5 Comeback Dramatis Liverpool di Anfield

Football5star.com, Indonesia – Bagi sebagian besar tim Eropa, Stadion Anfield menjadi tempat yang tak mengenakkan. Bagaimana tidak, mereka bisa kalah di sini kendati meraih kemenangan mudah saat menjamu Liverpool di markasnya masing-masing.

Pada awal kedatangannya, pelatih legendaris Liverpool, Bill Shankly, meminta pihak klub untuk memasang sebuah tulisan sederhana bertajuk “This is Anfield” di lorong pemain. Alasan Shankly ketika itu jelas, agar semua tim lawan ketakutan saat memasuki lapangan.

Apa yang didambakan Shankly saat itu kerap menjadi kenyataan hingga saat ini. Liverpool beberapa kali berhasil membalikkan keadaan ketika menghelat laga penting di Anfield. Saat ini, anak asuh Juergen Klopp kembali mengharapkan daya magis kandang mereka untuk mengalahkan Napoli di laga terakhir fase grup Liga Champions.

Untuk itu, Football5star.com sudah merangkum lima comeback dramatis Liverpool ketika bermain di Stadion Anfield:


  1. Perempat Final Piala Champion 1977
dailymail.co.uk

Ketika Liga Champions masih bernama Piala Champions, Liverpool pernah berada dalam fase kritis di perempat final. Mereka kalah 0-1 dari St Ettienne di leg pertama dan membutuhkan kemenangan ketika gantian menjamu klub asal Prancis itu di Anfield.

Tampil dengan kekuatan penuh, pasukan Bob Pasley akhirnya sukses membalikkan keadaan di Anfield. Joe Jones dkk pun berhasil menang dengan skor 3-1 dan melaju ke semifinal. Pada akhirnya, Liverpool sukses merengkuh gelar Si Kuping Besar pada musim tersebut.


  1. Babak 32 Besar Piala UEFA 1991
dailymail.co.uk

Cerita indah Liverpool di stadion kebanggaannya kembali tercipta pada 1991. Menghadapi Auxerre, The Reds berhasil mengubah kemustahilan menjadi sebuah kemungkinan. Kalah 0-2 pada pertemuan pertama membuat klub asal Merseyside itu tampil kesetanan di kandang.

Membutuhkan tiga gol untuk lolos, Jan Molby dan kolega menang dengan skor 3-0. Kendati stadion hanya dipenuhi 23 ribu fans, anak asuh Kenny Dalglish sukses memborong tiga gol melalui Molby, Mike Marsh, Mark Walters.


  1. Laga Terakhir Fase Grup Liga Champions 2004

Memiliki situasi serupa dengan musim ini, Liverpool berada di ujung tanduk pada laga terakhir fase grup Liga Champions musim 2004-2005. Membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol untuk lolos ke 16 besar, The Reds langsung tampil menekan ketika menghadapi Olympiakos.

Sempat tersentak melalui gol tendangan bebas Rivaldo pada babak pertama, anak asuh Rafael Benitez mampu membalikkan keadaan menjadi 3-1. Tendangan gledek Steven Gerrrad empat menit jelang laga berakhir memastikan langkah ke putaran selanjutnya.


  1. Semifinal Liga Champions Musim 2006-2007
dailymail.co.uk

Setelah bertarung melawan Chelsea pada semifinal musim 2004-2005, Liverpool kembali harus menghadapi klub yang sama di babak yang sama dua musim kemudian. Namun, leg kedua kali ini berlangsung lebih berat bagi mereka karena mengantongi kekalahan 0-1 di Stamford Bridge.

Akan tetapi gol Daniel Agger pada awal babak pertama kembali menghidupkan asa 50 ribu suporter yang memadati Anfield saat itu. Skor 1-0 yang bertahan hingga masa perpanjangan pun membuat laga harus dilanjutkan kea du penalti. Di sini lah Liverpool menunjukkan kelasnya dengan memenangi laga 4-2.


  1. Perempat Final Liga Europa Musim 2015-2016

Kemegahan Anfield kembali terjadi di kompetisi Eropa. Kali ini Borussia Dortmund yang harus mengakui keangkeran stadion yang sempat dipugar pada musim 2017 lalu ini. Bagaimana tidak, mereka yang sudah unggul 2-0 pada babak pertama harus tertunduk lesu di akhir laga.

Divock Origi, Philippe Coutinho, Mamadou Sakho, dan gol masa injury time Dejan Lovren membuat gol kilat yang dicetak Pierre Emerick Aubameyang, Henrikh Mkhtaryan, dan Marco Reus tidak berguna. Pada akhirnya kemenangan 4-3 pun diraih dan membuat klub besutan Juergen Klopp lolos dengan agregat 5-4.

Comments
Loading...