Ada Liga China, Eropa Bisa Jadi Bukan Lagi Tujuan Utama Pesepakbola

Football5star, Indonesia – Xavi Hernandez mewanti-wanti klub-klub Eropa agar mewaspadai geliat klub-klub China yang kini coba merebut dominasi Benua Biru.

Klub-klub China kini tengah jadi buah bibir menyusul transfer gila-gilaan yang mereka lakukan belakangan ini. Tengok saja Shanghai Shenhua yang berani membayar Carlos Tevez 615 poundsterling per pekan atau setara Rp 10 M!

Gaji Tevez itu bahkan mengalahkan apa yang didapat Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Ronaldo dan Messi pun masih kalah banyak pendapatannya di klub dari Oscar yang digaji Shanghai SIPG sebanyak 410 ribu pound per pekan.

Kedatangan Oscar juga membuat Shanghai SIPG merogoh kocek 60 juta poundsterling dari Chelsea. Belum lagi menyebut Axel Witsel yang digaji klub promosi, Tianjin Quanjian, sebesar 20 juta euro per musim meski sempat ditawar raksasa Italia, Juventus.

Mereka-mereka ini menyusul beberapa nama top yang sudah merumput di Liga China seperti Hulk, Paulinho, Ramires, Fredy Guarin, Ezequiel Lavezzi, dan Jackson Martinez.

Dengan kekuatan finansial yang dimiliki, klub-klub China diramalkan bisa jadi ancaman untuk klub-klub Eropa ke depannya.

“China harus dipandang sangat serius saat ini. Sudah sangat lama bahwa Eropa jadi satu-satunya tujuan para pemain di seluruh dunia,” ujar Xavi seperti dikutip Soccerway.

“China menunjukkan bahwa mereka melakukan ini karena bisnis dan mereka punya kekuatan finansial untuk menarik para pemain terbaik di Eropa. Mereka sudah punya banyak pemain hebat, tapi ini baru awal,” sambungnya.

“Kita sudah melihat beberapa pemain terbaik gabung MLS, tapi biasanya mereka melakukan itu di ujung kariernya. Apa yang China lakukan benar-benar berbeda karena mereka menarik minat pemain top yang tengah memasuki usia emas.”

“Klub-klub Eropa tidak bisa menyaingi gaji yang mereka tawarkan, dan itu membuat China kini jadi tujuan para pemain terbaik.”

“Setelah sekian lama sepakbola hanya soal bermain di salah satu empat atau lima liga top Eropa serta bermain di Liga Champions, kini jika China ingin membuat liga yang kompetitif dengan banyak pemain serta pelatih top, maka Eropa bukan lagi tujuan satu-satunya untuk para pemain terbaik,” tutup Xavi.

Comments
Loading...