Ada Wenger dan Arteta di Balik Penderitaan Manchester City

Football5star.com, Indonesia – Federasi sepak bola Eropa, UEFA menjatuhkan sanksi berat kepada Manchester City terkait pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Sanksi itu berupa larangan bermain di Liga Champions selama dua musim dan denda 30 juta euro.

Hukuman tersebut belum ikrah. City masih bisa mengajukan banding ke lembaga Arbitrase Internasional. Namun sanksi yang dijatuhkan UEFA ini tentu saja membuat City kini berada di keputusan sangat sulit. Chelsea yang sempat melakukan banding ke lembaga ini ternyata gagal.

Yang menarik kemudian, sejumlah netizen di sosial media kemudian menghubungkan sanksi yang diberikan oleh UEFA ini atas ‘ulah’ dari eks pelatih Arsenal, Arsene Wenger serta penerusnya, Mikel Arteta.

Sejumlah akun Twitter mempublikasikan teori konspirasi bagaimana Wenger dan Arteta dianggap terlibat di sanksi UEFA ini. Akun Twitter @WelBeast berkicau bahwa pada 2011, Wenger sempat lemparkan tuduhan bahwa City melakukan pelanggaran FFP.

Jika ditelusuri, pada 2011 pria Prancis itu memang sempat mengatakan ke media bahwa City melakukan pelanggaran finansial. Wenger saat itu menuduh City memanipulasi dana sponsor yakni Etihad Airways sebesar 400 juta poundsterling.

“Kondisi itu menimbulkan pertanyaan nyata tentang kredibilitas aturan mengenai finansial klub. Mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Ini berarti manipulasi keuangan. Mereka harusnya tetap menghormati peraturan yang ada,” kata Wenger saat itu seperti dilansir dari The Guardian.

Akun Twitter @WelBeast kemudian menyebut beberapa bulan setelah tudingan tersebut, tepatnya Agustus 2011, Arsene Wenger mendatangkan Mikel Arteta. 5 tahun kemudian, Juli 2016, Arteta ditunjuk sebagai asisten Pep Guardiola di Manchester City.

Desember 2019, Arteta memilih untuk menjadi pelatih Arsenal dan Februari 2020 atau 9 tahu setelah tudingan Wenger, City dijatuhi sanksi oleh UEFA di kasus yag sama.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More