Arema FC Ogah Lepas Dedik Setiawan ke Malaysia: Yang Bagus Cuma JDT

Football5Star.com, Indonesia – Arema FC mengaku tak merespons soal Dedik Setiawan yang mendapatkan tawaran dari klub luar negeri. Hal itu karena Dedik masih terikat kontrak dengan klub kebanggaan masyarakat Malang tersebut.

General Manager Arema, Ruddy Widodo, menceritakan kalau pada akhir pekan lalu ada seorang agen yang menanyakan soal Dedik Setiawan. Si agen tersebut mencoba merayu Arema untuk bisa membawa Didier Drogba-nya Malang itu ke luar negeri.

Ruddy membocorkan kalau agen tersebut ingin menawarkan Dedik gabung dengan tim asal Malaysia. Namun, manajemen Arema FC memilih untuk cuek karena Dedik masih terikat kontrak.

Arema FC Ogah Lepas Dedik Setiawan ke Malaysia: Yang Bagus Cuma JDT Ada Usulan Liga 1 Lanjut Terus Saat Piala Dunia U-20 2021 Dihelat Arema FC Ungkap Persija Jua Datangkan Pemain Serie-A Klub Yakin Pilkada Selesai, Baru Liga 1 2020 Bisa Jalan Soal Gaji Pemain Usai Liga 1 Tertunda, Ini Kata Arema FC Arema FC Batal Rekrut Kurnia Meiga dari Brasil Pelatih Baru Arema FC Tak Masalah Digaji Kecil Mario Gomez Ada Kompetisi Pengganti-pun, Klub Liga 1 Tetap Pusing Soal Gaji Liga 1 Dilanjutkan Oktober, Klub Berharap Ada Turnamen PemanasanBelum Jawab Penyesuaian Gaji, Matias Malvino Terancam Didepak Arema FC Klub Liga 1 yang Bermarkas di Yogyakarta Dapat Keistimewaan dari LIB
Malang Times

“Seorang agen dari Malaysia menanyakan Dedik kepada kami, katanya mau membawa dia main di sana, dia tidak bilang klub mana. Tapi, saya tidak respons. Dedik masih terikat kontrak dengan Arema, lagipula kami masih membutuhkan tenaganya,” ungkap Ruddy Widodo dikutip Wearemania.

Menurut Ruddy, klub Malaysia tak lebih baik secara finansial dari Indonesia. Hanya Johor Darul Takzim (JDT) saja yang mungkin lebih mumpuni. Dia tak mau nantinya Dedik Setiawan salah pilih klub.

“Melepas pemain ke luar negeri kan bukan asal luar negeri, tentu harus memilih klub yang sehat secara finansial. Yang saya tahu, klub Malaysia yang bagus finansialnya cuma JDT saja,” papar dia.

Hal ini bukan soal jam terbang, tapi kesejahteraan pemain. “Kalau dapat jam terbang tapi tidak sejahtera, ngapain jauh-jauh ke Malaysia?” tutup Ruddy.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More