Begini Kondisi Sepak Bola Penajam Paser Utara Lokasi Baru Ibu Kota NKRI

Football5star.com, Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan sebagian wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) jadi lokasi baru ibu kota Negara Republik Indonesia (NKRI). Sebagai wilayah baru ibu kota seperti apa perkembangan Penajam Paser Utara, utamanya jika bicara sepak bola?

Wilayah yang mulai menjadi kabupaten pada 2002 silam itu dianggap sebagai kiblat sepak bola di Kalimantan Timur (Kaltim). Penyematan itu pasca kemenangan Penajam Utama FC meraih kemenangan di final Piala Suratin U-17 2017 lalu.

Penajam dianggap mampu mengelola pemain muda hingga bisa melaju ke final dan mengalahkan tim-tim mapan dari wilayah lain. Termasuk kalahkan Persita Tangerang dengan skor 3-2 di Stadion Maguwoharjo.

beritapenajam.net

Sama dengan masyarakat di wilayah lain, masyarakat PPU pun memiliki kebanggan besar saat tim sepak bola daerahnya mampu berbicara di level nasional. Meraih gelar Piala Suratin dua tahun lalu, tahun ini Penajam Utama FC mencoba untuk mengulanginya.

Sebenarnya jika melihat fakta yang ada kondisi di sepak bola di PPU tidaklah segemerlap dengan wilayah di pulau Jawa ataupun dengan tetangganya Kabupaten Kutai Kertanegara yang memiliki tim di Liga 2 Mitra Kukar.

Kondisi miris stadion

Dari segi infrastruktur misalnya. Selain masyarakat PPU, apakah ada yang mengetahui stadion sepak bola di wilayah ini? Bandingkan misalnya dengan Stadion Aji Imbut yang jadi markas Mitra Kukar.

Menariknya pada 2016 lalu Bupati PPU Yusran Aspar menawarkan Stadion Penajam sebagai markas untuk tim Persiba Balikpapan. Saat itu Persiba memang masih menumpang di Stadion Parikesit yang dimiliki PT Pertamina.

Stadion Penajam lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Stadion Nipah-Nipah. Stadion ini sempat jadi sorotan karena kondisi yang tidak terawat.

Dikutip dari antaranews, Senin (26/8/2019) bangun stadion ini terlihat ditelantarkan dan tidak layak untuk digunakan. Bahkan sejumlah sampah dan rumput liar merambat sampai ke dinding stadion.

Untuk membenahi stadion ini kabarnya Pemkab PPU membutuhkan dana mencapai Rp 20 miliar. “Anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan renovasi atau pembenahan Stadion Penajam sehingga layak mencapai Rp 20 miliar,” kata Kepala Bidang Dinas PU PPU Supardi seperti dikutip dari borneo.com

tribunnews.com

Nasib sama juga dialami stadion lain di wilayah PPU, Stadion Panglima Sentik. Stadion yang sempat jadi markas Penajam Utama FC ini dianggap penggunannya belum maksimal.

Bahkan Februari 2019 lalu sejumlah warga sekitar stadion ini melakukan iuran bersama untuk membersihkan kondisi stadion. Hal ini dilakukan karena warga merasa pemerintah setempat tidak mengurus Stadion Panglima Sentik.

Pusdiklat Olahraga

Meski masih memiliki sejumlah catatan tak bagus pada infrastrukur sepak bola. Wilayahh PPU ternyata memiliki Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) olahraga.

Pada 2018 Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga PPU meresmikan Pusdiklat Olahraga yang memiliki 8 cabang konsentrasi.

“Seperti sepakbola, pencak silat, bulutangkis, bola tangan, bola voli dan karate dan dua lagi cabor yang berprestasi,” kata Disdikpora PPU Marjani saat itu.

Pemkab PPU yang diwakili Sekda, Tohar menyatakan program Pusdiklat ini merupakan awal karena masih membutuhkan proses yang panjang.

Apalagi yang akan dibina merupakan anak usia dini. Namun ia mengingatkan agar mereka nanti tetap mengedepankan dalam bersikap.

“Saya yakin dengan semangat dari anak-anak ini sangat tinggi, sehingga program ini akan menciptakan atlet prestasi dari sekolah untuk Indonesia,”

Comments
Loading...