Beda Penanganan Penyusup di Jakarta dan Bandung

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada Rabu (10/7) sore diwarnai insiden kecil. Ketika pertandingan memasuki pertengahan babak kedua, ada sejumlah orang yang disinyalir merupakan suporter dari tim tamu.

Seperti diketahui, PT LIB selaku operator liga melarang para pendukung Persib Bandung untuk datang langsung ke GBK. Namun tetap saja yang berusaha datang, tujuannya antara mendukung langsung tim kesayangannya, atau sekadar eksistensi media sosial.

Beruntung, Koordinator Lapangan (Korlap) the Jakmania, langsung cepat tanggap untuk mengamankan yang bersangkutan. Setelah pertandingan, Kabid Korlap the Jakmania, Aspal, menceritakan kronologi kejadian di tribun tenggara stadion.

Aspal - Kabid Korlap - Jakmania - Football5star

“Tadi memang ada sekitar 9-10 orang yang memang datang. Mereka tidak memakai atribut memang, namun setelah diperiksa ponselnya baru kami tahu mereka suporter tim tamu. Akhirnya langsung kami amankan agat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Aspal saat ditemui usai laga.

“Ini bukan pertama kalinya kami mengamankan suporter tamu. Bahkan musim lalu di PTIK, kami bawa ke sekretariat kami di Kuningan, kami beri makan. Instruksi dari ketua umum memang kalau ada yang mencurigakan, segera amankan. Ibaratnya beda cara kami menangani tamu, mungkin di Bandung berbeda,” katanya melanjutkan.

Sudah dua musim belakangan, pertandingan kedua tim bisa digelar di Jakarta. Namun, baru musim ini bisa kesampaikan digelar di SUGBK. Ketika itu, memang ada sejumlah orang yang berasal dari suporter tim tamu namun tidak terjadi insiden berarti.

Sementara musim lalu, ketika Persija bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api, seorang pendukung tim ibu kota, Haringga Sirila, meninggal dunia. Haringga dianiaya sekelompok orang karena terbukti membawa identitas the Jakmania.

Musim sebelumnya, Ricko Andrean, pendukung Persib Bandung, meninggal dunia karena diduga merupakan suporter Persija. Namun, belakangan terbukti ia menjadi korban salah paham. Bedanya dengan Haringga, Ricko mengalami penganiayaan di tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Comments
Loading...