5 Fakta Sejarah Rivalitas AC Milan vs Inter Milan

Football5star.com, Indonesia – Liga Italia pekan ini akan memainkan pertandingan akbar di San Siro, Senin (18/3/2019) dini hari WIB, ketika AC Milan dan Inter Milan saling berhadapan. Sebagai tim satu kota, banyak sejarah yang melatarbelakangi rivalitas kedua tim.

Kendati pamornya sempat menurun dalam beberapa musim terakhir karena merosotnya performa kedua tim. Laga yang dikenal dengan sebutan Derby della Madonnina kali ini akan menyuguhkan cerita berbeda.

Baik AC Milan dan Inter Milan saat ini sedang dalam performa menanjak. Hal tersebut setidaknya terlihat dari keberadaan kedua tim di klasemen. I Rossoneri kini berada di peringkat ketiga dengan 51 poin, sedangkan I Nerazzuri menguntit di bawahnya dengan jarak satu poin saja.

Melihat kembalinya kedua klub ke papan atas tentu mengulang memori masa lalu tentang kehebatan mereka. Tapi bagaimana sebenarnya rivalitas dua klub sekota ini bermula? Dan apa yang menyebabkan ada dua klub hebat dalam satu kota?

Football5star.com akan mengulas lima fakta sejarah rivalitas Derby della Madonnina yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Perpecahan yang menumbuhkan Inter

@Inter

Pada awalnya, kota Milan hanya memiliki satu klub sepak bola, yakni AC Milan. Selama sembilan tahun klub yang berdiri 1899 ini menjadi raja di kota mode sampai akhirnya cerita berubah drastis pada 1908.

Beberapa direksi mulai tidak sejalan dengan kebijakan transfer klub yang memiliki warna kebesaran Merah-Hitam ini. Mereka tidak setuju klubnya hanya mengandalkan pemain lokal saja tanpa memikirkan kehebatan pemain luar.

Dari sini lah terjadi perpecahan di dalam tubuh klub hingga akhirnya beberapa orang dari Italia dan Swiss mendirikan Internazionale Milan pada 9 Maret 1908. Untuk merepresentasikan namanya, mereka pun mulai mendatangkan pemain-pemain yang berasal dari seluruh dunia.

2. Patung Bunda Maria sebagai lambang

couturehayez.com

Selayaknya derbi-derbi yang terjadi di seluruh dunia, derbi Milan pun memiliki nama tersendiri. Selama ini pertemuan kedua tim selalu disebut sebagai Derby della Madonnina. Tapi apa sebenarnya yang membuat derbi ini dijuluki demikian?

Ya, Derby della Madonnina diambil dari nama patung Bunda Maria yang terdapat di bagian atas Katedral terkenal di Milan. Warga setempat menyebut patung tersebut dengan nama ‘Madonnina’ yang dalam Bahasa Italia diartikan sebagai ‘Madonna Kecil’.

Masyarakat setempat tidak hanya ingin mengenal patung tersebut sebagai simbol kota mereka saja, tapi juga ingin mengabadikannya dalam bentuk pertandingan sepak bola paling sengit di dunia.

3. Perang saudara Baresi

topsimages.com

Dalam perjalanan panjang Milan dan Inter untuk mencapai kesuksesan, mereka banyak dihuni pemain hebat yang berasal dari Italia. Bahkan tidak sedikit pula keduanya menghasilkan talenta luar biasa dari akademinya.

Yang paling mencuri perhatian tentu saja munculnya nama Baresi bersaudara. Nama Franco Baresi tentu megah di telinga Milanisti karena dia legenda yang hanya mengenal Milan dalam karier sepak bolanya. Sementara di Inter ada sang kakak, Giuseppe Baresi, yang juga selalu dikenang Interisti sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Tapi persaudaraan mereka kerap terganggu ketika harus saling berhadapan di lapangan. Bahkan keduanya harus saling mengalahkan selama dua dekade memperkuat Milan dan Inter. Namun, siapa sangka jika sejatinya Franco nyaris bergabung dengan Inter ketika mengikuti trial bersama sang kakak. Sayangnya, hanya Giuseppe yang diterima La Beneamata.

4. Perseteruan Belanda vs Jerman berlanjut di Kota Milan

auctions.com

Di tingkat internasional, timnas Belanda dan Jerman adalah musuh bebuyutan. Keberadaan kedua negara yang tidak begitu jauh, ditambah dengan terus munculnya talenta-talenta terbaik tiap tahunnya membuat dua negara ini selalu berlomba untuk menjadi yang terbaik.

Milan dan Inter kemudian menjadi dalang terciptanya persaingan Belanda vs Jerman di tingkat klub. Medio 1980-an akhir hingga 1990-an, tercipta lah duel “tiga lawan tiga” Der Panzer dan De Oranje.

I Rossoneri mendatangkan tiga talenta terbaik Belanda, Frank Rijkaard, Ruud Gullit, dan Marco van Basten. Tidak mau kalah, Inter menggaet trio handal Jerman, Adnreas Brehme, Juergen Klinsmann, serta Lothar Matthaeus. Tapi yang mencuri perhatian tentu saja trio Belanda yang mampu meraih dua gelar Liga Champions.

5. Rekor Individu Pemain

@ClassicCalcio

Dalam hal rekor individu pemain, klub yang kini dilatih Gennaro Gattuso patut berbangga karena memiliki dua pemain sekaligus yang tercatat dalam sejarah Derby della Madonnina. Untuk urusan rekor pertandingan terbanyak, Paolo Maldini lah rajanya.

Hanya memperkuat satu klub sepanjang karier sepak bolanya, Maldini tercatat menorehkan 56 penampilan melawan Inter dalam 24 tahun pangabdiannya di San Siro. Hebatnya lagi, tidak sekali pun ia menerima kartu merah di Derbi.

Sementara untuk top skorer sepanjang masa AC Milan vs Inter Milan masih dipegang oleh striker asal Ukraina, Andriy Shevchenko. Tujuh tahun berseragam Merah-Hitam, sang bomber sukses menyarangkan 14 gol.

AC Milanac milan vs inter milanDerby della MadonninaInter Milan