5 Transfer Aneh pada Bursa Transfer Musim Dingin 2019

Football5star.com, Indonesia – Bursa transfer musim dingin 2018/2019 telah usai. Berbagai pemain besar telah memutuskan untuk hijrah. Namun, beberapa transfer bisa dikatakan memiliki label absurd, aneh, hingga mengejutkan.

Football5star.com pun memilih lima transfer pemain paling aneh pada bursa transfer musim dingin 2018/2019. Mulai dari Kevin-Prince Boateng hingga Martin Caceres. Berikut daftar lengkapnya.

1. Kevin-Prince Boateng (Sassuolo ke Barcelona)
Bagi Sassuolo, kepergian Kevin-Prince Boateng ibarat dua sisi mata uang. Mereka berduka sekaligus merasakan kebahagiaan - Football5star - fcbarcelona.com
fcbarcelona.com

Transfer paling aneh pertama layak diberikan kepada pemain asal Ghana, Kevin-Prince Boateng. Ada beberapa alasan mengapa transfer Boateng ini bertitel aneh.

Pertama adalah soal level klub Sassuolo. Di Serie A Italia musim ini, Sassuolo bukanlah klub besar. Tak ayal, Boateng bak ketibang durian runtuh karena tiba-tiba naik kasta dengan berkostum Barcelona.

Kedua adalah soal si pemain, Boateng. Mantan pemain Las Palmas ini juga memiliki perjalanan karier yang sama absurd seperti bermain di klub-klub semenjana selain AC Milan. Meski begitu, salah satu nilai plus Boateng adalah pengalaman bermain di LaLiga bersama Las Palmas.

Usia saat ia pindah ke Barcelona pun menjadi perdebatan karena telah berumur 31 tahun. Belum lagi soal posisi bermain Boateng. Dia memiliki banyak pesaing guna memperebutkan peran utama. Dalam kurun waktu setengah musim, mungkin Boateng memang cuma dijadikan ban serep di Barcelona.

Peter Crouch (Stoke City ke Burnley)

Ada yang masih ingat Peter Crouch? Namanya sempat mengilap ketika membela beberapa klub besar, termasuk Liverpool. Namun, belakangan Crouch tak lagi kedengeran. Wajar, pada awal musim ini, ia hanya bermain di kasta kedua Liga Inggris.

Akan tetapi, publik sepak bola Inggris bisa kembali melihat pemberitaan soal Crocuh setelah tengah musim ini resmi berseragam Burnley. Kepindahan Crouch ke Burnley menjadi salah satu transfer mengejutkan.

Pasalnya, ia ditukar dengan Sam Vokes yang jumlah golnya di musim ini lebih banyak ketimbang Crouch yang hanya bermain di kasta kedua. Vokes mencetak empat gol di seluruh kompetisi musim ini, sedangkan Crouch hanya dua.

Martin Caceres (Lazio ke Juventus)
juventus datangkan caceres untuk ketiga kalinya
Twitter @juventusfcen

Anda mungkin pernah memiliki hubungan percintaan yang putus-nyambung bak layang-layang? Nah, mendengar kepindahan Martin Caceres ke Juventus pada Januari 2019, mungkin bisa menjadi representasi kisah cinta itu.

Juventus dan Caceres bahkan sampai tiga kali balikan setelah sebelumnya merumput di Turin pada musim 2009/10 dan dari 2012 hingga 2016.

Pada masa bakti pertama penggawa timnas Uruguay ini dipinjam dari Barcelona. Sementara pada kiprah kedua Caceres awalnya juga mendarat dengan status on loan dari Sevilla sebelum direkrut permanen.

Kali ini Juventus membayar 600 ribu euro kepada Lazio untuk menyewa servis Caceres sampai akhir musim ini.

Entah atas dasar apa Juventus kembali memboyong pulang bek asal Uruguay itu ke Turin. Padahal, selama berseragam I Bianconeri, Caceres pun sangat jarang mendapat kesempatan bermain sebagai starter.

Lazar Markovic (Liverpool ke Fulham)

Klub yang tengah berjuang lepas dari degradasi, akan berusaha dan melakukan apa pun. Tujuannya satu: agar terbebas dari jerat degradasi. Meskipun kadang cara yang dilakukan agak kelewat aneh.

Salah satunya adalah Fulham yang mendatangkan Lazar Markovic. Markovic sepat dianggap sebagai salah satu talenta terbaik Eropa semasa muda. Namun, performanya justru jauh panggang dari api. Dia gagal bersinar semasa berkarier di Liverpool.

lazar - markovic - fulham - liverpoolfc.com
Liverpoolfc.com

Musim ini, ia hanya bermain di Liverpool U-23 dan hanya bermain sebanyak dua kali dan mencetak 1 gol. Apa yang bisa diharapkan Claudio Ranieri dari pemain yang terakhir kali main mencicipi kompetisi resmi pada 10 Mei 2018 yang lalu?

Satu yang pasti, kedatangan Markovic konon merupakan rekomendasi dari striker Aleksandar Mitrovic. Kini, ada duet Serbia yang diharapkan bisa membantu Fulham menjauh dari zona degradasi di klasemen Premier League.

Jean-Clair Todibo (Touloues FC ke Barcelona)

Barcelona layak diberikan panggung besar atas aksinya yang luar biasa di bursa transfer musim dingin kali ini. Selain Boateng, mereka mendatangkan pemain berusia 19 tahun, Jean-Clair Todibo. Nama yang masih asing bagi para penggemar sepak bola.

Nama Todibo sebenarnya sering masuk dalam pemberitaan media sejak munculnya minat dari Barcelona. Hal inilah yang membuat petinggi klub Toulouse FC geram.

Jean Clair-Todibo - Barcelona - Football5star

Mereka mereka Barcelona tak pernah menghubungi klub dan lebih memainkan isu di media. Yang lebih absurd lagi, dalam kesepakatan awal Todibo baru pindah pada awal musim depan, namun ujug-ujug ia pindah pada Januari ini.

Todibo memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat untuk bersaing dengan deretan nama beken di skuat utama.

Comments
Loading...