Atalanta vs PSG: Kylian Mbappe Mengubah Segalanya

Football5Star.com, Indonesia – Tidak sia-sia Thomas Tuchel, pelatih Paris Saint-Germain (PSG) tak memaksakan Kylian Mbappe bermain dari awal pertandingan. Pemain timnas Prancis itu mampu menjadi penentu dalam laga Atalanta vs PSG. Hal itu diakui pelatih La Dea, Gian Piero Gasperini dan eks pelatih timnas Inggris, Fabio Capello.

Dalam laga Atalanta vs PSG pada perempat final Liga Champions, Kamis (13/8/2020) dini hari WIB, Kylian Mbappe baru masuk lapangan pada menit ke-60. Dia menggantikan Pablo Sarabia yang tak mampu memberikan tekanan berarti di pertahanan La Dea.

Perubahan tersebut menjadi kunci kebangkitan PSG yang tertinggal sejak menit ke-27 oleh gol Mario Pasalic. Kehadiran Kylian Mbappe jadi semacam booster bagi PSG. Permainan Les Parisiens membaik, dan tekanan kian gencar dilakukan ke pertahanan lawan. Hasilnya, dua gol tercipta pada pengujung laga.

standard.co.uk

Meskipun tak mencetak gol, Mbappe punya andil besar pada kemenangan Les Parisiens. Dialah pemberi assist pada gol kedua yang dicetak Eric Maxim Choupo-Moting. Gol itulah yang menentukan kelolosan PSG ke semifinal. Peran vital sang pemain dalam laga Atalanta vs PSG itu diakui secara jujur oleh Gasperini.

“Kehadirannya memberikan energi bagi PSG yang tengah tertinggal. Perannya fundamental dengan akselerasi dan aksi-aksi berbahaya yang dibawanya,” ujar Gian Piero Gasperini dalam konferensi pers selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Lebih jauh, Gasperini secara implisit menyebut Mbappe sebagai mimpi buruk yang datang tiba-tiba di tengah mimpi indah Atalanta. “Kami berpikir telah melewati yang terburuk. Gol pertama (yang menyeimbangkan keadaan) sungguh sangat pahit bagi kami,” ucap dia.

Perbedaan Kualitas Pergantian

Peran besar Kylian Mbappe yang turun dalam laga Atalanta vs PSG sebagai pemain pengganti juga diapresiasi Fabio Capello. Dia bahkan mengatakan, kehadiran eks pemain AS Monaco itu tak ubahnya malaikat maut yang menyudahi hidup Atalanta.

“Kualitas pergantian menjadi pembeda. Pergantian yang dilakukan PSG sungguh superior. Neymar jadi pembeda pada babak pertama. Ketika Mbappe masuk, pertandingan berakhir. PSG bermain dengan percaya diri dan superioritas yang nyata,” urai Capello kepada Sky Sport Italia.

Sosok seperti Mbappe itulah yang tak dimiliki Gasperini. Menurut Capello, pergantian yang dilakukan Atalanta pada babak kedua justru menurunkan kualitas permainan La Dea. Tak heran bila akhirnya laga Atalanta vs PSG berakhir dramatis bagi anak-anak asuh Gasperini.

AtalantaFabio CapelloGian Piero Gasperinikylian mbappeLiga ChampionsParis Saint-Germain