Bakal Ditinggal Lionel Messi, Liga Spanyol Masih Menarik?

Football5star.com, Indonesia – Bicara Liga Spanyol tentu kita sempat mengarahkan topik ke perseteruan antara dua megabintang sepak bola saat ini, Cristiano Ronaldo versus Lionel Messi. Ronaldo sudah hengkang ke Juventus, Lionel Messi dikabarkan menyusul angkat koper dari Liga Spanyol. Lantas seberapa menarik Liga Spanyol tanpa kedua pemain ini?

Persaingan keduanya memang sudah membuat trend baru di kalangan pencinta sepak bola dunia, keduanya jadi magnet tersendiri mengapa pencinta sepak bola jatuh cinta pada Liga Spanyol. Ronaldo dan Messi membuat marketing Liga Spanyol mendapat kemudahan untuk memasarkan kompetisi ini.

Kemilaunya era Los Galaticos Real Madrid tak lantas membuat banyak pencinta sepak bola Indonesia begitu gandrung dengan Liga Spanyol. Pencinta sepak bola Indonesia masih terpukau dengan panggung Serie A Italia dan Liga Inggris, pun pasca kedua liga ini ditinggal maestronya, Zinedine Zidane dan David Beckham ke Real Madrid.

Meski pada akhirnya Messi benar-benar berencana pergi dari Barcelona. Kompetisi Liga Spanyol tentu masih menarik dan banyak hadirkan cerita seru.

Kompetisi Liga Spanyol masih yang terbaik di Eropa

Pada 2017, UEFA merilis bahwa Liga Spanyol adalah kompetisi terbaik di Eropa. Nilai koefisien yang dirilis UEFA menempatkan Liga Spanyol di urutan teratas dengan raihan poin 89,355. Menariknya di peringkat kedua justru ditempati oleh Bundesliga Jerman, disusul oleh Inggris, Italia, dan Prancis. Nilai koefisein itu diukur dari keberhasilan klub Spanyol melaju di kompetisi Eropa.

Jesus Navas - Jose Antonio Reyes - Liga Europa - Sevilla - @sevillafc

Per 2018 kompetisi Negeri Matador ini mengirimkan wakilnya sebanyak 29 kali ke Final Liga Champions semenjak kompetisi ini digulirkan pada 1955. Tentu saja Real Madrid jadi yang paling banyak meraih gelar ini.

Sedangkan dari kompetisi Liga Europa, Spanyol kembali mendominasi. Klub Liga Spanyol telah menjuarai kompetisi ini sebanyak 12 kali semenjak kompetisi meleburkan dua kompetisi Eropa kasta kedua sebelumnya, Piala UEFA dan Piala Winners. Musim ini, Sevilla jadi klub peraih trophy Liga Europa terbanyak dengan 6 gelar.

Bahkan jika melihat data Piala Winners, Spanyol juga mendominasi. Ialah Barcelona klub yang paling banyak meraih Piala Winners. Barcelona terakhir jadi juara pada 1997 silam, saat Messi masih berumur 10 tahun dan Ronaldo berusia 12 tahun.

Kearifan lokal klub papan tengah dan bawah

Sejumlah klub papan tengah Liga Spanyol seperti Athletic Bilbao, Villarreal, Valencia, La Coruna, Sevilla selalu hadirkan persaingan menarik tiap musimnya. Bahkan tak jarang beberapa klub yang sebelumnya berstatus klub promosi bisa menjelma jadi klub papan tengah dan acapkali membuat repot para penguasa, Real Madrid dan Barcelona.

Getafe misalnya, klub yang bermarkas di Madrid ini bisa dibilang sebagai klub kecil meski begitu kiprahnya bisa membuat repot klub lain yang sudah mapan, tak terkecuali tetangga mereka, Real Madrid. Padahal klub ini pada musim 2000-01 sempat terdegradasi ke kasta ketiga Liga Spanyol. Baru pada 200-05 mereka kembali tampil di pentas Liga Spanyol, semenjak saat itu Getafe terus bertahan.

Getafe vs Atletico - Liga Spanyol - @atleti
twitter.com/atleti

Getafe pun sempat meraih prestasi gemilang pada 2007-08 setelah pada musim sebelumnya menembus final Piala Copa del Rey. Di musim 2007-08, Getafe bisa lolos ke babak perempatfinal Piala UEFA ketika itu, mereka bahkan sempat mengimbangi Bayern Munchen 4-4 dan 3-3, sayang mereka tersingkir karena kalah agregat gol.

Athletic Bilbao juga memiliki daya tarik tersendiri. Klub yang tak pernah terdegradasi ini ialah salah satu klub yang sangat jarang membeli pemain dari luar wilayah mereka, Euskadi atau Basque. Bilbao pun rajin ‘memproduksi’ sejumlah pemain jempolan, kita bisa menyebut nana Ander Herrera, lalu ada Fernando Llorente dan Javi Martinez.

Selain itu pada era 2000-an, publik tentu masih ingat dengan sepak terjang Deportivo Alaves. Saat mendengar nama Alaves, yang terlintas ialah nama-nama seperti Jordi Cruyff, Cosmin Contra, Ivan Tomic, serta tentu saja Final Piala UEFA 2001.

Pengganggu Real Madrid dan Barcelona

Liga Spanyol jika di ibaratkan sebuah sistem kelas sosial terdiri dari beberapa peringkat. Real Madrid dan Barcelona di kelas teratas, lalu ada Valencia, Atletico Madrid, dan Sevilla di kelas berikutnya, serta dilanjutkan dengan klub-klub di kelas paling bawah.

Atletico Madrid, Valencia, serta Sevilla memang tiga klub yang acapkali jadi pengganggu bagi kedigdayaan Real Madrid dan Barcelona. Ketiga klub ini silih bergantian tiap musimnya selalu buat duo klub ini ketar ketir. Padahal pada musim 2000-01, Atletico Madrid dan Sevilla masih bertarung di pentas Segunda Division.

Bakal Ditinggal Lionel Messi, Liga Spanyol Masih Menarik

Bahkan pada musim 2000-01, Valencia yang keluar sebagai juara Liga Spanyol. Ke mana Real Madrid dan Barcelona saat itu? Kedua tim ini hanya mampu menduduki peringkat ke-3 dan ke-4, padahal Real Madrid saat itu proyek Los Galatico jilid I tengah dibangun.

Valencia kembali pencundangi Real Madrid dan Barcelona pada musm 2003-04. Sevilla dan Atletico Madrid pun mulai masuk ke papan tengah. Musim 2006-07, Sevilla sukses finish di peringkat ke-3 sementara Valencia di peringkat ke-4 dan Real Madrid keluar sebagai juara di musim itu. Atletico Madrid akhirnya ikuti jejak Valencia setelah pada musim 2013-14 berhasil memupus dominasi Real Madrid dan Barcelona dengan keluar sebagai juara.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More