5 Comeback Dramatis di Fase Gugur Liga Champions

Football5star.com, Indonesia – Barcelona harus menerima kenyataan tersingkir dari Liga Champions musim ini pada Rabu (8/5) pagi. Datang ke Anfield dengan modal kemenangan 3-0 di pertemuan perdana, Lionel Messi dkk justru takluk 0-4 dari Liverpool.

Hasil ini mengingatkan publik pada kejadian musim lalu ketika Barca mengalami hal serupa saat menghadapi AS Roma. Unggul 4-1 di leg pertama perempat final, Blaugrana justru digilis Giallorossi 3-0 saat bertandang ke Stadion Olimpico.

Situasi bangkit dari kematian seperti ini memang bukan hal baru di Liga Champions. Banyak kemenangan dramatis yang diraih tim kontestan baik saat fase gugur, atau pun partai final. Bahkan, situasi ini seringkali dialami oleh satu tim saja.

Kebetulan atau tidak, Barcelona terbilang akrab dengan situasi remontada seperti ini. Situs resmi UEFA merilis setidaknya ada lima momen comeback yang melibatkan tim asal Catalonia tersebut. Tiga di antaranya terjadi tiga musim belakangan.

Berikut Lima Comeback Dramatis di Fase Gugur Liga Champions

Barcelona vs Paris Saint-Germain (perempat final musim 2016/17)
Lionel Messi dkk berhasil “bangkit dari kematian” ketika menjamu Paris Saint-Germain di Camp Nou. Dengan modal kekalahan 0-4 di laga perdana, pekerjaan besar tentu menunggu mereka. Namun, tim tamu yang secara posisi lebih unggul, justru tidak bisa mengembangkan permainannya.

Barcelona 6-1 Paris Saint-Germain - Liga Champions - Footballstar
mansworldindia.com

Pada pertemuan kedua di Camp Nou, Barca berhasil meraih kemenangan besar yakni 6-1. Gol kemenangan mereka dipastikan oleh Sergi Roberto pada menit-menit akhir pertandingan. Barca pun melenggang ke perempat final dengan agregat 6-5.

Deportivo La Coruna vs AC Milan (perempat final 2003/04)
Pertandingan ini jadi contoh nyata tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. AC Milan, yang pada saat itu berstatus sebagai juara bertahan, harus tersingkir oleh Deportivo LaCoruna. Unggul 4-1 pada leg pertama di San Siro sedikit membuat anak asuh Carlo Ancelotti terlena.

Ketika gantian bertandang ke kandang Deportivo, Nelson Dida dkk justru digilas empat gol tanpa balas. Walter Pandani, Juan Carlos Valeron, Albert Luque, dan Gonzalez jadi yang bertanggung jawab atas kekalahan Milan malam itu.

Barcelona vs AS Roma (perempat final musim 2017/18)
Situasi seperti di Anfield tadi pagi pernah dialami Barcelona, persis tahun lalu. Kala itu, banyak yang menjagokan anak asuh Ernesto Valverde bisa mudah melenggang ke semifinal dan menyingkirkan AS Roma.

Kepercayaan diri Barca pun melambung tinggi dengan bekal kemenangan 4-1 pada leg pertama di Camp Nou. Namun, pertandingan leg kedua di Olimpico berakhir bencana. Secara mengejutkan, Giallorossi tampil dengan penuh semangat dan mencatatkan hasil 3-0 di akhir laga. Roma pun lolos dengan agregat gol tandang.

Bayern Munich vs FC Porto (Perempat Final musim 2014/15)
Bayern Munich mengamuk di kandang saat menjamu FC Porto pada perempat final leg kedua musim 2014/15. Thomas Mueller dkk tertinggal 1-3 dari Dragoes ketika bertandang ke Portugal. Banyak yang menilai perjalanan Die Roten di Liga Champions musim itu sudah habis.

Bayern Munich - FC Porto - Liga Champions - Football5star
AFP

Namun yang terjadi kemudian adalah salah satu kemenangan terbesar di fase gugur Liga Champions. Tak tanggung-tanggung, Bayern melibas tamunya dengan skor 6-1. Tim asal Bavaria tersebut pun lolos ke semifinal dengan agregat 7-4.

Liverpool vs Barcelona (Semifinal musim 2018/19)
Lagi dan lagi, Liverpool membuktikan mereka bukan tim sembarangan jika sudah urusannya kompetisi Eropa. Tertinggal 0-3 pada leg pertama dari Barcelona, anak asuh Juergen Klopp bangkit ketika gantian menjamu di Anfield pada Rabu (8/8) pagi tadi.

Divock Origi dan Giorgino Wijnaldum masing-masing mencetak dua gol untuk membawa Liverpool lolos dengan agregat 4-3. Bagi The Reds, ini merupakan kedua kalinya sepanjang dua musim lolos ke partai puncak Liga Champions. 

Comments
Loading...