Arsenal Tes Mental di Markas Stoke

Perjalanan ke kandang Stoke City tidak pernah muah untuk manajer Arsenal, Arsene Wenger. Catatan sejarah menyatakan bahwa Arsenal hanya mampu sekali menang dari Stoke di Britannia dalam delapan pertandingan terakhir.

Salah satu pengalaman terburuk Arsenal kontra Stoke terjadi pada tahun 2010. Ketika itu, Aaron Ramsey mengalami patah kaki akibat ditebas Ryan Shawcross.

“Ya Britannia memang tidak pernah ramah buat kami, dan kejadian terburuk adalah insiden Aaron (Ramsey) itu benar-benar mengerikan. Saat itu mereka (Stoke) bermain seperti orang memainkan Rugby,” jelas manajer asal Prancis tersebut.

Namun kejadian pada bulan Desember musim 2014-15 paling membekas bagi Wenger, dimana timnya dikalahkan Stoke dengan skor 2-3. Lantaran kekalahan tersebut, The Professor mendapatkan tekanan lengser dari suara para suporter The Gunners.

“Sejak kekalahan itu, saya banyak mendapat teror. Suara boo yang biasa kami dengar di pertandingan tandang, kini bisa saya dengar di Emirates. Selain itu tekanan media dan juga suara di media sosial membuat saya tidak bisa tidur saat itu,” imbuh Wenger kepada The Guardian.

“Saya tidak bisa hidup dengan orang-orang tidak menyukai yang saya lakukan, karena saya senang melihat orang di sekitar saya tersenyum dan bahagia,” tambahnya.

Kini Wenger punya misi untuk mengubah kutukan di Britannia, dan membuat perjalanan pulang dari sana menjadi menyenangkan. Tiga poin dari Britannia juga akan menegaskan posisi Arsenal sebagai tim calon juara musim ini.

“Ini (pertandingan di Britannia) merupakan sebuah tes mental bagi kami, untuk membuktikan mampukah kami terus melaju menjadi yang terbaik,” pungkasnya.

Comments
Loading...