Ahli Epidemiologi Sebut Liga Italia Harus Tanpa Penonton

Football5star.com, Indonesia – Tingginya penyebaran virus corona di Italia membuat Liga Italia terhenti. Kendati belum dipastikan kapan bisa dilangsungkan kembali, ahli epidemiologi, Pierluigi Lopalco, berharap kelanjutan kompetisi nantinya akan berlangsung tanpa penonton.

Italia kini menempati peringkat pertama angka kematian akibat corona. Hingga saat ini sudah 5.476 orang meninggal dunia. Angka ini melebihi Cina yang merupakan negara pertama terjangkit corona.

Bagi Pierluigi Lopalco, angka tersebut jadi sebuah gambaran agar kelanjutan Liga Italia nantinya harus berlangsung tanpa penonton. Sekali pun virus mematikan tersebut sudah berkurang drastis.

pierluigi lopalco-huffington post
huffington post

“Kita harus jujur kepada orang-orang tanpa harus menakut-nakuti mereka. Saya pikir mustahil untuk para suporter datang ke stadion setidaknya sampai Oktober,” kata Lopalco kepada La Repubblica, Senin (23/3/2020).

“Prediksi saya adalah tindakan pembatasan pergerakan yang sedang dilakukan saat ini akan berlanjut sampai musim panas nanti. Butuh waktu dan kehati-hatian agar semua bisa kembali normal lagi,” ia menambahkan.

Untuk diketahui, ahli epidemiologi adalah orang yang menyelidiki faktor-faktor tertentu dan distribusi dari penyakit, kecacatan, atau hasil kesehatan. Mereka pula yang nantinya akan mengembangkan sarana untuk melakukan pencegahan dan kontrol.

Sementara itu, Serie A kini jadi kompetisi yang pemainnya paling banyak terpapar virus corona. Beberapa di antara mereka bahkan pemain yang cukup dikenal seperti Daniel Rugani, Patrick Cutrone, Manolo Gabbiadini, Blaise Matuidi, Paulo Dybala, dan Paolo Maldini serta anaknya, Daniel Maldini.