5 Kontroversi Copa America 2019

Football5star.com, Indonesia – Sulit dalam sebuah turnanmen sepak bola suatu pertandingan akan berjalan normal. Keputusan janggal bisa saja terjadi yang menimbulkan perdebatan, meskipun perangkat teknologi mutakhir telah diaplikasikan guna mendukung berjalannya kompetisi.

Keputusan aneh nan sulit dinalar akal sehat juga mewarnai kejuaraan sepak bola antar negara Amerika Selatan, Copa America 2019, yang telah berlangsung sejak 14 Juni hingga 7 Juli mendatang.

Dari keputusan wasit yang tidak memuaskan suatu pihak, penggunaan tayangan ulang untuk membantu wasit dalam mengambil suatu keputusan, atau bahkan venue pertandingan yang dikeluhkan.

Football5star.com merangkum hal-hak yang menjadi bahan perbincangan kejuaraan Copa America 2019.

1. VAR di Laga Klasik Brasil vs Argentina di Semifinal

Duel klasik semifinal Copa America 2019 yang mempertemukan tuan rumah Brasil melawan rival mereka, Argentina diwarnai dengan sejumlah keputusan wasit yang dinilai kontroversial. Laga antara Brasil melawan Argentina menyulut perdebatan terkait kepemimpinan wasit di laga tersebut.

trome.pe

Roddy Zambrano, wasit yang memimpin laga tersebut menjadi perbincangan karena dianggap tidak mengecek VAR mengenai pelanggaran yang terjadi di kotak penalti Brasil. Tidak tanggung-tanggung, keputusan Zambrano mendapat pernyataan keras dari kapten Tango, Lionel Messi. Striker asal Barcelona menilai Zambrano melindungi Brasil agar lolos ke final Copa America.

“Selama Copa America 2019, kami melihat pelanggaran dan handball dihukum oleh wasit tetapi Argentina tidak mendapatkannya saat melawan Brasil. CONMEBOL harus melihat hal ini tetapi saya ragu mereka akan melakukannya,” kata Lionel Messi.

2. Keikutsertaan Qatar dan Jepang sebagai Tim Tamu

CONMEBOL kerap mengundang tim tamu dalam keikutsertaan Copa America. Tak terkecuali pada Copa America 2019. Qatar dan Jepang mendapat kehormatan menjadi tim tamu pada kejuaraan antar negara Amerika Selatan itu.

dnaindia.com

Namun, pelatih Paraguay, Eduardo Berizzo mengatakan bahwa seharusnya Copa America menjadi kejuaraan yang eksklusif hanya dapat diikuti oleh negara-negara Amerika Latin. Pernyataan Berizo soal partisipasi Qatar dan Jepang disampaikan setelah timnya ditahan imbang oleh Qatar dengan skor 2-2.

“Saya pikir akan masuk akal untuk memainkan Copa America bersama tim-tim dari seluruh Amerika. Apakah Anda bertanya kepada saya tentang tim-tim undangan, bukan? Tentang Qatar dan Jepang? Saya pikir kita harus membayangkan keseluruhan Copa America, dengan Amerika Tengah dan Utara bermain di turnamen yang sama,”

“Saya tidak pernah melihat Eropa mengundang tim mana pun dari Amerika Latin untuk berpartisipasi. Jangan salah paham, mungkin terdengar sedikit aneh saat ini, hanya setelah bermain lawan Qatar. Tapi saya yakin Copa America harusnya dimainkan oleh semua tim Amerika dalam satu turnamen yakni anggota CONCACAF dan CONMEBOL,” tegas pelatih Paraguay, Eduardo Berizzo.

3. Messi Keluhkan Kondisi Lapangan

Striker Argentina, Lionel Messi, keluhkan kondisi lapangan di Brasil yang dikatakannya sulit untuk mengendalikan bola dan menyebabkannya tidak dapat mengeluarkan penampilan terbaiknya.

sports.yahoo.com

Sepanjang Copa America 2019, dari lima laga yang telah dijalani striker Barcelona itu baru berhasil mencetak satu gol. Jauh dari harapan dari seorang striker sebagai predikat salah satu striker terbaik di dunia.

Satu-satunya golnya yang dicetak pun berasal dari titik penalti kala melawan Paraguay. Ia mengakui bahwa tidak akan memainkan penampilan terbaik sekaligus menyalahkannya kondisis lapangan.

“Saya tidak akan mendapatkan yang terbaik dari Copa America. Sulit untuk mengontrol bola dan membawanya. Bola itu tampak seperti kelinci, ia masuk ke semua tempat, yang bisa kita lakukan hanyalah beradaptasi. Pantulannya, kamu butuh waktu lebih lama untuk mengontrol,” jelas Messi soal kondisi lapangan.

4. Copa America 2019 Minim Penonton

Panitia Copa America prihatin dengan minimnya tingkat kehadiran penonton pada pertandingan-pertandingan kejuaran sepak bola Amerika Selatan itu. Laga Brasil melawan Bolivia terlihat banyak ruang kosong di tribun dan pertandigan Cile atas Jepang yang berkahir dengan skor 4-0.

nbcsports.com

Dikabarkan suporter kesulitan membeli tiket untuk pertandingan Brasil dan Komite Penyelenggara Lokal ternyata memegang beberapa tiket yang kemudian tidak terjual.

“Kami akan menyempurnakan ini untuk membuat proses pengembalian lebih cepat,” bunyi pernyataan Komite Penyelenggaraan Lokal.

Bahkan, buruknya proses penjualan tiket menyebabkan tiga pertandingan di awal kejuaran hanya dipenuhi penonton di bawah 20.000 suporter, yakni pertandingan Peru vs Venezuela, Uruguay vs Ekuador dan Qatar vs Paraguay.

Minimnya jumlah kehadiran suporter menjadi perhatian serius Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, yang dinilai banyaknya pemain hebat di dunia sepak bola tidak dapat disaksikan langsung di Stadion.

5. Seekor Merpati Tekel Rodrigo de Paul

Rodrigo De Paul tersungkur saat membela Argentina menghadapi Venezuela. Pemain asal Bintang Udinese itu berusaha mempertahankan bola ketika dua pemain Venezuela berusaha untuk merebutnya.

Rodrigo De Paul mendapati bahwa seekor merpati juga menghalangi pergerakannya ketika mencoba menggiring bola. Tersungkurnya de Rodrigo Paul akibat seekor merpati mendapatkan perhatian dari warganet. Seorang suporter menilai kejadian tersebut pertanda Albiceleste akan memenangkan pertandingan.

“Seekor merpati dalam pertandingan ini adalah tanda bahwa Argentina akan menang,” ucap seorang warganet. Dan akhirnya laga perempat final melawan Venezuela pun dimenangkan oleh Argentina dengan skor 2-0.

Comments
Loading...