5 Pemain Berdarah Maluku yang Pernah Torehkan Prestasi di Ajax

Football5star.com, Indonesia – Salah satu ‘hasil’ penjajahan Belanda selama ratusan tahun di Indonesia bisa kita lihat dari lapangan hijau, tepatnya di Liga Belanda. Jawara Eredivisie 2018-19, AFC Ajax ialah salah satu klub yang memiliki cukup banyak pemain berdarah Maluku, Indonesia.

Cukup banyaknya pemain berdarah Maluku, Indonesia di Ajax tak lepas dari kondisi politik negeri ini pasca Proklamasi 1945. Jika melihat dari fakta sejarah, pada 1951 banyak orang Maluku yang merupakan bekas tentara KNIL hijrah ke Belanda.

Data yang dikutip dari bbc, Kamis (16/5/2019) menyebutkan pada tahun tersebut sebanyak 12.578 orang Maluku pindah ke Belanda. Mereka ini merupakan pelarian saat pecah aksi Republik Maluku Selatan (RMS).

Orang-orang Maluku ini kemudian meneruskan hidupnya di Belanda dan menghasilkan generasi baru. Mereka, para generasi baru orang Maluku di Belanda banyak yang menjadi pesepak bola. Ada yang berhasil, namun ada juga yang gagal.

AFC Ajax sebagai pesohor di Eredivisie tentu jadi incaran banyak pemuda Belanda, tak terkecuali mereka yang berdarah Maluku ini. Sejumlah pemain berdarah Maluku, faktanya mampu torehkan prestasi untuk de Amsterdammers.

Berikut 5 pesepak bola berdarah Maluku yang pernah torehkan prestasi untuk Ajax

Simon Tahamata

Bagi suporter Ajax, nama Simon Tahamata sudah tidak asing. Di era 70-an, Simon merupakan salah satu penggawa Ajax yang antarkan klub ini juara Eredivisie. Pemain yang memiliki darah Maluku dari kedua orang tuanya ini menjadi skuat Ajax saat juara pada musim 1976–77, 1978–79, dan 1979–80.

Pemain Berdarah Maluku - 5 Pemain Berdarah Maluku yang Pernah Torehkan Prestasi di Ajax
Twitter @afcajax

Karier Simon diawali saat ia masuk ke akademi Ajax pada 1971. Ada satu peristiwa penting yang jarang diketahui publik saat Simon masuk ke akademi Ajax.

Dikutip football5star.com dari ad.nl, Kamis (16/5/2019), Simon mengaku bahwa jika tak masuk ke akademi Ajax, mungkin dirinya terlibat dalam aksi pembajakan kereta api di De Punt, Belanda pada 1977.

Aksi pembajakan kereta api di De Punt itu dilakukan oleh 9 orang pemuda Maluku, rekan Simon. Di mana Simon saat itu? Ia tengah mengikuti kompetisi sepak bola di Prancis atas undangan dari KNVB.

“Saat itu saya mendengar kabar dari Jan Peters (eks pemain NEC). Ada 6 pemuda Maluku yang tewas dari aksi pembajakan tersebut. Saya hancur mendengar kabar tersebut,” kata Simon.

“Jika tak masuk akademi Ajax, saya bisa menjadi salah satu pembajak kereta api itu,” kenang Simon.

Pemain yang berposisi sayap kiri ini tidak hanya jadi pujaan bagi suporter Ajax. Di Feyenoord, ia menjadi salah satu mesin gol. Selama berkarier hingga 1996, Simon total mengoleksi 114 gol dari 604 penampilan di level klub.

Sonny Silooy

Selanjutnya pemain berdarah Maluku di Ajax ialah Sonny Silooy. Pemain yang bisa ditempatkan sebagai full back kiri dan centre back ini pada 1995 silam sukses mengantarkan Ajax meraih juara Liga Champions.

Tidak itu saja seperti dikutip dari data uefa.com (16/5/2019) Silooy jadi bagian saat Ajax meraih titel Piala Super UEFA pada 1996.

Soal darah Maluku, Sonny mengakuinya. Ia juga mengaku keluarganya beberapa kali berlibur ke tanah leluhurnya di Ambon.

Pemain Berdarah Maluku yang Berikan Trofi Juara Eredivisie kepada Ajax

“Bapak saya lahir di Ambon, saya lahir di Roterdam. Semua saudara saya, keponakan, paman, mereka suka berlibur ke Ambon dan masih ada saudara di sana,” kata Silooy seperti dikutip football5star.com dari voaindonesia

Silooy telah bermain sebanyak 305 caps bersama Ajax dan sempat juga merasakan dilatih oleh pelatih besar Belanda, Johan Cruyff.

Pada 2013 lalu, ia sempat diangkat menjadi direkut pengembang bakat muda di salah satu klub MLS, DC United.

Nigel de Jong

Nigel de Jong juga disebut-sebut sebagai pemain Belanda yang memiliki darah Maluku, Indonesia. Sama dengan Simon Tahamata, Nigel de Jong memulai karier sepak bola di akademi Ajax.

Ia bergabung ke akademi Ajax pada 1993 silam. Pemain yang sempat lakukan aksi tendang kungfu ke dada Xabi Alonson di Piala Dunia ini, promosi ke tim utama Ajax pada 2002.

nigel de jong (espn.com)_cr

Pemain berposisi gelandang bertahan ini total melakoni 96 caps bersama Ajax. Pria yang sekarang tercatat sebagai pemain Al Ahli ini merupakan penggawa Ajax saat juara Eredivisie 2003–04.

Pada 2009 silam, setelah sempat mencicipi Bundesliga bersama Hamburger SV, Nigel de Jong pindah ke Manchester City. Bersama City, ia sukses mempersembahkan gelar juara Liga Inggris 2011-12, Piala FA 2010-11, dan Community Shield 2012.

Untuk level timnas, prestasi terbaik Nigel de Jong ialah mengantarkan tim Orange runner up Piala Dunia 2010 dan juara ketiga Piala Dunia 2014.

Jairo Riedewald

Pada 2014 lalu, pemain Crystal Palace, Jairo Riedewald datang ke Indonesia. Ia datang ke Indonesia untuk bertemu dengan keluarga besarnya.

Jairo yang saat itu datang bersama skuat Ajax ditemui oleh saudara sepupu dari neneknya yang berdarah Maluku. “Tentu saya senang bisa berjumpa dengan keluarga dari nenek,” kata Riedewald.

Riedewald merupakan jebolan dari akademi Ajax. Pada 2013, ia melakoni debutnya bersama tim utama Ajax. Melawan Roda JC pada 2013, Riedewald yang jalani debut sebagai pemain pengganti mampu menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan untuk Ajax.

Pada musim 2013-14, Riedewald berkontribusi besar bagi Ajax menjadi juara Eredivisie. Setelah menjalani lima musim di Ajax, Riedewald pada Juli 2017 hijrah ke klub Liga Inggris, Crystal Palace. Sayang penampilannya di Palace sangat menurun, utamanya di musim ini.

Kenny Tete

Terakhir pemain berdarah Maluku yang sempat membela Ajax ialah Kenny Tete. Kenny merupakan rekan satu angkatan Riedewald di akademi Ajax. Kenny baru promosi ke tim utama Ajax, setahun setelah Riedwald antarkan Ajax juara Eredivisie 2013-14.

Kenny baru melakoni debut bersama tim utama Ajax pada 5 February 2015 saat melawan AZ Alkmaar. Ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69. Sayangnya prestasi terbaik Kenny selama membela Ajax hanya membawa de Amsterdammers runner up Liga Europa 2016-17.

Pada 2017 lalu, Kenny memutuskan untuk hijrah ke Liga Prancis dan bergabung bersama Lyon. Di level timnas, Kenny tercatat telah membela Belanda sebanyak 12 kali semenjak debutnya pada 2015 silam.

Comments
Loading...