Aremania Dilarang Nyanyikan Lagu Kebencian untuk Persebaya

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengharapkan kepada Aremania untuk tidak menyanyikan lagu ujaran kebencian saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (6/10/2018).

Pertandingan antara kedua klub asal Jawa Timur tersebut memang kerap menghadirkan tensi panas di lapangan atau di tribun. Nyanyian berbau kebencian memang kerap terlontar dari kedua kubu pendukung.

Aremania
aremafc.com

Terbaru nyanyian “Bonek dibunuh saja” kembali berkumandang di Stadion Kanjuruhan Malang saat pertandingan amal antara Arema menghadapi Madura United. Ruddy berharap kepada Aremania agar tak kembali menyanyikan lagu-lagu tersebut dan cukup memberikan teror kepada Persebaya dalam bentuk yang positif.

“Yang perlu dihilangkan itu sebenarnya adalah aksi-aksi anarkis, rasis, lebih baik suporter itu beradu kreasi. Contoh kalau ingin memberikan tekanan kepada lawan ketika mereka membawa bola cukup dengan berteriak ‘boo’. Kalau satu stadion teriaknya pasti itu sudah menjadi tekanan bagi pemain lawan, tidak perlu chant ‘dibunuh saja’,” imbaunya seperti dikutip Football5star dari Wearemania.net, Jumat (5/10/2018).

“Saya dengar, ketika ada lagu rasis (termasuk yang ada kalimat ‘dibunuh saja’) pertandingan bisa dihentikan. Diberi kesempatan sampai tiga kali, kalau masih terdengar maka laga dihentikan. Entah teknisnya seperti apa, semoga regulasinya jelas andai diterapkan musim depan,” sambungnya.

Sementara itu para pendukung Persebaya, Bonek juga memastikan diri untuk tidak datang langsung ke Malang. Hal tersebut disampaikan dalam butir surat kesepakatan yang mereka buat kemarin (4/10/2018).