Adriano: Pikiran Saya Kacau Setelah Ayah Meninggal

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Inter Milan, Adriano, meminta maaf soal perlakuannya pasca ayahnya meninggal 2004 lalu. Seperti yang diketahui performa dan perilaku The Emperor berubah ketika sang ayah meninggal.

Adriano berterima kasih kepada fans dan mengatakan Inter adalah rumah keduanya. Namun dia tetap meminta maaf atas perilakunya ketika itu.

“Saya berterima kasih kepada fans, Saya berterima kasih atas segala momen yang saya lewatkan bersama mereka. Inter adalah rumah kedua saya dan masih sampai saat ini. Mungkin saya melakukan kesalahan. Pikiran saya begitu kacau pasca Ayah saya meninggal. Itu bukan diriku. Saya merasa ingin pergi bukan karena saya tidak ingin bermain lagi untuk Inter, namun karena alasan personal,” ucap Adriano seperti dilansir Football5Star.com dari Inter TV.

Adriano, Romelu Lukaku
thesun.co.uk

Mantan pemain timnas Brasil itu melanjutkan, “saya meminta maaf dan berterima kasih kepada para fans yang selalu menyambut saya kembali.”

Selain itu, Adriano juga ditanya soal gol favoritnya bersama Inter Milan. Dia menjawab gol tendangan bebas kerasnya pada saat melawan Real Madrid.

“Gol ke gawang Real Madrid. Karena itu adalah laga perdana saya dan belum ada yang mengenal saya, dan gol itu menjadi penting dalam karier saya bersama Inter. Sebenarnya Marco Materazzi ingin mengambil tendangan bebas itu, tapi Clarence Seedorf memanggil saya dan meminta Marco untuk membiarkan saya menendangnya,”ujar The Emperor.

Adriano bermain bersama Inter selama total 7 musim walaupun sempat pindah ke Fiorentina, Parma dan dipinjamkan ke Sao Paolo.