5 Fakta Menarik Kemenangan Cadiz atas Barcelona

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah kejutan besar tersaji pada jornada ke-12 Liga Spanyol, Minggu (6/12/2020) dini hari WIB. Cadiz yang berstatus tim promosi memetik kemenangan atas Barcelona. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Ramon de Carranza, tim asuhan Alvaro Cervera menang 2-1 meskipun penguasaan bola hanya 28%.

Di balik hasil sensasional itu, tertoreh beberapa catatan menarik. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik kemenangan Cadiz atas Barcelona tersebut.

Kemenangan Ke-3 Cadiz

Memetik kemenangan atas Barcelona adalah hal sangat langka bagi Cadiz. Sepanjang sejarah, kemenangan pada pertemuan ke-25 ini merupakan yang ketiga. Sebelumnya, mereka menang pada 1982 dan 1991. Semuanya di kandang sendiri. Pada 3 Januari 1982, El Submarino Amarillo menang 1-0, sedangkan pada 11 Mei 1991 unggul 4-0.

Setelah kemenangan terakhir pada 1991, Cadiz selalu inferior dari Barcelona. Dalam enam pertemuan beruntun, mereka selalu kalah dan hanya mampu membuat total 3 gol. Pada 6 Desember 1992, El Submarino Amarillo bahkan dihajar 0-4 oleh El Barca.

Tanpa Pemain Barca di Scoresheet

Satu-satunya gol Barcelona saat kalah dari Cadiz berasal dari bunuh diri pemain lawan.
Getty Images

Ada hal menarik dalam 3 kekalahan Barcelona dari Cadiz. Dalam tiga pertandingan tersebut, tak ada pemain El Barca yang masuk scoresheet alias menjebol gawang lawan. Pada 1982 dan 1991, jelas-jelas El Barca gagal mencetak gol. Lalu, 5 gol pada dua laga itu pun semuanya murni dijejalkan pemain Cadiz, bukan bunuh diri pemain El Barca.

Pada pertemuan di Stadion Ramon de Carranza, 6 Desember 2020, Barcelona memang kalah 1-2. Namun, gol tim asuhan Ronald Koeman berasal dari bunuh diri Pedro Alcala yang coba memotong umpan berbahaya dari Jordi Alba.

Cadiz Bungkam Dua Raksasa

Cadiz jadi klub promosi pertama yang kalahkan Real Madrid dan Barcelona pada separuh musim.
Getty Images

Kemenangan atas Barcelona pada jornada ke-12 juga sangat istimewa bagi Cadiz. Itu melengkapi sensasi yang dibuat pada musim ini. Bukan apa-apa, sebelumnya, tim asuhan Alvaro Cervera juga mampu menghajar raksasa Spanyol lainnya, Real Madrid, pada jornada ke-6 berkat gol tunggal Anthony Lozano. Hebatnya lagi, kemenangan itu dituai di kandang lawan.

Kemenangan atas dua raksasa Liga Spanyol itu membuat Cadiz menorehkan prestasi tersendiri. El Submarino Amarillo jadi klub promosi pertama yang mampu mengalahkan Madrid dan Barcelona pada separuh musim sejak format 20 klub diberlakukan.

Momok Bernama Cesar Soto

Barcelona selalu kalah dalam 2 laga tandang yang dipimpin wasit Cesar Soto Grado pada musim ini.
Getty Images

Kemenangan Cadiz kian menegaskan kesialan Barcelona setiap kali diwasiti Cesar Soto Grado di kandang lawan. Ini merupakan kali kedua secara beruntun El Barca menelan kekalahan saat menjalani laga dengan Soto sebagai wasit.

Sebelumnya, El Barca juga menuai kesialan saat menjalani laga dengan wasit ini di kandang Getafe pada jornada ke-6, 17 Oktober silam. Kala itu, Lionel Messi harus pulang dengan tangan hampa gara-gara kalah 0-1. Pedihnya, gol tunggal yang dijejalkan Jaime Mata berasal dari eksekusi penalti.

Rekor Buruk Ronald Koeman

Kekalahan 1-2 dari Cadiz membuat Barcelona hanya menuai 14 poin dari 10 laga yang telah dilakoni pada pentas LaLiga musim ini. Rinciannya, mereka 4 kali menang, 2 kali imbang, dan 4 kali kalah. Raihan poin ini adalah yang terendah sejak 1987-88. Ketika itu, bila dihitung dengan sistem 3 poin untuk kemenangan, El Barca hanya mengemas 13 poin.

Hasil itu pun jadi coreng di muka Ronald Koeman. Pasalnya, itulah hasil terburuk pelatih Barcelona pada 10 laga awal LaLiga sejak Rinus Michels pada 1971-72. Ketika itu, Michels memulai kiprah di Liga Spanyol dengan meraih 2 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 5 kekalahan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More