Arema FC akan Potong Gaji Pemain, Pelatih dan Ofisial Sebesar 75%

Football5star.com, Indonesia – General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengaku akan memberlakukan pemotongan gaji kepada seluruh pemain, pelatih, serta ofisial selama Liga 1 2020 dihentikan. Menurut Ruddy, seluruh pelatih, pemain dan ofisial tim hanya akan menerima 25 persen dari nilai kontrak yang sudah disepakati pada Maret-Juni. 

Ruddy pun mengatakan kalau manajemen Singo Edan tak perlu melakukan negosiasi ulang dengan seluruh pemain, pelatih, serta ofisialnya. Negosiasi tak perlu dilakukan karena pemotongan gaji ini merupakan kebijakan dari PSSI.

“Tidak perlu negosiasi ulang, karena sudah ada surat keputusannya dari PSSI, besok akan kami share keputusan tersebut kepada pelatih, pemain dan ofisial,” kata Ruddy Widodo seperti dikutip football5star.com dari laman Wearemania.

Ruddy Widodo - Arema FC - Liga 1 - @aremafcofficial 2
instagram.com/aremafcofficial

“Kami akan membayar gaji mereka sesuai dengan keputusan dari PSSI, tidak mungkin di bawahnya. Kami akan bayar 25 persen dari nilai gaji yang biasa mereka terima per bulan,” kata Ruddy menambahkan.

Kebijakan ini bukan hanya diberlakukan oleh Arema FC. Seluruh klub Liga 1 juga memberlakukan kebijakan yang sama karena status force majuere yang ditetapkan PSSI pada Jumat (27/3) malam WIB.

Status force majeur yang ditetapkan oleh PSSI akan membuat Liga 1 dan Liga 2 dihentikan hingga tanggal 29 Mei mendatang. PSSI pun membuka kemungkinan untuk melanjutkan kompetisi pada tanggal 1 Juli mendatang.

Ruddy pun yakin kompetisi bisa dilanjutkan pada awal Juli nanti. “Kami tetap optimistis Liga 1 2020 bisa digelar kembali. Harapannya, badai ini segera berlalu.”