5 Momen Kontroversial Laga AC Milan vs Inter Milan

Football5star.com, Indonesia – Akhir pekan ini Sabtu (21/9/2019) laga seru bakal tersaji dari pentas Serie A Italia. Pertandingan bertajuk derbi della Madonnina bakal mempertemukan AC Milan vs Inter Milan di Stadion San Siro.

Pertemuan keduanya dipastikan akan hadirkan tensi tinggi di tengah lapangan. Pemain dari masing-masing tim akan saling tunjuk skill terbaik untuk bisa saling mengalahkan. Hambar rasanya jika laga kedua tim ini berakhir dengan skor imbang.

Baik AC Milan dan Inter Milan diprediksi akan bisa memainkan pemain terbaiknya. AC Milan bisa saja memanfaatkan kondisi Inter yang tengah limbung pasca meraih hasil imbang melawan Slavia Prague di Liga Champions.

Sepanjang sejarahnya pertemuan kedua tim, sejumlah momen kontroversi tercatat. Hal ini seperti bumbu penyedap yang makin menambah sedap pertandingan AC Milan dan Inter Milan. Apa saja momen kontorversial tersebut, berikut ulasannya

Berdirinya Inter Milan

Rasanya tak akan pernah muncul laga derbi della Madonnina jika Inter Milan tidak pernah berdiri pada 9 Maret 1908. Berdirinya Inter tentu jadi hal paling kontroversial bagi AC Milan.

Bagaimana tidak Inter lahir dari rahim kekecewaan karena mendominasinya pemain Inggris dan Italia di skuat AC Milan. Dipelopori pelukis bernama Giorgio Muggiani, Inter kemudian didirikan oleh orang-orang Italia dan Swiss.

boxtoboxfootball.uk

Di awal kelahirannya Inter jelas menyinggung AC Milan. Klub ini berkeinginan agar para pemain yang membela Inter ialah pemain dengan latar belakang yang berbeda-beda.

“Malam yang indah ini akan memberi kita warna untuk puncak kami: hitam dan biru dengan latar belakang bintang emas itu akan disebut Internazionale, karena kita adalah saudara dari dunia.” tulis para pendiri Inter Milan.

Polemik nama stadion

Bagi fans Inter, nama stadion yang berlokasi Via Piccolomini 5, Milan adalah Stadion Giuseppe Meazza. Nama ini diambil dari legenda Inter yang membawa Italia juara Piala Dunia 1934. Tapi bagi fans AC Milan nama stadion ini ialah Stadion San Siro.

Polemik nama dari stadion ini bermula saat AC Milan yang awalnya memiliki stadion ini mengalami defisit keuangan pada 1935. Manajemen klub pun menjual stadion ini ke pemerintah kota Milan.

zonacalcio.net

Inter Milan kemudian menyewa stadion ini dari pemerintah kota Milan pada 1947. Sebelum menggunakan stadion ini, Inter selalu menggunakan Stadion Arena. Nama asli dari stadion berkapasitas 85 ribu tempat duduk itu sendiri adalah Nuovo stadio Calcistico San Siro.

Skandal Calciopoli

Pada 2006 publik sepak bola dunia khususnya Italia digemparkan dengan terungkapnya praktek jahat skandal Calciopoli di Serie A. Tak tanggung-tanggung dua klub besar Serie A Juventus dan AC Milan terjerat kasus ini dan mengakibatkan mereka turun kasta ke Serie B.

Momentum Calciopoli ini dimanfaatkan betul oleh Inter Milan untuk berjaya di Serie A Italia. Inter mendapat berkah dari kasus ini dengan mendapat gelar Scudetto musim 2015-16. Inter seolah menari di atas penderitaan Juventus dan AC Milan.

Tidak hanya Juventus yang sakit hati karena merasa gelar Scudetto yang direbut. AC Milan pun merasa Inter menjadi klub yang mengompori kasus ini untuk muncul ke permukaan.

thesefootballtimes

Menariknya dalam perkembangan kasus ini, pada 2010 Luciano Moggi menyebut bahwa Inter Milan pun terlibat. Ia mengatakan bahwa Presiden Inter saat itu Massimo Moratti dan mantan direktur Inter Giachinto Facchetti juga melakukan kontak dengan wasit untuk mengatur pertandingan di Coppa Italia.

Dalam transkrip telepon yang dipublikasikan Il Corriere dello Sport, pengatur wasit, Paolo Bergamo mendiskusikan hasil imbang 1-1 antara Inter Milan lawan Chievo Verona dengan Facchetti pada 2005.

Mereka juga membicarakan gol Christian Vieri (pemain Inter waktu itu) yang dianulir oleh hakim garis Ricci. Bergamo berjanji hal seperti itu tak akan terjadi lagi di pertandingan berikutnya, karena dia akan mengirim wasit pilihannya.

Kritik Jose Mourinho

Pada 2009 lalu mantan pelatih Inter Milan Jose Mourinho sempat lontarkan kritik pedas kepada AC Milan. Hal ini bermula saat Inter menang 2-0 atas Rubin Kazan. Saat itu Mourinho dianggap meniru skema yang biasa dimainkan oleh AC Milan.

Saat itu Mourinho ditanya oleh awak media, apakah betul ia menggunakan formasi yang meniru dengan skema AC Milan. Pria Portugal itu pun melemparkan jawaban yang membuat berang fans AC Milan.

“Kalian itu sepertinya menganggap hanya Milan yang menjadi tim pertama dalam sejarah sepakbola yang menggunakan strategi ini,” kata Mourinho seperti dikutip Football Italia.

Football Italia

“Kami juga pernah memainkan sistem seperti itu dalam beberapa kesempatan, dan strategi kami dinihari tadi bukan pertama kalinya kami gunakan.” tambah Mourinho saat itu. Pernyataan Mourinho ini membuat kesal sejumlah fans AC Milan.

Pernyataan kontroversi Massimo Moratti

Pada 2017 lalu penjualan saham Inter Milan dan AC Milan membuat publik acapkali membanding-bandingkannya. Hal itu rupanya membuat merah kuping Massimo Moratti.

Mantan presiden Inter itu menyebut penjualan saham Inter sangat berbeda dengan AC Milan. “Benar-benar tidak ada kesamaan antara penjualan saham saya kepada Erick Thohir dan penjualan saham AC Milan, keduanya memiliki karakter yang berbeda”, ujar Moratti kepada La Repubblica.

Bahkan Moratti mengatakan bahwa pelepasan saham 70 persen Inter saat itu ke Erick Thohir dilakukan secara transparan.

“Operasi kami sepenuhnya transparan hanya dalam beberapa bulan. Tidak adil atau benar untuk membuat perbandingan,” kata Moratti.

Moratti memang acapkali melontarkan pernyataan yang kontroversial. Ia juga sempat mengatakan bahwa klubnya lebih baik dibanding AC Milan, padahal jika melihat dari koleksi gelar juara, Inter masih kalah dibanding Milan.

Comments
Loading...