5 Ulah Miring Patrice Evra

Football5Star.com, Indonesia – Bek senior Olympique Marseille, Patrice Evra, menyita perhatian dunia lewat ulahnya saat laga melawan Vitoria Guimaraes, Jumat (3/11/2017) dinihari WIB. Sebelum laga berlangsung, dia menyerang fans yang diduga melontarkan hujatan kepada para penggawa Marseille (tengok: Dicaci Pendukung Sendiri, Evra Lakukan Tendangan Cantona).

Pelatih Rudi Garcia kontan berang (tengok: Garcia: Tak Pantas Evra Berlaku Seperti Itu!). Apalagi timnya lantas kalah 0-1 dan Boubacar Kamara menerima kartu merah. Kerugian dan kekecewaan berlipat harus dibawanya pulang ke Marseille.

Ulah di kandang Guimaraes itu menambah panjang deretan ulah miring yang pernah dibuat mantan penggawa Manchester United dan Juventus tersebut.

Berikut ini Football5Star menghimpun lima ulah miring lain yang pernah dilakukan pemain berumur 36 tahun tersebut.

Konflik di Piala Dunia 2010

Di Piala Dunia 2010, Evra adalah kapten Les Bleus. Namun, perilakunya justru tak terpuji. Dia diduga sebagai salah satu orang yang memimpin pemogokan yang dilakukan para penggawa timnas Prancis yang tak puas atas kepemimpinan pelatih Raymond Domenech.

Di kancah itu pula, dia diketahui sempat bersitegang dengan pelatih fisik Robert Duverne. Dalam sebuah sesi latihan, Evra tengah berbincang dengan Domenech. Tiba-tiba saja Duverne datang dengan emosional. Entah apa yang menjadi penyebabnya. Satu hal yang pasti, hampir terjadi pekelahian karena Duverne seperti hendak menyerang Evra. Untungnya Domenech segera meleraih keduanya.

Menghina Kostum Prancis

Pada 2012, bek kiri yang kala itu berumur 33 tersebut kedapatan mengelap pantatnya dengan kostum timnas Prancis. Hal itu terjadi saat dia berada di bangku cadangan pada laga persahabatan melawan Serbia. Ulahnya kontan mengundang kecaman. Le 10 Sport menghujat perbuatan itu sebagai bentuk penghinaan.

“Itu menunjukkan rendahnya rasa hormat kepada biru Prancis dan yang dilambangkannya. Kami tak bisa membayangkan Evra melakukan hal yang sama dengan kostum Manchester United,” kecam Le 10 Sport.

Menyebut Arsenal Sebagai 11 Anak-Anak
Patrice Evra mengolok-olok Arsenal sebagai sebelas anak-anak.
zimbio.com

Evra tergolong pemain bermulut pedas. Salah satunya yang paling kontroversial, tentu saja komentarnya usai Manchester United mengeliminasi Arsenal di semifinal Liga Champions pada 2009. Saat itu, dia menyamakan sebelas pemain Arsenal dengan sebelas bayi guna menunjukkan adanya perbedaan kelas di antara kedua klub.

“Itu jelas 11 laki-laki melawan 11 anak kecil. Kami sama sekali tak pernah sedikit pun meragukan diri sendiri. Kami punya begitu banyak pengalaman. Itu yang menjadi perbedaan,” kata dia seperti dikutip The Telegraph pada saat itu.

Mengolok-Olok Suarez

Pada 2011, Evra menjadi kobran pelecahan rasial yang dilakukan Luis Suarez. Dia mengaku penyerang Uruguay yang kala itu membela Liverpool tersebut melontarkan kata-kata rasial kepadanya. Hal itu dibantah mati-matian oleh Suarez. Namun, pada akhirnya FA menjatuhkan skors kepada Suarez.

Selepas menjalani hukuman, Suarez dan Evra kembali bertemu dalam laga Manchester United vs Liverpool di Stadion Old Trafford. Insiden langsung terjadi sebelum laga. Suarez enggan bersalaman dengan pemain Prancis tersebut. Usai pertandingan yang dimenangi Man. United dengan skor 2-1, Evra merayakannya tepat di depan Suarez. Ulah itu sampai membuat wasit mendorongnya menjauh supaya tak terjadi konflik lagi dengan sang penyerang.

Mengolok-Olok Berbatov

Entah bercanda atau memang benci terhadap mantan rekannya, Evra melakukan hal kontroversial kala Manchester United menghadapi Fulham pada 2013. Itu adalah laga pertama striker Fulham, Dimitar Berbatov, setelah terdepak dari Man. United. Fulham kalah telak 1-4 dalam laga itu.

Usai pertandingan, saat Berbatov menuju ruang ganti, Evra mengacungkan dua jari membentuk “tanduk setan” atau “kuping kelinci” di atas kepala sang striker. Tak diketahui persis maksud ulah tersebut. Hal yang jelas, striker Bulgaria tersebut tampak muram karena kekalahan timnya.

Comments
Loading...