Arjen Robben Akui Sebenarnya Tak Ada Alasan Gabung Bayern Munich

Football5Star.com, Indonesia – Arjen Robben kini dikenal sebagai sosok legendaris di Bayern Munich. Sebutan Mr. Wembley dilekatkan para fan Die Roten karena jadi penentu kemenangan di final Liga Champions 2012-13. Hal itu diakui pria asal Belanda itu sebagai sesuatu yang tak disangka-sangka.

Mengenang masa lalu, Arjen Robben mengaku sebenarnya tak ada alasan untuk bergabung dengan Bayern Munich dari Real Madrid pada awal musim 2009-10. Dia merasa nyaman di Madrid dan tak menilai Die Roten sebagai klub yang lebih baik dan berpeluang juara pada kancah antarklub Eropa, terutama Liga Champions.

Satu-satunya hal yang membuat Robben akhirnya pindah ke Bayern adalah keberadaan Louis van Gaal sebagai pelatih. “Andai dia tak ada di sana, saya tak tahu apakah saya akan datang ke Munich,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari Socrates Magazin.

Arjen Robben tak akan bergabung dengan Bayern Munich andai tak ada Louis van Gaal.
Getty Images

Eks pemain timnas Belanda itu menambahkan, “Ketika dia mengontak, saya masih berada di Real Madrid dan benar-benar bahagia di sana. Alasan yang membuat dia mampu meyakinkan saya datang ke Munich mungkin karena Real terus-menerus mendatangkan pemain bintang.”

Robben saat itu sangat ingin menjuarai Liga Champions dan melihat Bayern Munich bukan kandidat kuat. Namun, dia pada akhirnya mau mengambil risiko besar dan ternyata berbuah manis. Bahkan, tak dinyana, justru dia yang jadi aktor penting dalam meraih trofi Big Ear.

Arjen Robben pun tak menyangka dapat bertahan lama di Bayern Munich. Awalnya, dia menilai Die Roten hanyalah persinggahan sesaat. Ternyata, dia bertahan hingga pengujung karier.

“Tetap setia kepada sebuah klub selama bertahun-tahun adalah sesuatu yang menyenangkan. Saya benar-benar bangga akan hal ini. Pada umur 35 tahun, saya masih bermain di salah satu klub terbaik dunia. Tak semua orang mendapatkan itu. Klub ini pun bukan hanya berkelas dunia, melainkan seperti keluarga,” urai Arjen Robben lagi.