LEGENDA: Beckenbauer, Bayern, Jerman dan Kontroversi

Football5star.com, Indonesia – Franz Beckenbauer merupakan sosok yang identik dengan FC Bayern Munich, Jerman, dan kontroversi. Namun, tak bisa dipungkiri, tiga hal tadi merupakan unsur utama dalam karier Der Kaiser.

bisa dipungkiri, tiga hal tadi merupakan unsur utama dalam karier Der Kaiser.

Bersama Bayern dan Jerman, Beckenbauer menjadi salah satu tokoh sentral dalam kesuksesan mereka meraih prestasi. Namun, adanya kontroversi seakan menutup segala perjalanan indahnya di sepak bola.

Romantisme Beckenbauer dan Bayern
Franz Beckenbauer, Bayern Munich, Jerman dan Kontroversi - Football5star - Twitter @tphoto2005
Twitter @tphoto2005

Siapa yang menyangka sosok kelahiran Munich, 11 September 1945 adalah pencinta klub rival dari Bayern, TSV 1860 Munich. Dilansir dari Inews, Beckenbauer awalnya adalah penggemar TSV 1860 Munich sebelum akhirnya pindah haluan dan menjadi sosok penting dari segudang prestasi Die Bayern.

Kisah pindah haluannya seorang Beckenbauer berawal dari sebuah tamparan. Saat itu, Beckenbauer kecil masih bermain untuk klub Munich lainnya, SC 1906 Munich dalam sebuah pertandingan final U-14 melawan 1860 Munich. Saat itu, Beckenbauer ditampar oleh pemain 1860 Munich dengan alasan yang masih belum jelas dan menjadi misteri.

Ulrich Hesse, salah satu jurnalis Jerman dalam buku “Tor! The Story of German Football” menyebutkan bahwa kejadian itu mengubah pendirian Beckenbauer kecil.

“Di tempat, Beckenbauer memutuskan dia tidak akan pernah bergabung dengan klub yang para pemainnya berperilaku seperti itu,” tulis Hesse.

Hingga akhirnya Beckenbauer membelot ke Bayern pada usia belia, 14 tahun. Sebuah pertengkaran yang berujung pembelotan. Dan dari sinilah kisah romantisme Beckenbauer dan Bayern dimulai.

Kisah itu bermula pada tahun 1959 saat ia memutuskan bergabung dengan Bayern dibandingkan TSV 1860. Ia harus menunggu selama lima tahun agar bisa mencicipi ketatnya sepak bola profesional. Tepatnya pada 6 Juni 1964, Beckenbauer resmi menjalani debut bersama Die Bayern saat melawan Stuttgarter Kickers. Saat itu ia bermain di posisi sayap kiri dan pada akhir musim, ia sukses membawa Bayern promosi ke kasta tertinggi Bundesliga.

Ada dua hal yang mustahil dilupakan kala Beckenbauer bermain di Bayern. Yang pertama adalah posisi libero dan yang kedua adalah sebutan Der Kaiser. Beckenbauer bukanlah pemain pertama yang bermain di posisi libero. Ia juga bukan pelatih yang mencetuskan adanya libero dalam sebuah permainan. Namun, Beckenbauer adalah salah satu libero terbaik yang pernah ada di dunia.

Posisi aslinya adalah gelandang kreatif yang mengatur serangan. Hingga akhirnya kemampuannya melepaskan umpan dengan ditopang atribut bertahan yang mumpuni, Beckenbauer diplot mengisi posisi attecking sweeper. Jika ditarik ke masa kini, pemain yang memiliki atribut yang mirip dengan Beckenbauer adalah Leonardo Bonucci.

Yang kedua adalah soal Der Kaiser. Ia mendapatkan sebutan Der Kaiser sejak tahun 1968. Ada banyak versi mengenai awal mula Beckenbauer mendapatkan sebutan Der Kaiser. Media Welt am Sonntag menyebutkan bahwa salah satu alasannya adalah saat itu Bayern tengah menjalani laga uji coba di Vienna, Austria. Beckenbauer saat itu berfoto di sebelah patung Franz Joseph I. Foto itu akhirnya tersebar dan membuat ia disebut dengan Fussball-Kaiser atau Kaisar sepak bola yang akhirnya berujung dengan sebuat Der Kaiser.

Beckenbauer bermain untuk Bayern selama 13 tahun. Kariernya di Bavarian berakhir pada tahun 1977 sebelum akhirnya ia memutuskan pindah ke klub New York Cosmos. Selama 13 tahun berseragam Die Bayern, Der Kaiser bermain sebanyak 439 kali dengan mencetak 64 gol.

Ia juga memberikan 13 gelar juara untuk Bayern. Yakni 4 gelar Bundesliga, 4 gelar DFB Pokal, 3 gelar Piala Eropa, 1 gelar Piala Winners dan 1 gelar Piala Interkontinental.

Beckenbauer dan Jerman yang Mengesankan
Franz Beckenbauer, Bayern Munich, Jerman dan Kontroversi - Football5star - Sportku
Sportku

“Dia adalah pahlawan bangsa kita. Itu tidak terjadi secara kebetulan, dia mendapatkannya dengan kerja keras,” ujar Guenter Netzer dari laman FIFA.

Warisan terbaik yang ditinggalkan Franz Beckenbauer ia berikan untuk Jerman. Ia menjadi salah satu dari tiga orang hebat di dunia sepak bola yang memberikan gelar Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Nama lain adalah Mario Zagallo dan Didier Deschamps.

Zagallo melakukannya lebih dulu pada tahun 1970 sebagai pelatih Brasil setelah sebelumnya menjadi juara sebagai pemain pada 1952 dan 1962. Beckenbauer mencatatkannya pada 1990 sebagai pelatih dan sebagai pemain pada 1974. Namun, ia menjadi pria pertama yang meraih dua gelar itu saat menjabat sebagai kapten dan pelatih. Disusul Deschamps pada 1998 sebagai pemain dan 2018 sebagai pelatih.

Piala Dunia 1966 menjadi penanda awal kariernya dikenal publik dunia. Setelah setahun sebelumnya ia menjalani debut bersama timnas Jerman. Di Piala Dunia 1966, Der Kaiser bermain di seluruh pertandingan. Termasuk di babak final saat melawan Inggris.

Bobby Charlton berujar bahwa Beckenbauer sempat memberikan pesan padanya. Der Kaiser berpesan agar tidak mendekat padanya, karena itu adalah hal yang sia-sia. Bobby menyebut: “Pesan yang dia (Beckenbauer) kirimkan adalah: ‘Jangan coba-coba mendekat. Datang menghadap saya adalah buang-buang waktu.’

Pada akhir turnamen, Beckenbauer mencetak empat gol dan menjadi pemain tersebur di turnamen ini dengan posisi bukan sebagai pemain depan. Meskipun gagal menjadi juara, Beckenbauer dan pemain lain tetap disambut bak pahlawan.

Pada 1970, Jerman Barat datang ke Meksiko dengan misi menjadi juara. Sayang, langkah mereka terhenti di babak semifinal dan hanya menjadi juara ketiga. Adalah Italia yang mengalahkan mereka lewat pertandingan sengit yang dikenal sebagai Game of the Century. Pertandingan ini mendapatkan label keren karena terjadi lima gol pada babak tambahan waktu.

Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan usai setelah Roberto Boninsegna dan Karl-Heinz Schnellinger mencetak gol. Pada babak tambahan, total lima gol tercipta dalam babak tambahan dan hingga saat ini belum ada yang menyamai.

Piala dunia 1974 menjadi puncak dari karier Beckenbauer. Harapan besar ada di pundak Beckenbauer cs setelah pada Piala Eropa 1972 mereka menjadi juara setelah menaklukkan Uni Soviet di final.

Pada Piala Dunia 1974 yang digelar di Jerman, Beckenbauer membawa Jerman menjadi juara setelah mengalahkan Belanda dengan skor 2-1. Ini menjadi trofi Piala Dunia pertama bagi Beckenbauer sekaligus menjadi kapten pertama yang mengangkat trofi. Karena pada gelaran Piala Dunia sebelumnya, trofi yang diberikan adalah Trofi Jules Rimet yang disimpan oleh Brasil.

Warisan dan Kontroversi yang Mengiringi Karier Sang Kaisar
Franz Beckenbauer, Bayern Munich, Jerman dan Kontroversi - Football5star - GMX
GMX

Rasa-rasanya kurang lengkap apabila pesepak bola hebat tak memiliki kontroversi. Begitu pula soal Beckenbauer. Ia adalah sosok yang mewariskan begitu banyak gelar dan kisah-kisah hebat sekaligus sosok yang menyimpan noda dalam perjalanan hidupnya.

Beckenbauer menjadi salah satu dari tiga orang yang membawa timnya menjadi juara Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Warisan lain yang ditinggalkan oleh Beckenbauer adalah mengenai posisi Attacking Sweeper atau Libero.

Sederhananya, posisi Beckenbauer ini adalah pemain belakang yang menjadi jembatan lini belakang dan tengah. Ia menjadi orang pertama yang memberikan umpan ke lini tengah. Hal ini ditunjang dengan kemampuannya melepaskan umpan panjang yang akurat.

Posisi libero sudah tenar sebelumnya. Namun, dia yang memiliki tugas tak hanya menjadi pemain pertama yang menutup pergerakan lawan, tapi juga ikut membangun serangan dari belakang.

Kemampuan dan kepemimpinannya juga diakui oleh FIFA dan UEFA. Ia dua kali meraih gelar Pesepak Bola Terbaik Eropa. Namanya juga masuk dalam FIFA World Cup Dream Team 2002.

Dilansir dari BBC, Petenis asal Jerman, Boris Becker menyebut Beckenbauer sebagai simbol dari sepak bola. Boris berkata, “Franz Beckenbauer melambangkan sepak bola, sorotan dan mental seorang pemenang. Selain itu, dia membawa Piala Dunia ke negaranya sendiri. Kami bangga padanya.”

Namun, segala warisan yang ia berikan sedikit memberikan noda setelah ia pensiun dari sepak bola. Ia sempat diinvestigasi oleh Komite Etik FIFA terkait dengan status tuan rumah Piala Dunia 2006. Menurut Der Spiegel, DFB atau federasi sepak bola Jerman mengeluarkan total dana 4,8 juta Poundsterling untuk membeli suara agar memilih Jerman sebagai tuan rumah Piala Dunia. Dan salah satu pihak yang terlibat adalah Franz Beckenbauer.

Pada 2014, dilansir dari The Irish Times, Beckenbauer juga sempat dihukum oleh Komite Etik FIFA dengan tak boleh terlibat dalam sepak bola selama 90 hari. Kasus ini terkait dengan terpilihnya Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Berbagai kasus yang mengiringi perjalanan Beckenbauer sejatinya tak akan menghapus warisan yang telah ia tinggalkan untuk sepak bola. Karena nyatanya warisan yang ia berikan lebih besar dari sekadar dosa yang dinggalkan.

Comments
Loading...