Begini Rekam Jejak Kiper Klub Liga 2 yang Jadi Bandar Sabu

Football5star.com, Indonesia – Kabar tak sedap dari kompetisi Liga 2. Salah satu pemain dari klub Liga 2, PS Hizbul Wathan (PSHW), M Choirun Nasirin ditangkap pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur sebagai bandar narkotika jenis sabu-sabu.

Dikutip dari sejumlah sumber, kiper klub Liga 2 ini ditangkap di sebuah hotel di daerah Pabean, Payan, Sedti, Sidoarjo, Jawa Timur. Penangkapan ini menurut pihak BNNP karena adanya laporan dari maysarakat.

Saat penangkapan, barang bukti yang disita adalah tujuh paket narkotika jenis methapetamine dengan berat 5319 gram bruto. Selain Nasirin, pihak BNNP juga menangkap insan sepak bola lainnya seperti mantan pemain Persela Lamongan, Eko Susan Indarto, Eks Ketua Askot Jakut, Dedi A Manik, dan sopir bernama Novin Ardian.

Kompetisi Indonesia Berhenti, Pemain Liga 2 Jadi Pengedar Sabu

Seperti apa rekam jejak kiper kelahiran 12 Agustus 1989 di sepak bola Indonesia itu?

Dikutip dari halaman liga indonesia, Choirun pada Gojek Liga 1 2017 tercatat sebagai kiper untuk tim Gresik, Persegres Gresik United. Di pertengah musim, ini pindah ke tim Liga 2, Perssu Real Madura.

Tahun lalu, Choirun sempat bermain untuk tim PSMS Medan. Di tahun ini, ia dikontrak oleh tim PS Hizbul Wathan yang sebelumnya bernama Persigo Semeru FC.

Saat bermain di Persegres Gresik United, Choirun jadi salah satu pemain yang berani bersuara saat haknya terkait gaji tidak dibayarkan oleh manajemen.

Pada November 2017, Choirun mengungkap bahwa dirinya dan para pemain belum mendapatkan gaji dan hal tersebut sangat membuatnya resah.

“Tidak ada habisnya jika berbicara soal Persegres. Sampai sekarang gaji pemain belum dibayar selama 3 bulan, untuk pemain putaran kedua kurang 2 bulan,” kata Choirun seperti dikutip dari Surya.

Akibat dari tak dapat gaji, kiper klub Liga 2 itu sempat menyebut bahwa dirinya menyesali bahwa pemain Persegres di tahun itu diterpa rumor suap.

“Masih ada isu kena suap ini itu. Padahal tidak segampang membalik telapak tangan untuk mengembalikan kepercayaan, apalagi jumlah kebobolan saya di Persegres ini paling banyak dalam karir saya. Ini sangat berat buat saya sebenarnya,” ucapnya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More