5 Pelatih Tertua di Lima Liga Elite Eropa Musim Ini

Football5Star.com, Indonesia – Senin (9/10/2017), Jupp Heynckes secara resmi memulai tugasnya sebagai pelatih Bayern Munich. Setelah diperkenalkan dan menjalani konferensi pers, dia memimpin Arturo Vidal cs. dalam sesi latihan rutin yang digelar Die Roten.

Hari itu juga, Heynckes menahbiskan diri sebagai pelatih tertua di lima liga elite Eropa saat ini. Di Premier League, Serie A, La Liga, Bundesliga 1, dan Ligue 1, tak ada pelatih lain yang lebih tua dari dirinya.

Lalu, siapa saja pelatih-pelatih gaek yang masih berkiprah di lima liga elite itu musim ini? Berikut ini Football5Star merangkum lima pelatih tertua yang berkiprah di kelima liga elite tersebut.

Jupp Heynckes (72 tahun)
Jupp Heynckes (Bayern Munich)
pravda.sk

Sejatinya Heynckes sudah pensiun sejak 2013. Usai mengantar Bayern Munich merebut treble winners pada 2012-13 dan kontraknya tak diperpanjang, dia memutuskan berhenti total. Namun, pelatih kelahiran 9 Mei 1945 itu tak bisa menolak untuk turun gunung ketika manajemen Die Roten datang usai pemecatan Carlo Ancelotti pada akhir September lalu.

Saat konferensi pers perkenalannya, Heynckes mengakui ada tawaran dari beberapa klub. Namun, dia berkeras tak mau menerima satu pun dari semua tawaran tersebut. Dia baru mau kembali setelah Bayern datang. “Ini bukan tentang saya, ini tentang Bayern,” kata pelatih berumur 72 tahun tersebut.

Roy Hodgson (70 tahun)
Roy Hodgson (Crystal Palace)
si.com

Boleh-boleh saja Roberto Carlos menilai Roy Hodgson sebagai pelatih yang tak mengerti sepak bola. Namun, sosok kelahiran 9 Agustus 1947 itu tetap saja patut diberi acungan jempol. Dalam umur 70 tahun, dia masih mau berkiprah di liga terglamor dunia, Premier League. Pep Guardiola saja tak membayangkan dirinya mampu mengikuti jejak itu.

Saat kontraknya tak diperpanjang oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) usai Piala Eropa 2016, banyak orang mengira itu akan jadi akhir kiprah Hodgson. Namun, garis nasib berkata lain. Pada 12 September 2017, dia ditunjuk sebagai manajer baru Crystal Palace menggantikan Frank de Boer.

Arsene Wenger (67 tahun)
Arsene Wenger (Arsenal)
standard.co.uk

Sudah cukup banyak orang, termasuk para fans Arsenal, yang sebenarnya tak lagi menginginkan Arsene Wenger. Namun, di mata para petinggi klub itu, dia masih patut dipertahankan. Itu sebabnya, pelatih kelahiran 22 Oktober 1949 tersebut malah diganjar kontrak baru berdurasi dua tahun walaupun gagal membawa Arsenal lolos ke Liga Champions.

Meski sudah uzur, The Professor yang telah dua dekade menangani Arsenal tak pernah berpikir untuk pensiun. “Saya tak akan pensiun. Pensiun itu untuk orang-orang muda. Untuk orang-orang tua, pensiun itu berarti mati,” kata dia pada April silam. “Saya masih menonton pertandingan-pertandingan sepak bola dan masih merasa tertarik oleh hal itu.”

Luigi Delneri (67 tahun)
Luigi Delneri (Udinese)
mondoudinese.it

Sepi prestasi bukan berarti seseorang tak bisa memiliki karier panjang. Luigi Delneri adalah contoh konkretnya. Saat ini, juru taktik Udinese itu tercatat sebagai pelatih tertua di Serie A. Dia terpaut 8 tahun dari pelatih tertua kedua, Gian Piero Gasperini yang menangani Atalanta.

Meski masih menggebu dalam menekuni karier sebagai peracik taktik, bukan berarti Delneri lupa umur. Jika merujuk perkataan yang dilontarkan pada 2015, dia sebenarnya sudah memasuki masa akhir. “Saya masih mau melatih 4-5 tahun lagi. Saya terus mencari ide-ide baru,” kata pelatih kelahiran 23 Agustus 1950 tersebut kepada La Gazzetta dello Sport kala itu.

Claudio Ranieri (65 tahun)
Claudio Ranieri (FC Nantes)
sfr.fr

Cibiran kerap datang kepada Claudio Ranieri karena sering kali hanya menjadi runner-up sepanjang berkiprah di tim-tim yang -ditanganinya. Puja-puji baru berhamburan saat dia secara sensasional membawa Leicester City juara Premier League musim 2015-16. Namun, nasibnya nahas karena dilengserkan pada musim berikutnya seiring performa The Foxes yang buruk.

Toh, itu tak membuat namanya langsung jatuh. Awal musim ini, pria kelahiran 20 Oktober 1951 ini diangkat sebagai pelatih FC Nantes di Ligue 1 Le Championnat. Terkait pensiun, dia pada 2016 pernah berujar, “Saat umur 35 tahun, saya berkata, ‘Pada umur 50, saya akan berhenti.’ Namun, saat mencapai umur 50, saya berkata, ‘Mengapa harus sekarang? (Pada) 55 sajalah.’ Lalu bertambah lima lagi, lagi, dan lagi. Saya sekarang 65 tahun dan akan terus hingga umur 70 tahun.”

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More