Alami Krisis Finansial, Gaji Pelatih dan Pemain Asing Arema FC Kena Sunat

Football5star.com, Indonesia – General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengaku terpaksa memangkas fasilitas yang didapatkan oleh para pelatih dan pemain asing. Menurut Ruddy, kebijakan ini diberlakukan untuk turut membantu neraca keuangan Singo Edan.

Seperti yang diketahui, Arema FC saat ini memang mengalami masalah finansial yang cukup pelik. Pasalnya, mereka sama sekali tak memiliki pemasukan karena Liga 1 2020 masih ditangguhkan. Meski tak punya pemasukan, Singo Edan harus tetap membayar gaji para pemain serta ofisialnya.

“Kami memangkas fasilitas untuk pelatih dan pemain asing. Misal rumah yang dalam kondisi normal sewanya sampai Rp100 juta, kini hanya Rp60 juta,” ungkap Ruddy Widodo seperti dikutip football5star.com dari laman Wearemania.

Ruddy Widodo - Arema FC
Malang Times

Lebih lanjut, Ruddy juga merasa yakin para pemain serta pelatih asing takkan keberatan dengan kebijakan ini. “Saya pikir ini tak masalah bagi mereka, dan sangat membantu finansial klub.”

Meski sudah melunasi kewajiban gaji pemain, manajemen Singo Edan masih belum bisa membayarkan berbagai bonus kepara Jonathan Bauman cs. Singo Edan baru akan melunasi kewajiban ini apabila sudah mendapat kucuran dana tambahan dari PT LIB.

Ruddy pun mengatakan kalau nilai nominal bonus yang diberikan kepada para pemain juga akan dipangkas. Menurutnya, Singo Edan saat ini tak bisa membayarkan bonus dengan nominal seperti biasa.

“Bonus-bonus untuk tim tetap ada, tetapi nilainya yang mungkin akan kami kurangi. Kalau nominalnya seperti dalam kondisi normal, jelas memberatkan,” tandas pria berusia 48 tahun itu.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More