Akankah Tim Inggris Kawinkan Gelar Kompetisi Eropa?

Football5star.com, Indonesia – Empat tim Inggris dipastikan lolos ke babak semifinal kompetisi Eropa musim ini. Liverpool dan Tottenham Hotspur di arena Liga Champions, serta Arsenal bersama Chelsea di Liga Europa.

Di babak perempat final, Liverpool terlalu perkasa untuk lawannya, FC Porto. Sedangkan Tottenham Hotspur harus saling bunuh dengan tim Inggris lainnya, Manchester City.

Lewat laga dramatis, tim London Utara ini membuat Pep Guardiola harus keluarkan komentar kejam di akhir pertandingan.

Tim London Utara lainnya, Arsenal juga tak mau kalah. Tim besutan Unai Emery itu mampu singkirkan Napoli. Di laga leg kedua, mereka menang 1-0 lewat free kick indah Alexandre Lacazette.

Sedangkan Chelsea, hampir saja temui nasib sial saat bertemu Slavia Praha. Sempat berpesta gol di babak pertama, Eden Hazard kebobolan dua gol di bakak kedua. Skor 4-3 pun jadi hasil akhir di Stamford Bridge.

Menilik dari hasil di babak perempat final kompetisi Eropa ini, mampukah tim Inggris kawinkan gelar kompetisi Eropa? Berikut analisisnya untuk pembaca setia football5star.com:

Peluang Liverpool dan Tottenham Hotspur

Jika bicara peluang The Reds dan the Lilywhites di Liga Champions, keduanya cukup memungkinkan gelar All England Final. Permainan kedua tim sangat konsisten sejak awal penyisihan grup.

Untuk urusan kebugaran pemain, kedua tim juga tidak memiliki masalah berarti. Sempat dikhawatirkan tidak akan berbuat banyak tanpa Harry Kane, Spurs buktinya bisa manfatkan Son Heung-min.

Spurs yang bertemu AFC Ajax di babak semifinal akan jadi tontonan sangat menarik. Duel tim kuda hitam ini, bisa saja dimenangkan Spurs jika mereka mau belajar dari kelalaian Juventus.

5 Fakta Perempat Final Liga Champions - Tottenham - @SpursOfficial 2
@SpursOfficial

Wajib hukumnya bagi Mauricio Pochettino saat bertemu Ajax menguasai lini tengah dan tidak membiarkan tim besutan Erik ten Hag itu berkreasi.

Duel Pochettino dengan ten Hag juga bakal jadi adu strategi pelatih di bawah usia 50 tahun. Menarik untuk melihat siapa pelatih muda ini yang paling moncer nantinya.

Sedangkan Liverpool harus bertemu dengan tim favorit juara, Barcelona. The Reds mampu sebenarnya pecundangi Blaugrana, karena Mohamed Salah cs tak serapuh Red Devils.

Liverpool

Permainan Liverpool baik di Liga Champions ataupun Liga Inggris menunjukkan matangnya Jurgen Klopp membangun skema tim.

Belajar dari kesalahan musim lalu karena dikalahkan Real Madrid di final, Klopp tentu punya segudang amarah untuk dilampiaskan ke tim Spanyol itu.

The Reds tinggal mewaspadai Philippe Coutinho, sosok sakit hati yang dibuang Klopp dari Anfield. Coutinho bisa jadi boomerang bagi Liverpool nantinya, meski sebenarnya hati pemain Brasil itu masih ada untuk Liverpool, tengok saja selebrasi golnya di Nou Camp tengah pekan lalu.

Kesimpulannya Liverpool berpeluang ke final dan meraih titel juara, siapa pun lawannya apakah Spurs ataupun Ajax.

Peluang Arsenal dan Chelsea

Melihat perfomance Arsenal dan Chelsea di Liga Europa, bisa dikatakan hanya The Gooners yang memiliki peluang besar untuk sampai ke partai final dan juara.

Menilik dari capaian Chelsea yang bisa dikatakan tak stabil, membuka peluang tim besutan Maurizio Sarri itu didepak oleh Eintracht Frankfurt.

Eintracht Frankfurt memiliki mental dan karakter permainan yang bisa membuat repot Eden Hazard cs. Tengok saja saat mental pemain Slavia Praha mendadak bangkit di babak kedua, pemain Chelsea kocar kacir mengatasinya.

Apalagi sebelum jalani leg pertama melawan Eintracht Frankfurt pada 3 Mei 2019, The Blues harus melawan Manchester United di Liga Inggris. Red Devils tentu akan memanfaatkan laga ini untuk menggeser posisi Chelsea di papan klasemen.

Maurizio Sarri punya kebanggaan tersendiri atas keberhasilan Chelsea lolos ke semifinal Liga Europa.

Sarri akan kebingungan dengan pilihan, apakah melepaskan pertandingan ini dengan turunkan pemain lapis kedua atau tetap memainkan tim inti dengan resiko kelelahan serta cedera saat hadapi Die Adler.

Besar kemungkinan pil pahit yang diterima Benfica akan kembai dirasakan oleh Chelsea saat bertemu Luka Jovic cs.

Sedangkan Arsenal, beruntung memiliki Unai Emery yang bisa dikatakan sebagai pelatih spesialis Liga Europa. Emery telah lima kali membawa tim asuhannya ke babak semifinal, tiga diantaranya menjadi juara.

Apalagi lawan Arsenal di semifinal ialah Valencia, tim yang juga pernah dilatih Emery. Keunggulan ganda ini yang bisa membuat tim Meriam London berpeluang ke partai puncak.

Kesimpulannya jika Arsenal mampu ke final, dan bertemu Eintracht Frankfurt, Pierre Emerick-Aubameyang cs sangat berpeluang meraih titel juara.

Comments
Loading...