5 Rekor di Liga Inggris 2018-19 yang Dijuarai Manchester City

Football5Star.com, Indonesia – Liga Inggris 2018-19 telah berakhir. Manchester City menahbiskan diri sebagai juara setelah menang 4-1 atas Brighton & Hove Albion pada pekan pamungkas, Minggu (12/5/2019). Mereka finis sebagai juara dengan keunggulan satu poin atas Liverpool.

Keberhasilan musim ini jadi catatan tersendiri bagi Manchester City. Inilah kali pertama klub berjuluk The Cityzens itu menjuarai Premier League secara back to back alias beruntun. Musim lalu pun, klub asuhan Pep Guardiola itu jadi yang terbaik di Liga Inggris.

Di samping catatan tersebut, beberapa rekor juga tergurat pada perhelatan Liga Inggris 2018-19. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan lima rekor yang paling menonjol.

1. Gol Kilat Shane Long

Sebuah catatan bersejarah dibuat Shane Long saat Southampton melawat ke Stadion Vicarage Road milik Watford pada 23 April 2019. Pertandingan belum genap berjalan delapan detik, dia sudah berhasil menjebol gawang lawan.

Berawal dari sepak mula yang dilakukan Watford, Roberto Pereyra mengirimkan bola kepada Craig Cathcart. Saat itu, Shane Long coba melakukan tekanan. Cathcart kemudian coba melepaskan umpan ke samping, tapi berhasil direbut Long yang kemudian melepaskan tendangan chip melewati kiper Ben Foster.

Gol tersebut tercipta saat pertandingan berjalan 7,69 detik. Gol tersebut mematahkan rekor gol tercepat pada pentas Premier League yang dibuat Ledley King, bek Tottenham Hotspur, pada 2000. Kala itu, King menjebol gawang Bradford ketika laga berjalan 9,82 detik.

2. Harvey Elliott Debutan Termuda

Harvey Elliott mematahkan rekor pemain termuda di kancah Premier League saat Fulham menghadapi Wolverhampton Wanderers.
arazao.com.br

Fulham memang tak bisa bertahan di pentas Liga Inggris 2018-19. Namun, mereka meninggalkan catatan spesial lewat Harvey Elliott. Turun saat The Cottagers menghadapi Wolverhampton Wanderers pada 4 Mei 2019, dia mencatatkan diri sebagai pemain termuda yang turun pada kancah Premier League.

Masuk menggantikan Andre Anguissa saat pertandingan bersisa dua menit, Harvey Elliott baru menginjak umur 16 tahun 30 hari. Dia lebih muda 38 hari dari sang pemegang rekor sebelumnya, Matthew Briggs, yang dibuat pada 2007. Menariknya, Briggs juga mencatatkan rekor itu bersama Fulham.

Briggs menjalani debut pada ajang Premier League pada 13 Mei 2007. Dia masuk menggantikan Moritz Volz pada menit ke-77 dalam laga melawan Middlesbourgh yang berkesudahan 1-3 untuk Fulham.

3. Trio Afrika Jadi Top Skorer Bersama

Mohamed Salah, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Sadio Mane manjadi top skorer bersama Premier League 2018-19.
skysports.com

Liga 2018-19 jadi pentas dominasi pemain Afrika di daftar pencetak gol terbanyak. Saat musim berakhir, trio pemain asal Benua Hitam, yakni Mohamed Salah, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Sadio Mane merebut sepatu emas berkat torehan 22 gol masing-masing.

Sepanjang sejarah Premier League, baru kali ini ada tia pemain Afrika menjadi top skorer bersama. Bahkan, baru kali ini pula ada tiga pemain dari Benua Hitam yang sanggup mencetak 20 gol atau lebih dalam semusim.

Memasuki pekan terakhir, Salah memimpin sendirian di puncak daftar top skorer dengan 22 gol. Namun, dia gagal menambah koleksi golnya pada laga Liverpool melawan Wolverhampton Wanderers. Justru Mane yang moncer dengan mencetak brace dan menyamai koleksi gol sang rekan.

Hal serupa dilakukan Aubameyang. Dia mencetak brace kala Arsenal menang 3-1 di kandang Burnley. Khusus bagi striker asal Gabon itu, sepatu emas bukan barang baru. Sebelumnya, dia pernah menjadi top skorer Bundesliga 1 musim 2016-17 kala masih membela Borussia Dortmund.

4. Gol Terbanyak dalam Semusim

Eddie Nketiah mencetak gol ke-1.072 di Premier League 2018-19 yang dijuarai Manchester City.
standard.co.uk

Di samping jadi musim terketat dalam perburuan gelar juara, Liga Inggris 2018-19 juga tercatat sebagai musim paling produktif. Sebanyak 1.072 gol tercipta dalam 38 pekan. Untuk kompetisi yang berlangsung selama 38 pekan, itu adalah catatan gol tertinggi, melebihi musim 2011-12 yang dihiasi torehan 1.066 gol.

Rekor jumlah tertinggi memang tetap musim pertama, 1992-93. Kala itu, tercipta 1.222 gol atau rata-rata tercipta 29, 1 gol per pekan. Itu lebih baik dari musim 2018-19 yang hanya 28,2 gol per pekan. Namun, kala itu, Liga Inggris berlangsung selama 42 pekan karena ada 22 tim yang berkompetisi.

Gol pamungkas Liga Inggris 2018-19 yang membuat torehan gol musim ini melawati musim 2011-12 dicetak Eddie Nketiah saat Arsenal menang 3-1 di kandang Burnley. Dia menjejalkan bola ke gawang lawan pada menit k-5 injury time.

5. Triple Double Pep Guardiola

Keberhasilan Manchester City mempertahankan gelar juara Premier League menjadi catatan tersendiri bagi Pep Guardiola. Dia menjadi manajer ketiga yang mampu melakukan itu. Dua manajer yang terlebih dahulu melakukannya adalah Sir Alex Ferguson bersama Manchester United dan Jose Mourinho bersama Chelsea.

Tak hanya itu, keberhasilan Manchester City pada Liga Inggris 2018-19 juga menjadikan Pep Guardiola sebagai pelatih pertama yang membukukan triple double, yakni juara back to back di tiga liga besar Eropa. Sebelumnya, dia melakukan hal itu saat menangani Barcelona di Liga Spanyol dan Bayern Munich di Liga Jerman.

Pep Guardiola berpeluang membuat prestasi lebih besar pada musim depan. Andai Manchester City kembali juaraseperti di Liga Inggris 2018-19, dia akan jadi pelatih pertama yang membukukan triple triple, yakni tiga kali juara beruntun di tiga liga berbeda.

Comments
Loading...