, saya sudah sampai di Thailand. Lalu saya seleksi di Khon Kaen,” ungkap Yanto Basna dalam live Instagram APPI.

Ke Luar Negeri Demi Modal Jadi Pelatih

Keputusan Basna untuk berkarier di luar negeri punya tujuan khusus sendiri. Dia menyebut kalau dengan berkarier di negeri orang, pengetahuan dan wawasannya akan taktik serta kultur menjadi luas.

Yanto Basna Sendirian di Thailand, Rindu Tanah Air
Instagram Yanto Basna

“Sebenarnya yang saya cari pengalaman, pikiran saya korbankan beberapa tahun di luar negara, mindset pasti beda, ketika nanti jadi pelatih ada relasi di luar negara cari ilmu 10-15 tahun yang akan datang, seperti soal taktik, dan sebagainya,” ungkap Yanto Basna dalam Youtube BangBes.