5 Fakta “Negeri Antah-berantah” Mariana Utara, Calon Lawan Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-16 Indonesia besutan Bima Sakti akan menghadapi Mariana Utara di babak Kualifikasi grup G Piala Asia U-16 2020 di Stadion Madya pada 18 September 2019 mendatang. Ini untuk kali kedua Mariana Utara bertemu timnas Indonesia.

Mariana Utara memang bukan negara yang memiliki rekam jejak bagus di kancah sepak bola. Jangankan mendengar nama Mariana Utara di kompetisi internasional, publik Indonesia juga mayoritas tidak tahu di mana letak Mariana Utara.

Banyak fakta menarik tentang negara kepulauan ini. Sepak bola Mariana Utara ternyata memiliki kekhasan dalam proses pembinaan pemain mudanya. Meski bukan jadi olahraga terpopuler, negara yang masuk sebagai negara persemakmuran Amerika Serikat cukup serius untuk mengembangkan sepak bola.

Saipantribune

Berikut 5 fakta menarik sepak bola Mariana Utara untuk pembaca setia Football5star.com

Sokongan Jepang dan Negara Asia Timur

Terletak di kawasan Ocenia dan bertetangga dengan Filipina, sepak bola Mariana Utara banyak terbantu pengembangannya oleh Jepang dan sejumlah negara dari kawasan Asia Timur.

Pada 2018 lalu seperti dikutip Football5star.com dari Saipantribune, Jumat (13/9/2019) Jepang, Korsel, dan Federasi sepak bola Asia Timur membangun fasilitas sepak bola untuk anak-anak di Mariana Utara.

Fasilita sepak bola yang berlokasi di Koblerville ini memiliki lapangan utama, lapangan mini, dan sejumlah fasilitas lain untuk melatih para pemain muda Mariana Utara. Federasi sepak bola Mariana Utara sepanjang 2018 hingga 2020 menargetkan adanya 1000 pemain yang berlatih di fasilitas ini.

“Ketika kami memulai sepak bola pada 2005, sangat sulit untuk merekrut pemain. Tetapi kami tidak menyerah dan tentunya kami harus meminta bantuan dari pihak lain,” kata ketua federasi sepak bola Mariana Utara, Jerry Tan.

Saipantribune

Jepang juga jadi negara yang cukup fokus membantu sepak bola Mariana Utara. Pelatih tim U-16 Mariana Utara Michiteru Mita kelahiran Jepang. Tidak itu saja, federasi sepak bola Mariana Utara juga pernah memiliki direktur teknis seorang Jepang bernama Kiyoshi Sekuguchi.

Sebelum menjadi direktur teknik Mariana Utara, Sekiguchi sempat menjadi pelatih tim nasional pada 2010 hingga 2014 lalu.

Ancaman bencana alam

Sebagai negara yang berlokasi di kawasan Samudra Pasifik, ancaman bencana alam mengintai Mariana Utara. Negara ini sempat diterjang Topan Super Yutu pada akhir Desember 2018 lalu. Akibat dari terjangan angin topan ini sejumlah aktifitas negara ini terhenti.

Termasuk kompetisi liga sepak bola negara ini. Bahkan sejumlah fasilitas sepak bola harus hancur lebur akibat terjangan angin topan supoer Yutu. Baru pada Maret 2019 lalu, federasi sepak bola Mariana Utara kembali menghelat kompetisi sepak bola 2019.

Saipantribune.com

Menariknya kompetisi sepak bola di Mariana Utara pada tahun ini juga diikuti oleh para pemain muda. Tercatat ada 54 tim yang tersebar di 9 grup pada kompetisi tahun ini. Tidak hanya untuk tim muda, kompetisi sepak bola putri U-19 juga dihelat pada tahun ini.

Pertandingan sepak bola di Mariana Utara biasanya berlangsung pada sore hari, di mulai pada pukul 17:30 waktu setempat hingga pukul 19:15.

Masuk regional Asia Timur

Meski secara geografis, Mariana Utara berada di zona Osenia, federasi sepak bola negara ini tergabung di federasi sepak bola negara Asia Timur dan juga menjadi anggota AFC. Namun dengan kondisi sepak bola yang masih dalam proses pengembangan, Mariana Utara pun tidak masuk ke dalam rangking FIFA.

Kiprah timnas Mariana Utara memang cukupn miris. Tercatat sejak terbentuk pada 2005, timnas mereka kebobolan sebanyak 78 gol di pertandingan internasional yang diikuti.

Menariknya tim ini sempat meraih kemenangan terbesar saat bertemu Palau pada 31 Juli 1998 silam. Saat itu Mariana Utara menang dua belas gol tanpa balas.

Sedangkan untuk level tim senior, kekalahan terbesar Mariana Utara terakhir terjadi pada 4 September 2018. Melawan Mongolia, Mariana Utara kalah 9-0.

Stadion terbesar

Untuk stadion terbesar, negara ini memiliki stadion terbesar bernama Oleai Sports Complex. Stadion ini hanya berkapasitas 2000 penonton. Tak mengherankan sebenarnya karena sepak bola bukan olahraga terpopuler di negara ini.

Saipantribune.com

Berdasarkan data bank dunia tahun 2016 negara ini hanya dihuni sekitar 55.023 orang, tak lebih banyak dari kapasitas penonton Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Bahkan jika seluruh penduduk Nothern Marianas duduk di bangku penonton SUGBK, masih akan ada sekitar 20 ribu bangku tersisa.

Paling banyak pemain tua

Minimnya regenerasi pemain di negara ini membuat timnas mereka mayoritas diisi para pemain tua. Dalam rentang waktu 2007, tim senior di negara ini diisi oleh pemain berumur di atas 40 tahun. Pemain tertua yang pernah membela timnas negara ini bernama Wesley Bogdan.

Ia membela timnas negara ini pada 2007 lalu saat usianya 48 tahun. Kala itu Bogdan membela Mariana Utara melawan Guam di ajang EAFF Championship.

Comments
Loading...