Aturan Baru Liga Champions dan Liga Europa, Sanksi Tegas Buat yang Melanggar

Football5star.com, Indonesia – Federasi sepak bola Eropa, UEFA merilis aturan baru untuk sisa pertandingan kompetisi Liga Champions dan Liga Europa musim ini. Sanksi tegas akan dijatuhkan UEFA kepada klub dan pemain yang melanggar aturan baru tersebut.

Dikutip Football5star.com dari halaman resmi UEFA, Rabu (5/8/2020) salah satu aturan baru terkait handball. Dalam aturan baru tersebut, pemain yang tak sengaja menyentuh bola tak akan dianggap sebagai pelanggaran jika kondisi tersebut tak menguntungkan si pemain dan timnya dalam mencetak gol.

Selain itu, handball secara tak sengaja bisa dianggap bukan sebuah pelanggaran jika bola telah mengalir cukup jauh dan terjadi beberapa sentuhan sebelumnya.

Bagan hasil drawing babak 8-besar Liga Champions.

“Jika seorang pemain secara tidak sengaja menyentuh bola dengan tangannya, itu hanya akan dianggap sebagai pelanggaran jika permainan mengarah ke sebuah gol,” tulis aturan baru UEFA.

Tidak hanya itu, soal panjangan tangan untuk terjadinya handball pun direvisi. Menurut aturan baru, handball terjadi jika bola menyentuh tangan sampai ke bagian ketiak si pemain.

UEFA juga merevisi aturan baru terkait Video Assistant Referre (VAR). disebutkan bahwa wasit harus menghentikan pertandingan saat bola berada di area netral jika sebuah kejadian membutuhkan penggunaan VAR.

Soal tendangan penalti pun tak lepas dari perubahan. UEFA memutuskan bahwa tendangan penalti tak perlu diulang jika penjaga gawang melakukan pelanggaran sementara si penendang melepaskan tendangan yang melenceng dari sasaran.

Sanksi tegas untuk pelanggaran

Soal pelanggaran yang dilakukan pemain kepada lawan yang berpeluang mencetak gol hanya akan diberi kartu kuning, yang di aturan sebelumnya mendapat kartu merah.

Selain itu, klub tuan rumah pertandingan, untuk melaporkan kepada UEFA apakah negaranya melakukan travel restriction atau tidak. Jika negaranya melakukan travel restriction, klub tersebut harus mencari tempat lain untuk dijadikan venue.

Pelaporan mengenai status travel restriction harus disampaikan UEFA paling lambat 48 jam sebelum pertandingan dimulai. Jika klub melanggar dan tak mematuhi aturan tersebut, maka UEFA langsung menjatuhkan kekalahan 3-0 untuk tim tuan rumah.

“Dalam kasus seperti itu, Badan Etik, Disiplin, dan Kontrol UEFA akan memberikan sanksi dengan menyatakan klub itu kalah 3-0,” bunyi aturan baru UEFA.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More