5 Kisah Menarik Quini Semasa Aktif di La Liga

Football5Star.com, Indonesia – Nama Enrique Castro Gonzalez “Quini” memang asing di telinga banyak penggemar sepak bola masa kini. Namanya jelas kalah gaung dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang hampir setiap hari menghiasi berbagai media massa. Padahal, Quini adalah salah satu pemain terbaik di La Liga. Dialah satu dari hanya empat pemain yang lima kali jadi Pichichi alias top skorer Divisi Primera.

Selain fakta itu, masih banyak hal menarik lain dari pria yang meninggal dalam usia 68 tahun tersebut. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 kisah menarik Quini semasa aktif di La Liga.

Pichichi di Dua Kasta
Quini jadi Pichichi di dua divisi La Liga.
elpais.com

Sepanjang kariernya, Quini adalah salah satu pemain yang paling sering menjadi pencetak gol terbanyak di Divisi Primera. Lima kali dia merebut lambang supremasi pemain tersubur di kasta tertinggi sepak bola Spanyol tersebut. Tiga kali bersama Sporting Gijon pada 1973-74, 1975-76, dan 1979-80. Dua kali bersama Barcelona pada 1980-81 dan 1981-82.

Selain di Divisi Primera, Quini juga pernah menjadi pemain tersubur di Divisi Segunda. Prestasi itu diraihnya pada 1969-70 dan 1976-77. Keduanya bersama Gijon. Dia merupakan satu dari hanya dua pemain yang menjadi Pichichi di dua kasta berbeda. Satu pemain lainnya adalah Amancio. Namun, Quini adalah satu-satunya yang menjadi Pichichi di dua kasta secara beruntun.

Pichichi yang Terdegradasi
Quini saat membela Sporting Gijon pada 1975-76.
todocoleccion.net

Pada musim 1975-76, sebuah pengalaman menarik dirasakan Quini. Musim itu, secara pribadi, dia sukses. Namun, tidak demikian sebagai penggawa Sporting Gijon. Musim itu, Quini berhasil menorehkan 21 gol sepanjang kompetisi Divisi Primera. Unggul tiga gol atas Leivinha (Atletico Madrid) dan Aitor Aguirre Uriarte (Racing Santander), dia berhasil menjadi Pichichi.

Akan tetapi, 21 gol torehan Quini ternyata tak berarti. Pasalnya, Gijon terpuruk di papan bawah. Mereka menyudahi musim sebagai juru kunci dan terdegradasi ke Divisi Segunda. Sekadar catatan, sepanjang musim itu, Gijon hanya mencetak 41 gol. Artinya, sebanyak 51 persen gol klub tersebut dijaringkan sang striker ulung.

Korban Penculikan
Quini saat dibebaskan dari penculikan.
as.com

Sebuah kisah pilu dialami Quini pada 1 Maret 1981. Usai kemenangan 6-0 yang diraih Barcelona atas Hercules, dia ditodong pria bersenjata yang lantas memaksanya masuk ke sebuah mobil van. Selama 25 hari lamanya dia diculik dan absen membela Barcelona. Dia berhasil dibebaskan berkat kerjasama kepolisian Spanyol dengan pihak penegak hukum Swiss.

Selama 25 hari tanpa Quini, Barcelona mengalami krisis. Mereka hanya meraih 1 poin dari empat pertandingan. Hasil itu pun berpengaruh besar pada perjalanan mereka di Divisi Primera. Pada akhir musim, El Barca hanya finis di posisi ke-5 dengan perolehan 41 poin. Mereka terpaut empat poin dari sang juara, Real Sociedad.

Comeback untuk Gijon
Quini saat laga testimonial.
fcbarcelona.es

Setelah empat musim membela Barcelona, Quini memutuskan gantung sepatu pada akhir musim 1983-84. Sebagai penghormatan, El Barca pun menggelar laga testimonial. Dalam laga itu, Bola yang diperkuat sang striker menghadapi tim yang bermaterikan para bintang dan legenda macam Johan Cruyff dan Mario Kempes. Tim itu pun ditangani Ladislao Kubala.

Akan tetapi, dia lantas berubah pikiran. Bukannya gantung sepatu, Quini malah kembali ke klub lamanya. Meskipun demikian, publik Barcelona tidak dendam. Para Cules selalu memberikan sambutan hngat setiap kali dia kembali ke Camp Nou walaupun sebagai musuh. Dia baru benar-benar pensiun pada 1987 dalam umur 38 tahun.

Taklukkan Mantan Klub
Quini antar Barcelona taklukkan Sporting Gijon di final Copa del Rey 1980-81.
lavozdeasturias.es

Sepanjang empat musim bergabung dengan Barcelona, Quini memang gagal mempersembahkan gelar juara Divisi Primera. Salah satunya karena insiden penculikan yang sempat menimpanya. Namun, di ajang lain, dia sukses memberikan gelar. Bersama sang striker, El Barca juara Piala Winners 1981-82, Copa del Rey 1980-81 dan 1982-83, Piala Liga 1982-83, dan Piala Super Spanyol 1983.

Hal yang menarik, trofi pertamanya untuk El Barca direbut dengan mengalahkan Sporting Gijon. Di final Copa del Rey 1980-81, Quini berkontribusi besar pada kemenangan 3-1 yang dibukukan El Barca. Dia menjaringkan dua gol. Keduanya sangat krusia. Gol pertamanya pada menit ke-44 membuat El Barca unggul 1-0, sedangkan gol kedua pada menit ke-58 membawa klubnya unggul 2-1.

Comments
Loading...