Alarm Bahaya dari Myanmar untuk Timnas Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Myanmar jadi negara pertama yang lolos dari babak penyisihan grup A cabang sepak bola SEA Games 2019. Kemenangan 2-1 atas Kamboja, Senin (2/12/2019) memastikan satu tempat di babak semifinal untuk Lwin Moe Aung dan kawan-kawan.

Selama babak penyisihan grup A SEA Games 2019, anak asuh Velizar Popov itu memang tampil cukup dominan. Di pertandingan pertama, Myanmar ditahan imbang 1-1 oleh Malaysia.

Di laga kedua, kemenangan 2-1 atas Filipina diraih oleh tim berjuluk Asia Tiger tersebut. Dua kemenangan kembali diraih oleh Myanmar di laga selanjutnya, 3-1 dari Timor Leste dan 2-1 dari Kamboja.

mmtimes.com

Meski terbilang menang dengan skor yang tidak terlalu besar, laju Myanmar tentu layak jadi sorotan. Apalagi jika sialnya timnas Indonesia nantinya hanya jadi runner up grup B di bawah Vietnam.

Jika anak asuh Indra Sjafri itu nantinya hanya berstatus runner up grup B, Myanmar adalah calon lawan Osvaldo Haay dan kawan-kawan di babak semifinal SEA Games 2019.

Motivasi berlipat skuat Myanmar

Dikutip Football5star.com dari mmtimes.com, Rabu (4/12/2019) skuat U-23 Myanmar yang datang ke Filipina memiliki motivasi berlipat untuk bisa menciptakan sejarah di ajang SEA Games.

Di Myanmar, sepak bola juga menjadi ‘pelarian’ untuk keluar dari masalah sosial, kondisi yang persis dialami oleh banyak negara berkembang. Pencetak gol Myanmar di laga melawan Kamboja, Lwin Moe Aung mengatakan bahwa sejak kecil ia ingin bermain dan berkarier di sepak bola.

“Awalnya ibu saya selalu menangis jika saya berlatih sepak bola. Ia berharap saya lebih fokus pada pendidikan. Namun hasrat saya untuk bermain sepak bola lebih besar,” kata pesepak bola termuda di skuat Myanmar tersebut.

Menurut Moe Aung, kondisi internal skuat Myanmar saat ini sangat ingin bisa membuktikkan kepada publik dalam negeri bahwa tim sepak bola bisa berprestasi.

Sadar bahwa beberapa tahun ke belakang Myanmar hanya jadi lumbung gol, anak asuh dari Velizar Popov itu kini lebih percaya diri dan menghentikan tradisi lama yang buruk. Menariknya, pelatih asal Bulgaria itu meminta media tidak terlalu membesarkan capaian anak asuhnya.

“Ini bukan cerita yang sangat positif. Saya lebih suka, kami tidak terlalu dibahas dengan sangat detail. Kami datang ke sini untuk tugas dan target. Saya lebih memilih untuk fokus pada tiap laga,” kata Popov seperti dikutip dari inquirer

Sejak 2011, gelombang reformasi menghantam sepak bola nasional Myanmar. Kedatangan pelatih asal Jerman Gerd Zeise menjadi poin penting bangkitnya sepak bola negeri Junta Militer tersebut.

Dalam rentang waktu setelah adanya gelombang reformasi di federasi sepak bola Myanmar, timnas mereka mulai tunjukkan taringnya. Di 2015, skuat muda U-15 mereka lolos ke Piala Dunia U-20 2015.

Meski sempat mengalami hasil buruk di level timnas senior, sepak bola muda Myanmar lambat laun mulai mengancam negara-negara tetangganya, termasuk Indonesia. Tim yang mungkin akan mereka hadapi di babak semifinal SEA Games 2019.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More