APPI Kecam PSSI yang Keluarkan SK Tanpa Libatkan Para Pemain

Football5Star.com, Indonesia – Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengajukan keberatan terhadap SK PSSI yang menyatakan force majeure akibat pandemi Virus Corona. Keberatan itu terutama diajukan karena SK tersebut dibuat secara sepihak, tanpa melibatkan para pemain.

APPI merasa heran PSSI tak melibatkan perwakilan pemain dalam perumusan SK tersebut. Padahal, beberapa poin yang ada dalam SK itu jelas-jelas terkait hajat hidup para pemain.

“Pengambilan tersebut tidak melibatkan pesepak bola sebagai stake holder dan juga salah satu pihak yang paling terdampak dalam hal ini,” tulis APPI dalam pernyataan resminya seperti dikutip Football5Star.com dari akun Instagram-nya.

Lebih lanjut dinyatakan, “Keputusan pembayaran gaji sebesar 25% sejak Maret-Juni merupakan hal yang seharusnya disepakati oleh kedua belah pihak karena perubahan kontrak kerja wajib dilakukan dengan kesepakatan antara klub dan pesepak bola, tidak bisa dilakukan sepihak.”

Menanggapi SK yang dikeluarkan PSSI itu, APPI meminta klub-klub membayar secara penuh gaji para pemain hingga Maret 2020. Hal itu didasarkan pada kontrak yang telah disepakati bersama oleh kedua belah pihak.

Lebih lanjut, asosiasi yang menaungi para pemain sepak bola profesional di Indonesia itu meminta PSSI tak lagi membuat putusan-putusan sepihak. “APPI meminta untuk segala keputusan terkait kompetisi yang berimplikasi dengan kontrak pemain untuk melibatkan kami sebagai perwakilan pesepak bola di Indonesia,” tulis APPI lagi.

Lembaga yang menaungi pemain itu pun mengingatkan, lembaga-lembaga sepak bola yang lebih tinggi dari PSSI tetap merangkul perwakilan pemain. FIFA melakukan diskusi dengan FIFPro, sedangkan AFC berbicara dengan FIFPRo Asia/Oceania. Hal serupa seharusnya juga dilakukan PSSI.

“Kami meminta adanya pertemuan dan pembicaraan yang melibatkan semua stake holder tanpa terkecuali dengan dasar saling respect dan fair untuk mencapai solusi yang bisa diterima oleh semua pihak,” tegas APPI.