5 Pertandingan Dramatis Liverpool vs Manchester City

Football5star.com, Indonesia – Dalam dua musim terakhir, pertandingan Liverpool vs Manchester City mencuri perhatian. Hal ini tak lepas dari faktor persaingan keduanya di papan klasemen.

Musim lalu Liverpool dan Manchester City bersaing hingga pekan terakhir Premier League untuk menentukan gelar. Pada akhirnya, anak asuh Pep Guardiola memastikan trofi keduanya secara beruntun.

Kendati persaingan ketat keduanya baru berlangsung beberapa musim terakhir, bukan berarti pertandingan Liverpool vs Manchester City tidak menghadirkan drama.

Cukup banyak laga kedua klub berakhir dramatis. Untuk itu, Football5star sudah merangkum lima pertandingan dramatis The Reds vs Te Cityzens:

1. Drama Tujuh Gol di Anfield (2017-2018)

Laga dramatis pertama tersaji pada musim 2017-2018. City yang musim itu tampil tak terbendung tersungkur di Anfield. Mereka kalah 3-4 dari sang tuan rumah.

Pertandingan ini terbilang dramatis karena anak asuh Pep Guardiola nyaris mengejar ketinggalan. Liverpool sempat unggul 4-1 lewat gol-gol yang dicetak Alex Oxlade-Chamberlain, Roberto Firmino, Sadio mane, dan Mohamed Salah. Sementara satu gol City dibuat Leroy Sane.

Drama terjadi lima menit jelang berakhirnya pertandingan. Bernardo Silva dan Ilkay Guendogan memperkecil ketinggalan pada menit ke-84 dan 91. Tapi pada akhirnya mereka gagal menyamakan kedudukan setelah pertahanan rapat tuan rumah tetap menjaga tiga poin mereka.

2. Final Carabao Cup (2015-2016)

Pada musim pertamanya menangani Jordan Henderson dkk, Klopp langsung membawa klub ke dua partai final, yaitu Carabao Cup dan Liga Europa. di Carabao Cup mereka bertemu City yang saat itu masih dilatih Manuel Pellegrini.

Fernandinho sukses membawa klub kota Manchester unggul lebih dulu di Stadion Wembley. Tapi kemenangan yang sudah di depan mata buyar setelah Philippe Coutinho menyamakan kedudukan tujuh menit jelang laga usai.

Alhasil pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Perjuangan The Reds untuk mencetak gol penyama di akhir laga berakhir antiklimaks. Mereka kalah 2-4 di babak adu penalti.

3. Nyaris Juara Setelah Kalahkan City (2013-2014)

Mimpi The Reds untuk meraih trofi Premier League pertamanya nyaris terwujud musim 2013-2014. Permainan apik mereka sepanjang musim hampir mencapai klimaks setelah mengalahkan The Cityzens 3-2 di pekan ke-34.

Klub yang saat itu masih diasuh Brendan Rodgers unggul dua gol lebih dulu di babak pertama melalui Raheem Sterling dan Martin Skrtel. Namun, tim tamu sempat menyamakan kedudukan di awal babak kedua lewat David Silva dan gol bunuh diri Glen Johnson.

Akan tetapi, Liverpool kembali merespons gol itu dengan cepat. Philippe Coutinho akhirnya memastikan kemenangan lewat golnya di menit ke-78. Tiga poin itu sempat membawa The Reds ke puncak klasemen Premier League, sebelum akhirnya mereka disalip lagi oleh City pada pekan terakhir.

4. Blunder Pepe Reina (2012-2013)

Drama yang terjadi di laga Liverpool vs Manchester City musim 2012-2013 terasa berbeda. Pasalnya tidak ada pemenang dari pertemuan kedua klub. Ya, laga di Anfield ini berakhir imbang 2-2.

Anak asuh Brendan Rodgers sejatinya bisa saja memetik kemenangan ketika itu. Namun, blunder yang dibikin Pepe Reina memaksa keduanya harus berbagi satu angka.

Pepe Reina membuat kesalahan fatal. Ia yang hendak menutup ruang gerak Carlos Tevez justru diperdaya oleh bomber City. Alhasil, gol pemain berjuluk Carlitos pada menit ke-80 memaksa skor akhir menjadi 2-2.

5. Dirk Kuyt sang Penentu (2008-2009)

Mundur ke satu dekade sebelumnya, Liverpool tampil perkasa di Stadion Etihad. Mereka mempermalukan tuan rumah yang saat itu belum dimiliki taipan asal Abu Dhabi, Syeikh Mansour, dengan skor 3-2.

Walau begitu, tiga poin yang didapat anak asuh Rafael Benitez saat itu tidak diraih dengan mudah. Fernando Torres dkk bahkan sempat tertinggal dua gol lebih dulu lewat Stephen Ireland dan Javier Garrido pada babak pertama.

Baru di babak kedua klub kota pelabuhan bangkit. Fernando Torres mencetak dua gol pada menit ke-55 dan 73. Ketika laga sepertinya akan berakhir imbang, Dirk Kuyt muncul jadi pahlawan lewat gol kemenangan yang dicetak pada masa injury time.

Comments
Loading...