5 Pemain Gratisan Juventus yang Tampil Memukau

Football5star.com, Indonesia – Jelang bergulirnya musim 2019-2020 Juventus sudah mendapatkan tiga pemain baru, dua di antaranya digaet secara gratis. Mereka adalah Aaron Ramsey dari Arsenal dan Adrien Rabiot dari Paris Saint-Germain.

Keberhasilan Juve mendatangkan dua gelandang itu secara cuma-cuma kian membuktikan kelihaian mereka di meja runding. Ya, klub berjuluk Si Nyonya Tua selama ini dikenal cukup sukses dengan strategi transfer gratisannya.

Mulai dari era Luciano Moggi, Giuseppe Marotta, hingga saat ini Fabio Paratici yang menjadi Direktur klub, kilau Juventus sebagai klub terbesar di Serie A selalu mampu membawa pemain-pemain bintang untuk datang. Dan tentu saja Ramsey maupun Rabiot bukan transfer gratisan pertama yang mereka lakukan.

Sudah cukup banyak pemain yang kontraknya habis di klub sebelumnya, berhasil digaet klub asal Turin itu. Bahkan banyak pula di antara mereka yang meraih sukses kendati berstatus cuma-cuma. Untuk itu Football5star.com sudah merangkum lima pemain gratisan Juve yang sukses:

  • Andrea Pirlo
sportsnet.ca

Kehebatan Andrea Pirlo sempat dinyatakan habis pada akhir musim 2010-2011. Hal ini disebabkan oleh kariernya yang mulai meredepu bersama AC Milan. Kontraknya yang berakhir di akhir musim itu pun akhirnya tidak diperpanjang oleh manajemen klub.

Pirlo yang sudah memikirkan untuk melanjutkan karier di luar Italia akhirnya mengubah haluan. Ia tidak menyangka jika Juventus yang saat itu baru saja memulai kebangkitan bersama Antonio Conte menginginkan jasanya. Tanpa berpikir panjang sang legenda menerima pinangan klub kota Turin 2011 lalu.

Dan benar saja, Pirlo menjadi salah satu simbol di balik kembalinya Juve menguasai Italia. Total tujuh gelar berhasil ia persembahkan untuk Si Nyonya Tua. Ketika kendali klub beralih dari Antonio Conte ke Massimiliano Allegri, perannya pun tetap vital. Menariknya, Allegri adalah pelatih yang membuangnya dari Milan.

  • Paul Pogba
talksport.com

Kejelian I Bianconeri dalam mendatangkan pemain gratis tidak hanya pada mereka yang sudah berusia senja. Hal ini terbukti ketika manajemen mendapatkan Paul Pogba dari Manchester United pada 2012 lalu. Keputusan Juve ini sempat menimbulkan tanda tanya karena sang gelandang saat itu baru 19 tahun dan hanya bermain untuk tim U-21 United.

Tapi Juve membuktikan perjudiannya kali ini tepat. Pogba yang disia-siakan Setan Merah ketika itu menjelma menjadi sosok tak tergantikan di Stadion Allianz selama empat musim. Empat scudetto, dua Coppa Italia dan dua Supercoppa berhasil ia persembahkan untuk klubnya itu.

Tidak hanya prestasi untuk klub, Pogba juga mampu membangun kerja sama apik dengan pemain sekaliber Andrea Pirlo. Dari total 178 penampilan ia sukses menggelontorkan 34 gol serta 43 assist. Keuntungan Juve pun tidak hanya sebatas trofi saja, tapi juga materi ketika mereka menjualnya kembali ke United senilai 85 juta pounds.

  • Dani Alves
sportsclub.com

Kasus Dani Alves ini mungkin sedikit berbeda dari dua nama di atas. Dia selama ini memang dikenal sebagai pemain yang memberi jaminan tim yang dibela akan juara. Walau begitu tetap saja apa yang ia torehkan di Stadion Allianz luar biasa.

Datang ke Turin pada 2016 lalu setelah jasanya sudah tak terpakai di Barcelona, Alves mampu menjaga konsistensinya di lapangan. Ia mampu tampil di 33 pertandingan dengan mencetak enam gold an tujuh assist.

Kehebatannya pun tidak sampai di situ. Kendati hanya semusim berseragam putih-hitam, ia sukses mempersembahkan gelar Serie A dan Coppa Italia. Pemain asal Brasil ini pun menjadi aktor di balik keberhasilan Juve menembus final Liga Champions sebelum dikalahkan Real Madrid 1-4.

  • Sami Khedira
tuttomercatoweb.com

Sami Khedira juga jadi simbol kesuksesan Juventus dalam mendatangkan pemain gratisan. Ia digaet klub milik Andrea Agnelli ketika performanya sedang berada di puncak. Apalagi ketika itu dia bermain untuk Real Madrid dan menjadi andalan utama di lini tengah.

Tapi Beppe Marotta membuktikan kejeniusannya. Ia berhasil meyakinkan sang gelandang agar tidak memperpanjang kontrak di Madrid dan menerima pinangan Juve pada 2015 lalu dengan gratis. Keputusannya pindah ini pun terbukti jitu karena ia langsung diplot sebagai pengganti Andrea Pirlo di lini tengah.

Khedira memang tidak melulu tampil untuk Si Nyonya Tua. Tapi hal itu bukan karena dirinya kalah bersaing dari pemain lain, melainkan masalah cedera yang selalu menghantuinya tiap musim. Hingga saat ini pemain asal Jerman itu sudah mengoleksi 127 penampilan dengan torehan 21 gol.

  • Emre Can
tuttomercatoweb.com

Demi Juventus, Emre Can rela menolak tawaran menggiurkan dari Liverpool untuk memperpanjang masa baktinya di Anfield. Ia bahkan sampai berbicara langsung pada Juergen Klopp terkait keinginannya untuk memperkuat Juventus di musim 2018-2019 lalu.

Mau tidak mau, Liverpool dengan berat hati melepas pemain andalannya itu secara gratis ke Juventus. Walau sempat mengalami masalah cedera di awal musim, Can mampu bangkit di paruh kedua dengan terus diandalkan Massimiliano Allegri di lini tengah.

Dikontrak hingga 2022 mendatang, pemain berpaspor Jerman ini mampu membuktikan ekspektasi tinggi orang-orang padanya. Di musim pertamanya saja ia sukses mencatatkan 37 penampilan di semua ajang dan mencetak empat gol. Salah satu gol pentingnya adalah saat menjadi penentu kemenangan Juventus atas rivalnya, Napoli, dengan skor 2-1 Maret lalu.

Masih terlalu dini memang memprediksi jika Ramsey dan Rabiot bisa sukses seperti lima pemain di atas. Tapi jika melihat karier mereka di klub sebelumnya, tentu kemungkinan itu sang terbuka.

Aaron RamseyAdrien RabiotAndrea PirloJuventusPaul Pogba