5 Pesepak Bola Keturunan Tionghoa Ini Pernah Bersinar di Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Banyak atlet keturunan Tionghoa bersinar bahkan mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga internasional. Tidak terkecuali mereka yang pernah mewarnai sejarah perjalanan sepak bola Tanah Air.

Siapa yang tidak kenal dengan Rio Haryanto karena menjadi pebalap pertama dan satu-satunya asal Indonesia di Formula 1. Juga semisal Liem Swie King, Christian Hadinata, Susi Susanti, hingga Liliyana Natsir pernah mengharumkan Indonesia di ajang-ajang bulutangkis tingkat dunia.

Sementara itu, dalam perjalanan sepak bola Indonesia, tidak sedikit pemain-pemain keturunan Tionghoa yang pernah populer. Bahkan, menjadi andalan dalam skuat tim nasional.

Berikut 5 pesepak bola keturunan Tionghoa yang pernah bersinar di Indonesia.

Thio Him Tjiang

kompasiana.com

Kecemerlangan Thio Him Tjiang bermain di posisi gelandang pada era 1950-an membuatnya bisa berseragam timnas Indonesia. Sosok kelahiran 28 Agustus 1929 ini mampu menjadikan Indonesia sebagai salah satu tim yang disegani di Asia.

Salah satu prestasinya buat tim Merah Putih ketika sanggup menahan imbang tim sekelas Uni Soviet dengan skor 0-0 di perempat final Olimpiade 1956 di Melbourne, Australia. Kariernya bersama timnas berlangsung selama delapan tahun pada periode 1951 hingga 1958.

Tan Liong Houw

forzapersija

Nama Tan Liong Houw begitu terkenal di mata suporter Persija Jakarta era 1950-an. Pria kelahiran 26 Juli 1930 ini bahkan mendapatkan julukan Macan Betawi berkat kehebatannya di posisi gelandang kiri.

Ia juga menjadi salah satu pemain yang memperkuat timnas Garuda saat menahan imbang 0-0 Uni Soviet di perempat final Olimpiade 1956 di Melbourne, Australia.

Tan Liong Houw mampu mengantarkan Indonesia keluar sebagai juara Merdeka Games 1961 di Malaysia dengan mengalahkan tuan rumah 2-1 di laga final.

Ia memperkuat timnas selama 12 tahun sebelum akhirnya memutuskan pensiun setelah Asian Games 1962 di Jakarta. Kendati demikian, Tan Liong Houw, masih memberikan sumbangan pikiran untuk perkembangan sepak bola nasional dengan menjadi anggota dewan penasihat PSSI periode 1999-2003.

Endang Witarsa

Endang Witarsa alias Lim Sun Yu atau Liem Soen Joe merupakan mantan pesepak bola Indonesia yang pernah memperkuat timnas Indonesia. Namun, namanya lebih terkenal ketika dipercaya menjadi pelatih timnas.

Ia merupakan sosok pelatih yang sangat disegani, keras, dan disiplin. Tidak segan-segan Endang Witarsa memaki pemain karena tidak menjalankan instruksinya dengan baik.

Namun, di balik karakternya yang keras, Indonesia justru bisa menjadi juara di beberapa ajang internasional. Di antaranya, juara Piala Raja 1968 di Thailand, Merdeka Games 1969 (Malaysia), Pesta Sukan (Singapura), Piala Anniversary pada 1972, dan juara Piala Agha Khan di Pakistan.

Tangan dinginnya juga membuat Indonesia mampu mengejutkan timnas Uruguay dengan kemenangan 2-1 di laga persahabatan di Jakarta pada 1974.

Eduard Tjong

pssi.org

Darah sebagai pesepak bola kental dalam diri Eduard Tjong sejak lahir. Betapa tidak, ia merupakan anak dari mantan pemain timnas Indonesia, yakni Harry Tjong.

Eduard Tjong sudah serius menekuni sepak bola sejak masih sekolah menengah di SMP Negeri 74 Rawamangun. Kala itu, ia masih bermain sebagai kiper dan dengan cepat masuk dalam skuat timnas junior.

Cedera patah lengan tak menghalanginya untuk bisa bersinar di persepakbolaan Tanah Air. Meski tak lagi bisa menjadi kiper, Eduard justru bisa lebih tampil mengilap ketika bermain sebagai seorang gelandang serang.

Eduard Tjong merupakan pemain yang sangat loyal terhadap Arseto Solo. Selama 18 tahun ia menghabiskan perjalanan karier bersama satu klub. Prestasinya di level klub adalah mengantarkan Arseto menjadi juara di Piala Galatama 1992.

Sebagai pelatih, namanya juga pernah menghiasi kursi pelatih tujuh klub berbeda Tanah Air. Di antaranya, Persiba Bantul, Persires Bali Devata, Persija IPL, Persela Lamongan, Persiram Raja Ampat, Persiba Balikpapan, dan PS TNI. Terakhir, ia dipercaya menangani timnas Indonesia U-19.

Nova Arianto

juara.net

Nova Arianto adalah pesepakbola yang menonjol oada tahun 2000-an. Putra dari legenda PSIS Semarang, Sartono Anwar, gambaran salah satu bek tangguh di lini pertahanan.

Arseto Solo, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, hingga Sriwijaya FC pernah menyicipi jasanya dalam memperkuat barisan pertahanan. Meski berposisi sebagai bek, ia tergolong subur dalam urusan mencetak gol.

Ya, saat berseragam Persib Bandung, Nova total bisa mengemas 8 gol pada periode 2007-2011.

Kala bersama Sriwijaya FC, Nova sukses memenangi titel juara Indonesia Super League pada 2012. Di level timnas, ia pun mampu mengantarkan Timnas Garuda mencapai semifinal di Piala AFF 2008.

Comments
Loading...