Allegri: Di Italia, Pelecehan Rasial Tak Bisa Hilang

Football5star.com, Indonesia – Selain pengaturan skor, virus yang menggerogoti sepak bola adalah adanya pelecehan rasial. Hal ini yang dikeluhkan oleh Massimiliano Allegri, Pelatih Juventus. Sebagai salah satu pelatih berpengalaman, ia mengeluhkan petinggi sepak bola Italia yang dianggap tidak berani.

Yang terbaru, Kalidou Koulibaly menjadi pemain yang menjadi korban pelecehan rasial. Saat melawan Inter Milan, bek Napoli ini menjadi sasaran dan kejadian ini membuat Carlo Ancelotti geram.

“Ini (pelecehan rasial) bukan hal yang baru, banyak yang membicarakannya hanya untuk mengisi mulut mereka. Ini sangat, sangat mudah. Ini tidak sesulit membelah atom menjadi empat. Ada perangkat di stadion untuk mengidentifikasi siapa yang tidak menghormati aturan,” ungkapnya dikutip Football5star dari Goal.

Mantan pelatih AC Milan ini pun membandingkannya dengan Inggris. Di Inggris, perangkat pertandingan dan pihak terkait langsung bertindak dan memberikan hukuman untuk para pelaku.

Kalidou Koulibaly - Inter Milan - Matteo Salvini - Aljazeera
Aljazeera

“Jika saya tidak salah, orang yang melemparkan pisang ke (Pierre-Emerick) Aubameyang tidak bisa pergi ke stadion lagi. Di Italia kami punya masalah: ada rasa takut untuk mengambil keputusan,” tambahnya.

Di Italia, menurut Allegri, semua pihak terkait terlalu takut untuk mengeluarkan keputusan. Keputusan untuk menghukum pelaku pelecehan rasial adalah sesuatu yang tidak populer dan pihak keamanan tak menganggapnya serius.

“Kita semua takut mengambil keputusan penting karena ini sangat tidak populer. Anda mendapatkan bukti dan Anda memberinya larangan seumur hidup.

“Dan kemudian poin kedua (respons di lapangan), katakanlah ada hukuman dan pelecehan rasial dimulai, apa yang harus kita lakukan?”

Allegri mengeluhkan ketidak mampuan pihak-pihak terkait. Hal ini menjadi sebuah ironi karena Italia adalah salah satu juara dunia yang sayangnya tak berdaya.

” Di Italia kita adalah juara dunia dalam kasus-kasus ini. Semua pihak lebih sering berpidato dibandingkan melakukan sesuatu,” tutupnya.

Comments
Loading...