Banyak Klub Liga 1 Ditinggal Pergi Pemain Asing, PSSI Merespons

Football5Star.com, Indonesia – PSSI merespons soal banyak klub Liga 1 2020 yang satu per satu ditinggal pergi oleh pemain asingnya. Mereka sedang menggodok rencana memajukan bursa transfer putaran kedua nantinya.

Seperti diketahui, setidaknya sudah ada 10 legiun import yang cabut dari klub Liga 1. Mulai dari etteri Pennanen (Tira Persikabo), Rafael Gomes de Oliveira (Persela), Jonathan Bauman dan Oh In-kyun (Arema FC), Sylvano Comvalius dan Arthur Cunha (Persipura), Ante Bakmaz dan Nicola Asceric (Persik), Mateo Bustos (Persita), dan Yashir Pinto (Barito Putera).

Jumlah tersebut jelas bisa saja bertambah. Apalagi, masih ada klub Liga 1 yang belum juga lengkap pemain asingnya. Persija Jakarta contohnya. Dua legiun importnya, Marco Motta dan Rohit Chand nasibnya masih abu-abu.

Banyak Klub Liga 1 Ditinggal Pergi Pemain Asing, PSSI Merespons 4 Klub Tolak Liga 1 2020, PSSI Belum Terima Surat Resminya Yunus Nusi Janji Tak Akan Overlap Seperti Ratu Tisha PSSI Soroti Dugaan Nepotisme di Tubuh PT Liga Indonesia Baru. Liga 1 2020 dilanjutkan

“Secara resmi nanti akan disampaikan PT LIB. Tapi bisa sedikit kami sampaikan, pendaftaran pemain baru mungkin kami percepat pada September/Oktober ini,” kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

“Kami mengantisipasi hal ini karena pemain di luar susah masuk. Kami berikan keleluasaan kembali ke klub untuk transfer baru. Nanti selengkapnya akan disampaikan kepada PT LIB saat workshop dengan para pemilik klub Liga 1,” sambung dia.

Sebenarnya, kata Yunus Nusi, terkait pemain yang susah masuk ke Indonesia sudah terantisipasi. PSSI telah bekerja sama dengan Kemenkumham dan dia telah bertemu dengan Dirjen Imigrasi.

“Kenyataan ada beberapa pemain sulit masuk ke sini, atas dukungan Kemenkumham, sudah mulai pada datang setelah diberikan dispensasi khusus sesuai peraturan Kemenkumham,” tutup Yunus Nusi.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More