5 Momen Krusial Laga Manchester United vs Manchester City

Football5star.com, Indonesia – Laga penuh gengsi Manchester United vs Manchester City selalu melahirkan momen-momen tak terlupakan. Tidak jarang beberapa di antara momen tersebut masih terus dibicarakan banyak orang.

Tensi Manchester United vs Manchester City selalu berada di puncak tertinggi Premier League. Hal ini tak lepas dari latar belakang kedua tim yang berada dalam satu kota. Selama ini pun para pendukung United kerap melabeli City sebagai tetangga yang berisik.

Walau begitu, bisa dikatakan meningkatnya level Manchester Derby ini tak lepas dari masuknya investor asal Timur Tengah yang mengakuisisi The Citizens 10 tahun lalu. Kendati baru seumur jagung, bukan berarti laga keduanya tidak minim memori krusial.

Untuk itu Football5star.com sudah merangkum 5 momen krusial Manchester United vs Manchester City yang sayang untuk dilupakan.

Penentuan Juara Sampai Injury Time

aguero-city-naijaloaded
naijaloaded.com

Sejak kedatangan Sheikh Mansour sebagai pemilik City yang baru, pendukung United mulai ketar-ketir mengingat sang taipan memiliki modal tak terhingga untuk mendatangkan pemain-pemain top dunia.

Puncaknya pun terjadi pada musim 2011-2012. Duo Manchester ini bersaing menuju tangga juara hingga detik terakhir pertandingan di pekan ke-38. Bahkan para pemain United tidak bisa merayakan kemenangan atas Sunderland karena masih menantikan laga City vs QPR di Etihad.

Dan benar saja, Setan Merah harus merasakan kemenangan hampa karena sang tetangga sukses meraih kemenangan 3-2 melalui gol pamungkas Sergio Aguero yang dicetak pada masa injury time. Tambahan tiga poin ini sekaligus membuat klub yang saat itu dilatih Roberto Mancini merengkuh gelar liga ketiga kalinya.

Anak Durhaka Bernama Carlos Tevez

nationalturk.com

Keberhasilan Manchester Biru meraih gelar Premier League pertamanya membuat semua pemain berpesta pora di tengah kota. Hal serupa juga dilakukan striker bengal mereka, Carlos Tevez, yang pada musim tersebut sempat bermasalah dengan Mancini.

Dalam sebuah pawai juara menggunakan bus terbuka, Tevez secara mengejutkan membentangkan sebuah spanduk kecil bertuliskan “RIP Fergie” yang merujuk pada sosok pelatih MU ketika itu, Sir Alex Ferguson.

Aksinya itu pun mengundang hujatan dari banyak pihak. Tevez dianggap tidak menghormati Ferguson. Padahal, ia pernah dilatih pria asal Skotlandia ketika masih berseragam MU.

Akan tetapi, pemain asal Argentina itu menjawab dengan tegas bahwa apa yang dilakukan itu sebagai bentuk balasan kepada Ferguson yang sebelumnya berkata, “Selama saya masih hidup, City tidak akan juara Premier League.”

Why Always Me di Teater Impian

Mario Balotelli ejek kekalahan Manchester United dari PSG - Balotelli Why Always Me manchester United vs Manchester City - bbc
bbc.com

Old Trafford 23 Oktober 2011 akan jadi hari yang selalu dikenang oleh fan Manchester United. Bagaimana tidak, mereka dipaksa menjadi saksi hancur leburnya klub kesayangan di tangan si tetangga berisik. Ya, Setan Merah menelan kekalahan terbesar sepanjang sejarah atas City dengan skor 1-6. Hasil ini bisa dibilang tidak masuk akal karena saat itu Wayne Rooney dkk masih dilatih Alex Ferguson.

Kekalahan memalukan ini kian terasa sakit karena yang menjadi perbincangan setelah itu adalah striker tim tamu, Mario Balotelli. Selain memborong dua gol, ia juga memperkenalkan selebrasi ikoniknya.

Sesaat setelah mencetak gol, Balotelli hanya berdiri dan membuka jerseynya.  Seketika kamera menangkap tulisan di kausnya yang bertuliskan “Why Always Me”. Hingga saat ini selebrasi tersebut jadi salah satu selebrasi terbaik dalam sejarah Liga Inggris.

Kepala Berdarah Rio Ferdinand

ferdinand-city-united
independt.co.uk

Semusim berselang, MU sukses membalas kekalahan menyakitkan di Old Trafford. Walau skor yang dimenangkan tidak sebesar yang diraih The Citizens musim sebelumnya, kemenangan 3-2 di Etihad Desember 2012 sudah cukup membuat emosi fan tuan rumah naik pitam.

Pendukung City yang tadinya sempat lesu karena tertinggal 0-2 lebih dulu kembali bergairah setelah Yaya Toured an Pablo Zabaleta sukses menyamakan kedudukan. Tapi upaya membalikkan keadaan tuan rumah justru berakhir antiklimaks di masa injury time.

The Reds Devils yang mendapat tendangan bebas sukses memanfaatkannya menjadi gol. Eksekusi Robin van Persie meluncur deras ke pojok kanan gawang Joe Hart. Gol telat ini tak ayal membuat para pemain meluapkan kegembiraannya di hadapan fan tuan rumah.

Di sinilah kejadian memilukan dirasakan oleh bek andalan tim tamu, Rio Ferdinand. Wajah sang bek menjadi sasaran lemparan koin dari pendukung City hingga membuat kepalanya berdarah dan membutuhkan perawatan.

Damai di Lapangan, Bentrok di Ruang Ganti

united vs city
independent.co.uk

Tidak selamanya friksi yang tersaji di derbi Manchester terjadi di dalam lapangan. Ada kalanya juga masalah kedua tim harus berakhir di luar lapangan. Momen ini pula yang terjadi pada musim 2017-2018 lalu.

Anak asuh Pep Guardiola sukses mempermalukan anak asuh Jose Mourinho dengan skor 2-1 di Old Trafford. Ketika semuanya seperti baik-baik saja setelah laga berakhir, keributan justru terjadi ketika kedua kesebelasan menuju lorong ganti.

Selebrasi berlebihan Sergio Aguero dkk di lorong ganti membuat sebagian pemain Setan Merah kesal. Adu mulut hingga oerkelahian pun tidak terhindarkan di antara mereka. Bahkan kejadian ini juga melibatkan staff pelatih keduanya, termasuk Jose Mourinho dan Pep Guardiola.

Comments
Loading...