Alumni Juara Piala AFF U-19 2013 Akui Kelelahan Tur Nusantara

Football5Star.com – Para alumni juara Piala AFF U-19 2013 lalu, mengakui agenda Tur Nusantara sangat melelahkan. Bahkan, hal itu menjadi salah satu biang keladi kegagalan mereka menembus Piala Dunia U-20 2015 lalu.

Semenjak juara Piala AFF U-19 kala itu, Timnas U-19 Indonesia era Evan Dimas memang langsung jadi primadona. Usai dari sana, PSSI mengadakan Tur Nusantara 2014 sebagai bagian dari uji coba. Tapi sayangnya, nyaris semua pertandingan disiarkan di televisi secara langsung.

Alih-alih tampil impresif di turnamen sesungguhnya, Garuda Muda kala itu malah antiklimaks. Mereka tak bergigi di Piala Asia U-19 2014, jalan untuk menembus Piala Dunia U-20 2015.

“Lelah waktu itu, sepekan bisa tiga kali main. Sedangkan kami tak tahu, ini untuk mengasah tim. Dulu kami masih polos. Kami tak mengerti sampai kami tak pernah berpikir mendapatkan fee segala macam,” beber Hargianto saat diwawancara Valentino Simanjuntak dalam Jebreeetmedia TV.

Alumni Juara Piala AFF U-19 2013 Akui Kelelahan Tur Nusantara
Tempo

“Kami berpikir hanya persiapan tim. Setelah beberapa lama, kami sadar lelah. Ekspektasi masyarakat dan kami ingin lolos ke Piala Dunia U-20 2015. Saat kualifikasi, permainan kami sudah dibaca lawan,” sambung dia.

Hal senada jua disuarakan oleh alumnus juara Piala AFF U-19 2013 Evan Dimas. Pemain yang kini memperkuat Persija Jakarta itu menyebut Tur Nusantara yang lebih disebut arak-arakan itu sangat melelahkan.

“Kalau saya jenuh, kami kan tur nusantara tiap minggu bermain sering. Secara tak langsung kalau bermain terus, kondisi kami menurun. Saat Piala Asia U-19 kami bermain kurang gairah,” sahut Evan Dimas memungkasi.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More