Bagus Kahfi Disebut Trial Palsu di QPR dan Como, Orang Ini Kesal

Football5Star.com, Indonesia – Tuduhan seorang agen asal Norwegia yang menyebut Bagus Kahfi menjalani trial palsu di Queens Park Rangers (QPR) dan Como bikin kesal perwakilan Mola TV. Dialah Mirwan Suwarso yang menyerang balik klaim sepihak sang agen itu.

Seperti diketahui, saat Bagus Kahfi mendapatkan dukungan Dennis Wise di Instagram, seorang pria bernama Ole Martin jadi sorotan. Dia melalui akunnya @iscooek, sempat menyerang Dennis Wise yang disebutnya menghalangi Bagus ke Norwegia.

Bahkan sang agen itu menyebut kalau Bagus sempat menjalani trial palsu di QPR dan Como. Padahal secara regulasi, kata dia, Bagus akan sulit main di sana sebelum punya pengalaman di Eropa. Klaim sepihak itu membuat Mirwan Suwarso kesal.

“Itu ngaco. Waktu mereka di Inggris, Bagus Kahfi, Brylian Aldama, Fajar Fathur Rahman sama satu pemain lagi saya lupa. Ada empat pemain, memang kami kasih satu pekan untuk latihan bersama Akademi QPR,” ungkap Mirwan Suwarso saat dihubungi awak media.

Cedera yang dialami Bagus Kahfi bersama Garuda Select di Inggris membuat Bagas Kaffa terpukul.

“Mereka ke QPR bukan buat trial, tapi untuk mencicipi rasanya latihan di akademi profesional Inggris itu seperti apa. Buat pengalaman. Waktu di Italia, Bagus Kahfi dan Brylian Aldama diajak latihan sama klub punya kami, Como. Kenapa? Supaya mereka mencicipi bagaimana rasanya berlatih bersama tim dewasa,” sambung dia.

Manfaat buat Bagus Kahfi

Hal itu jelas akan sangat bermanfaat buat Bagus karena bisa merasakan bagaimana berlatih di tim profesional Italia. Jadi, dia bisa memiliki tolok ukur sendiri.

“Makanya itu, semua kasih feedback sama. ‘Gila mas, mereka latihan tak pernah bercanda. Mereka latihan serius terus. Di Italia sama, di Como tidak ada latihan sambil bercanda. Serius semua.’ Di situ Bagus dan Brylian Aldama melihat, ternyata untuk mengejar tim dewasa, jarak kami berapa ya,” papar Mirwan.

“Itu kan kalau kami tak berikan pengalaman seperti itu, mereka juga tak punya perbandingan. Dan itu diagendakan selalu oleh Dennis Wise. Pemain yang sudah mulai kelihatan, dicoba. Rasanya bagaimana kalau di sana. Itu bagian pendidikan, bukan trial. Tak ada trial. Tak mungkin kami lakukan trial di tengah-tengah agenda,” tutup Mirwan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More